- Minggu, 22 Desember 2024
Silek Minang, Seni Tradisi Untuk Mendukung Kesehatan Mental Gen Z
Silek Minang, Seni Tradisi untuk Mendukung Kesehatan Mental Gen Z
Oleh: Delfi Rahayu
Silek minang atau silek Minangkabau merupakan seni beladiri tradisional Sumatera Barat yang ternyata tidak hanya berfokus pada aspek fisik saja akan tetapi juga menyentuk konsentrasi mental, spiritual, dan sosial. Sebagai salah satu warisan budaya yang ada di Indonesia silek dapat menjadi pengendalian atau menjadi tujuan holistik untuk mengantisipasi kesehatan mental pada generasi muda terutama gen Z. Yang sering di hadapkan dengan tekanan transisi era modern seperti media sosial, pendidikan, hubungan sosial.
Hal menguntungkan silek minang untuk kesehatan mental bagi Gen Z. Yang dekat terdekat pada gen z sendiri ialah mereka belum cukup memumpuni untuk mengontrol emosinya. Tak banyak dari gen z memilih mengontrol emosi dengan cara yang salah namun, para niniak mamak kita ternyata telah mempersiapkan untuk menghadapi tantangan itu semua yakni dengan silek. Dengan gerakan dan strategi mengajarkan pengendalian diri, sabar dan fokus. Hal ini membantu gen z mengendalikan stress dan emosi negatif terutama di gencarnya tekanan kehidupan digital.
Silek juga memperkuat rasa kebersamaan dan hubungan sosial sebab silek akan di eksekusi secara bersamaan berkelompok atau bersama komunitas. Hal ini juga dapat mengurangi stress akibat tekanan kehidupan sosial.
Faktanya silek dapat membantu menumbuhkan rasa percaya diri sebab melalui latihan yang konsisten itu dapat memiliki pencapaian keterampilan yang baru. Maka dari itu silek mampu menjadi penghargaan terhadap tubuh dan kemampuan diri dan juga dapat memperkuat kesehatan mental.
Dalam setiap gerakan silek mempunyai unsur meditasi yang memiliki interaksi spiritual mendalam pada diri, seperti keselarasan gerakan dan nafas pada alam. Gerakan atau jurus silek di minang memiliki filosofi yang dekat dengan alam seperti gerakan silek harimau, silek gunuang dan lainnya.
(Pemulis Mahasiswa Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)
Tag :#Silek Minang, #Seni Tradisi
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
KAPAN TERAKHIR KE PASAR? CATATAN JURNALISTIK HENDRY CH BANGUN
-
MELAWAN ARUS ALGORITMA: KETIKA PERS SUMATERA BARAT MEMILIH MENGHARGAI "SUNYI" DI UJUNG NEGERI
-
RME SUDAH DIGUNAKAN, TETAPI APAKAH SUDAH BENAR-BENAR BERMANFAAT?
-
PERAWATAN GIGI ANAK TANPA RASA TAKUT: MENGENAL KEDOKTERAN GIGI MINIMAL INVASIF
-
MENJAGA NILAI ABS-SBK DI TENGAH FENOMENA LGBT DI SUMATERA BARAT: ANTARA TANTANGAN SOSIAL, MORAL, DAN TANGGUNG JAWAB BERSAMA
-
MADING LEMBAGA MAHASISWA JURUSAN SASTRA MINANGKABAU RESMI DIAKTIFKAN KEMBALI
-
KAPAN TERAKHIR KE PASAR? CATATAN JURNALISTIK HENDRY CH BANGUN
-
MELAWAN ARUS ALGORITMA: KETIKA PERS SUMATERA BARAT MEMILIH MENGHARGAI "SUNYI" DI UJUNG NEGERI
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 SUSUN 23 PETA UNTUK MENDUKUNG PEMETAAN WILAYAH NAGARI BUNGO TANJUANG
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 EDUKASI MASYARAKAT JORONG KAPUAH TENTANG PENCEGAHAN STUNTING MELALUI GIZI SEIMBANG DAN PHBS