HOME SOSIAL BUDAYA PROVINSI SUMATERA BARAT
- Kamis, 4 Mei 2023
BPKP Perwakilan Sumbar Lakukan Penilaian ICORPAX Semen Padang Tahun Buku 2022
Padang (Minangsatu) - Badan Pemeriksaan Keuangan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), kembali melakukan penilaian Indonesian Corporate Accountability Index (ICORPAX). Kali ini, penilaian untuk tahun buku 2022 itu diawali dengan kickoff meeting yang dibuka oleh Direktur Keuangan & Umum PT Semen Padang, Oktoweri, Rabu (3/5/2023).
Bertempat di Ruang Rapat Lantai III Kantor Pusat PT Semen Padang, kickoff meeting tersebut turut dihadiri sejumlah staf pimpinan PT Semen Padang. Di antaranya, Kepala Departemen SDM & Umum, R Trisandi Hendrawan, Kepala Departemen Internal Audit, Mareza Harlan, Kepala Departemen Keuangan, Dedi Zaherdi, Kepala Unit CSR, Rinold Thamrin, dan Kepala Unit GCG, Rausyan Fikri.
Sedangkan dari BPKP Perwakilan Sumbar, kickoff meeting penilaian ICORPAX tahun buku 2022 itu, dihadiri oleh Koordinator Pengawasan Bidang Akuntan Negara, Heru Setiawan, Pengendali Teknis, Hasanuddin, Ketua Tim Penilaian ICORPAX, Irwan Richardo Pakpahan dengan anggota Leo Sukma, dan sejumlah staf BPKP Wilayah provinsi Sumbar.
Direktur Keuangan & Umum PT Semen Padang, Oktoweri dalam sambutan kickoff meeting penilaian ICORPAX tahun buku 2022 menyampaikan bahwa pihaknya sangat mensupport penilaian ICORPAX yang rutin dilakukan setiap tahun oleh BPKP Perwakilan Sumbar. Karena dengan adanya penilaian tersebut, pihaknya akan mengetahui dimana posisi PT Semen Padang.
"Untuk penilaian ICORPAX tahun buku 2021, Semen Padang dapat kategori "Baik" dengan skor 76,70 persen. Nah, untuk penilaian ICORPAX tahun buku 2022, mudah-mudahan hasilnya lebih baik dari tahun 2021. Namun yang pasti, di Semen Padang tidak ada perubahan yang mendasar dibandingkan kinerja tahun 2021," kata Oktoweri.
Sebagai gambaran, sebut Oktoweri, PT Semen Padang adalah anak perusahaan dari SIG. Tentunya, ada sebagian fungsi company yang sebelumnya ada di PT Semen Padang, kemudian ditarik ke SIG sebagai holding. Di antaranya, KPI financial, marketing, penetapan harga, pengalokasian dan distribusi. "Jadi, kita secara anak perusahaan lebih fokus pada efisiensi di dalam," ujarnya.
Terkait kontribusi kepada negara seperti Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), kata Oktoweri melanjutkan, PT Semen Padang mampu mengendalikannya, disamping juga memanfaatkan industri lokal untuk mengurangi devisa keluar. Kemudian dari sisi legal, kepatuhan dan fraud, PT Semen Padang sudah mengadopsi ISO 37001.
![]() |
"Untuk itu, kepada tim dari BPKP Perwakilan Sumbar, silahkan memotret bagaimana akuntabilitas korporasi terhadap dukungan pembangunan maupun keuangan, termasuk efektivitas sistem tata kelola korporasi dan juga efektivitas pengendalian fraud yang dilakukan di Semen Padang," ujar Oktoweri.
Sementara itu, Koordinator Pengawasan Bidang Akuntan Negara BPKP Perwakilan Sumbar, Heru Setiawan, menyampaikan ICORPAX ini dilakukan dalam rangka menilai akuntabilitas dari BUMN, termasuk anak perusahaan BUMN yang tujuannya untuk melihat peran dari sisi pembangunan maupun keuangannya terhadap pemerintah Indonesia. Karena, BUMN adalah bagian dari kekayaan atau aset negara yang dipisahkan.
