- Selasa, 13 Januari 2026
Bukan Sekadar Banjir Biasa! Menelusuri Arti Galodo, Fenomena Alam Yang Paling Ditakuti Di Ranah Minang
Bukan Sekadar Banjir Biasa! Menelusuri Arti Galodo, Fenomena Alam yang Paling Ditakuti di Ranah Minang
Oleh: Andika Putra Wardana
Bagi masyarakat luar Sumatera Barat, mungkin kata ini terdengar asing. Tapi bagi orang Minang, mendengar kata ini diteriakkan di tengah malam bisa membuat jantung berhenti berdetak.
Belakangan ini, berita tentang bencana alam di sekitar Gunung Marapi sering menyebut istilah ini. Lantas, apa sebenarnya arti galodo bahasa minang? Apakah sama dengan banjir bandang biasa? Jawabannya, serupa tapi tak sama, dan jauh lebih mengerikan.
Lebih dari Sekadar Air Bah
Secara harfiah, arti galodo bahasa minang merujuk pada banjir bandang yang disertai material berat. Bayangkan ini, air yang turun dari gunung tidak sendirian. Ia membawa lumpur pekat, batu-batu besar seukuran mobil (batu galodo), batang pohon raksasa yang tercabut dari akarnya, dan segala puing yang disapunya. Semuanya meluncur dengan kecepatan tinggi menghantam pemukiman di lembah.
Jadi, ketika orang Minang bicara soal galodo, mereka tidak sedang bicara soal air yang menggenangi rumah sebetis. Mereka bicara soal kekuatan alam yang bisa menghapus satu kampung dalam hitungan menit. Suaranya sering digambarkan seperti gemuruh pesawat tempur atau kereta api yang lewat tepat di telinga. Mengerikan, bukan?
Kenapa Galodo Bisa Terjadi?
Sumatera Barat itu negerinya gunung dan bukit (bukik barisan). Indah, tapi menyimpan potensi bahaya. Galodo biasanya terjadi ketika hujan lebat mengguyur hulu sungai di puncak gunung. Air yang tertahan (misalnya karena bendungan alami atau sisa material vulkanik/lahar dingin) tiba-tiba jebol. Karena kemiringan tanah yang curam, air itu meluncur ke bawah dengan daya hancur yang luar biasa.
Inilah kenapa orang tua-tua dulu selalu melarang membuat rumah tepat di bibir sungai yang berhulu ke gunung. Mereka paham betul tanda-tanda alam ini.
Pelajaran Mahal Bagi Kita
Mencari tahu arti galodo bahasa minang bukan sekadar menambah kamus bahasa daerah. Ini adalah peringatan keras dari alam.
Fenomena ini mengajarkan kita untuk tidak main-main dengan lingkungan. Hutan gundul di hulu, penyempitan sungai, dan bangunan liar di bantaran kali hanya akan memperparah dampak galodo.
Jadi, arti galodo bahasa minang adalah simbol kemarahan alam yang nyata. Ia adalah campuran antara air, tanah, dan batu yang bergerak liar.
Semoga dengan memahami istilah ini, kita jadi lebih waspada dan menghormati alam. Jika kamu sedang berwisata ke area pegunungan di Sumbar dan melihat langit hulu sudah hitam pekat, segeralah menjauh dari aliran sungai. Lebih baik waspada daripada menjadi saksi keganasan galodo.
Editor : melatisan
Tag :Banjir, longsor, Galodo, Fenomena Alam, Paling Ditakuti, Ranah Minang
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
JANGAN KAGET! TERNYATA BAHASA MINANG DIGUNAKAN OLEH MASYARAKAT DAERAH INI SEBAGAI BAHASA GAUL SEHARI-HARI
-
MENYELAMI RAHASIA BUDAYA MINANGKABAU YANG SUKSES MENCETAK PEDAGANG TANGGUH DAN PEMIKIR ULUNG
-
SUMBAR TIDAK SEMUANYA MINANG, TAPI SAMPAI KE NEGERI SEMBILAN!
-
KENAPA GARIS KETURUNAN DARI IBU YANG DIANUT OLEH SUKU MINANGKABAU ADALAH ISTIMEWA?
-
BUKAN CUMA SOAL KERBAU! TERNYATA NAMA MINANGKABAU BERASAL DARI DOA MULIA YANG JARANG ORANG TAHU
-
“TEMBAK PATUIH”: MITOS EDUKATIF DALAM UNGKAPAN LARANGAN ULAKAN TAPAKIS
-
CHERRY CHILD FOUNDATION BERSAMA BERBAGAI KOMUNITAS SALURKAN BANTUAN KE WILAYAH TERDAMPAK BANJIR BANDANG DI PADANG
-
MENANAM POHON, MENUAI KESELAMATAN: KONSERVASI LAHAN KRITIS UNTUK KETAHANAN HIDUP KOMUNITAS.
-
MUSIBAH
-
KEMANA BUPATI TAPSEL