HOME SOSIAL BUDAYA KOTA SOLOK

  • Jumat, 5 Agustus 2022

Wako Zul Elfian Umar Launching TTD Bagi Putri Tamia

Solok, (Minangsatu) - Program makan Tablet Tambah Darah (TTD) bagi Remaja Putri Tanpa Anemia (Tamia) dilaunching oleh Wali Kota Solok Zul Elfian Umar di Halaman SMA 4 Kota Solok, Jumat siang (05/08/22) yang ditandai pelepasan balon ke udara.

Kegiatan untuk penanggulangan dan pencegahan Stunting di Kota Solok dan implementasi gerakan masyarakat hidup  sehat (germas) mendapat sambutan baik bagi siswa yang juga dihadiri, Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok dr.Elvi Rosanti, Kabag Kesra Irsyad, Ketua IDI Kota Solok dr. Helwi, dan Kepala SMA Negeri 4 Kota Solok Mulyadi.

Kesempatan itu Wali Kota Solok Zul Elfian Umar mengatakan, anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang dapat dialami oleh semua kelompok umur mulai dari balita, remaja, dan ibu hamil sampai usia lanjut. 

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018, prevalensi anemia pada remaja sebesar 32%, artinya 3-4 dari 10 remaja menderita anemia. Hal tersebut dipengaruhi oleh kebiasaan asupan gizi yang tidak optimal dan kurangnya aktifitas fisik.

Untuk para remaja puteri," kata Zul Elfian Anemia akan berdampak pada kesehatan dan prestasi di sekolah dan nantinya akan berisiko anemia saat menjadi ibu hamil yang dapat menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan janin yang tidak optimal serta berpotensi menyebabkan komplikasi kehamilan dan persalinan serta kematian ibu dan anak.

Makanya Program suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri sudah dimulai sejak Tahun 2014 dan saat ini menjadi salah satu intervensi spesifik dalam upaya penurunan stunting.

"Suplementasi TTD pada remaja putri merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memenuhi asupan zat besi untuk mencegah anemia yang dapat menyebabkan menurunnya daya tahan tubuh sehingga mudah terkena penyakit infeksi, menurunnya kebugaran dan ketangkasan berpikir karena kurangnya oksigen ke sel otot dan sel otak, serta menurunnya prestasi belajar," jelas Wali Kota . 

 Untuk jangka panjang jika remaja putri tersebut menjadi ibu hamil maka akan menjadi ibu hamil yang anemia juga yang akan meningkatkan risiko persalinan, kematian ibu dan bayi, serta infeksi penyakit.

"Pemberian TTD dengan dosis yang tepat dapat mencegah anemia dan meningkatkan cadangan zat besi di dalam tubuh. Pemberian TTD dilakukan pada remaja putri mulai dari usia 12-18 tahun di institusi pendidikan (SMP dan SMA atau yang sederajat) melalui UKS," tambahnya mengakiri.(*)


Wartawan : Zulnazar
Editor : Benk123

Tag :#kota solok

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com