"Jadi untuk melihat akuntabilitasnya, kami nanti fokus pada kinerja terhadap keuangan dan pembangunan, termasuk bagaimana Good Corporate Governance atau GCG-nya. Karena, ranah kami disitu. Hasil penilaian ICORPAX ini nanti akan diberikan dalam bentuk skor. Dan, pada akhirnya hasil ini menjadi bagian dari laporan Presiden pada triwulan II," katanya.
Dalam penilaian ICORPAX, sebut Heru Setiawan, ada lima dimensi penilaian yang masing-masing dimensi tersebut, terdapat beberapa indikator. Dimensi pertama, yaitu akuntabilitas korporasi pada pembangunan dengan indikatornya, yaitu tingkat kinerja korporasi dan tingkat dukungan korporasi pada agenda pembangunan.
Dimensi kedua, akuntabilitas korporasi pada keuangan negara dengan indikatornya adalah tingkat kesehatan keuangan korporasi dan tingkat dukungan korporasi pada keuangan negara (dividen, pajak). "Untuk dimensi pertama dan dimensi kedua ini, bobot nilainya masing-masing 20 persen," ujarnya.
![]() |
Kemudian dimensi ketiga, katanya melanjutkan, adalah kepatuhan dan efektivitas operasional. Pada dimensi ini, ada 30 bobot penilaian dengan lima indikatornya, yaitu tingkat kepatuhan korporasi, tingkat efektivitas pelaksanaan TJSL, tingkat kepuasan, tingkat efektivitas proses bisnis dan tingkat efektivitas pengelolaan aset.
Selanjutnya dimensi yang keempat, efektivitas sistem tata kelola korporasi dengan bobot penilaian 20 persen. Untuk indikatornya, yaitu tingkat efektivitas tata kelola (GCG), tingkat efektivitas manajemen risiko, tingkat kapabilitas satuan pengawas internal dan tingkat efektivitas sistem pengendalian internal.
Terakhir dimensi kelima, adalah efektivitas pengendalian fraud dengan bobot penilaiannya 10 persen. Indikatornya terdiri dari anti-fraud policy, fraud risk assessment, fraud detection, prevention and correction, dan tingkat kejadian fraud. "Penilaian ICORPAX dio Semen Padang ini akan berlangsung selama 15 hari kerja," pungkas Heru Setiawan.(*)
Editor : Benk123
Tag :#semenpadang
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
RAKOR PERPUSTAKAAN SUMBAR 2026: KEGEMARAN MEMBACA SUMBAR DI ATAS RATA-RATA NASIONAL 54,8, TAPI MASIH KATEGORI RENDAH
-
DI SUMBAR TIDAK BOLEH NARKOBA BERKEMBANG, TAPI FAKTANYA TETAP ADA, GUBERNUR SERUKAN SELAMATKAN GENERASI MUDA
-
DIRJEN POLPUM KEMENDAGRI: SUMATERA BARAT BERPOTENSI MENJADI MODEL NASIONAL PENCEGAHAN KONFLIK BERBASIS SEKOLAH
-
GUBERNUR MAHYELDI : PERSOALAN SAMPAH MASIH MENJADI TANTANGAN BESAR PEMERINTAH, BELUM ADA KESADARAN DAN BUDAYA BERSIH MASYARAKAT
-
M. SHADIQ PASADIGOE: PANCASILA HARUS HIDUP DALAM TINDAKAN NYATA, BUKAN SEKADAR DIHAFAL
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 SUSUN 23 PETA UNTUK MENDUKUNG PEMETAAN WILAYAH NAGARI BUNGO TANJUANG
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 EDUKASI MASYARAKAT JORONG KAPUAH TENTANG PENCEGAHAN STUNTING MELALUI GIZI SEIMBANG DAN PHBS
-
RME SUDAH DIGUNAKAN, TETAPI APAKAH SUDAH BENAR-BENAR BERMANFAAT?
-
PERAWATAN GIGI ANAK TANPA RASA TAKUT: MENGENAL KEDOKTERAN GIGI MINIMAL INVASIF
-
MAHASISWA KKN REGULER II UNAND DEMONSTRASIKAN PEMBUATAN PUPUK BOKASHI BERSAMA KWT KORONG KOTO PANJANG

