HOME VIRAL UNIK

  • Selasa, 18 November 2025

Adaik Salingka Nagari, Falsafah Hidup Yang Menjaga Tatanan Dan Jati Diri Orang Minangkabau

Adaik Salingka Nagari
Adaik Salingka Nagari

Adaik Salingka Nagari, Falsafah Hidup yang Menjaga Tatanan dan Jati Diri Orang Minangkabau

Oleh: Andika Putra Wardana


Dalam budaya Minangkabau, hidup tidak pernah berjalan tanpa dasar. Setiap langkah, keputusan, dan hubungan sosial selalu bersandar pada nilai yang diwariskan secara turun-temurun. Di atas semua itu berdirilah sebuah konsep penting yang menjadi pedoman bagi setiap masyarakat Minangkabau yaitu "Adaik Salingka Nagari", adat yang berlaku di dalam lingkar (salingka) sebuah nagari.

Secara harfiah, adaik salingka nagari berarti adat selingkar nagari, yaitu adat yang berlaku khusus di satu nagari saja dan tidak otomatis berlaku di nagari lain. Karena itu, dua nagari yang letaknya berdekatan sekalipun bisa memiliki aturan sosial, tata upacara adat, cara memilih penghulu, hingga kebiasaan bahasa yang berbeda. Perbedaan ini bukan dianggap sebagai masalah, melainkan bagian dari kekayaan Minangkabau sebagaimana pepatah lama mengatakan.

“Lain lubuak lain ikannyo, lain padang lain balalangnyo, lain nagari lain pulo adaiknyo.”

Namun, adaik salingka nagari bukanlah sistem yang berdiri sendiri. Ia merupakan turunan dari Adat Sebatang Panjang, yaitu hukum adat umum Minangkabau yang menjadi payung besar bagi seluruh nagari. Adat Sebatang Panjang bersifat universal, sedangkan Adaik Salingka Nagari adalah penyesuaian lokal yang lahir dari sejarah, kondisi geografis, dan kesepakatan masyarakat setempat. Inilah yang membuat adat Minang kaya nuansa, falsafahnya sama, tetapi praktiknya bisa berbeda.

Dalam kehidupan sehari-hari, Adaik Salingka Nagari berfungsi sebagai panduan sosial yang mengatur berbagai aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari cara mengangkat penghulu, peran ninik mamak dalam musyawarah, tata hubungan antar-suku, pembagian ulayat, hingga aturan perkawinan dan pewarisan. Ketika terjadi sengketa atau permasalahan warga, adat inilah yang menjadi rujukan untuk menyelesaikan persoalan secara mufakat. Dengan demikian, adat bukan sekadar simbol, tetapi mekanisme nyata menjaga ketertiban masyarakat.

Yang menarik, adat nagari juga mengatur hal-hal yang tampaknya kecil namun sangat menentukan identitas, dialek bahasa yang digunakan, cara masyarakat menyapa satu sama lain, bentuk rumah adat, prosesi baralek, hingga kuliner khas yang tumbuh di nagari tersebut. Semua itu membentuk karakter unik setiap nagari, sehingga orang Minang selalu dapat mengenali “asal nagari” seseorang hanya dari gaya bicara atau kebiasaannya.

Karena nagari adalah unit sosial paling penting dalam kehidupan orang Minang, adat nagari menjadi ruang pertama tempat seseorang belajar tentang dirinya. Di sinilah ia diberi suku, dibesarkan oleh mamak, dilindungi oleh kaum, dan diperkenalkan pada nilai-nilai yang menjadi bekal merantau. Pemahaman terhadap adat nagarinya sendiri menentukan bagaimana ia berperilaku, menghormati orang lain, mengambil keputusan, dan menjaga martabat keluarga.

Oleh sebab itu, Adaik Salingka Nagari bukan sekadar aturan lokal. Ia adalah identitas komunal, cermin jati diri, sekaligus benteng yang menjaga keharmonisan sosial. Selama adat ini dijalankan, nagari tetap hidup, dan selama nagari hidup, Minangkabau akan selalu memiliki akar yang kuat meski anak cucunya menyebar ke seluruh dunia.


Wartawan : Andika Putra Wardana
Editor : melatisan

Tag :#Adaik Salingka Nagari

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com