- Senin, 16 Maret 2026
Sejarah Kota Solok Dan Perkembangan Administratifnya
Sejarah Kota Solok dan Perkembangan Administratifnya
Oleh: Andika Putra Wardana
Di jalur utama yang menghubungkan Padang dengan wilayah Solok dan Danau Singkarak, ada sebuah kota kecil yang cukup ramai. Kota itu adalah Kota Solok. Banyak orang mengenalnya sebagai kota beras dan pusat perdagangan hasil pertanian dari daerah sekitar.
Tapi kalau ditarik ke belakang, sejarah Kota Solok dan perkembangan administratifnya ternyata cukup panjang. Kota ini bermula dari sebuah nagari tua di kawasan Minangkabau, lalu berkembang menjadi pusat pemerintahan hingga akhirnya berdiri sebagai kota sendiri.
Perjalanannya tidak terjadi dalam satu waktu. Ada proses sosial, adat, dan administrasi pemerintahan yang berlangsung cukup lama.
Dari Nagari Solok di Kawasan Luhak Tanah Datar
Sebelum menjadi kota seperti sekarang, wilayah Solok awalnya dikenal sebagai Nagari Solok. Nagari ini berada dalam wilayah Luhak Tanah Datar, salah satu daerah inti dalam struktur adat Minangkabau.
Dalam tradisi Minangkabau, kawasan ini termasuk wilayah darek atau daerah asal yang menjadi pusat perkembangan masyarakat Minangkabau sejak masa awal. Dari wilayah inilah kemudian banyak nagari berkembang dan menjadi pusat pemukiman.
Nagari Solok tumbuh di jalur yang strategis. Wilayahnya berada di lintasan perdagangan antara daerah pegunungan Minangkabau dengan wilayah pesisir barat Sumatera.
Karena posisi itu, Solok sejak lama menjadi tempat bertemunya aktivitas perdagangan, pertanian, dan pergerakan masyarakat dari berbagai nagari di sekitarnya.
Perkembangan nagari ini juga dipengaruhi oleh aliran Batang Lembang yang mengalir melewati kawasan Solok dan menjadi salah satu sumber kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Nama Solok dalam Administrasi Kolonial
Nama Solok mulai tercatat secara resmi dalam administrasi pemerintahan pada masa kolonial Belanda. Pada awal abad ke-20, wilayah ini masuk dalam struktur administrasi yang disebut Afdeeling Solok.
Nama Solok sebagai unit pemerintahan tingkat kabupaten sudah digunakan pada tahun 1913 dalam dokumen administrasi pemerintah kolonial Hindia Belanda.
Sejak saat itu, nama Solok terus dipakai sebagai wilayah administratif pemerintahan. Walaupun sistem pemerintahannya berubah dari masa kolonial, masa pendudukan Jepang, hingga masa kemerdekaan Indonesia, nama Solok tetap dipertahankan.
Wilayah ini kemudian berkembang menjadi pusat pemerintahan bagi daerah sekitarnya.
Dari Nagari Menjadi Kotamadya
Perjalanan penting dalam sejarah Kota Solok terjadi setelah Indonesia merdeka. Pada masa awal kemerdekaan, masyarakat di Nagari Solok sudah mulai memiliki keinginan agar wilayah ini berkembang menjadi kota administratif.
Upaya itu mulai dirintis sejak tahun 1946 melalui berbagai pertemuan masyarakat dan tokoh adat di Solok. Para penghulu, pemuka masyarakat, dan tokoh daerah melakukan pendekatan kepada pemerintah agar Nagari Solok bisa ditetapkan sebagai kota.
Keinginan itu tidak langsung terwujud. Prosesnya berlangsung cukup lama karena berbagai kondisi politik pada masa itu.
Baru pada akhir 1960-an, pembentukan kota mulai dipersiapkan secara serius. Pada tahun 1968 dibentuk panitia yang bertugas memperjuangkan pembentukan Kotamadya Solok.
Akhirnya pada 16 Desember 1970, Nagari Solok resmi ditetapkan menjadi Kotamadya Solok melalui kebijakan pemerintah pusat.
Sejak saat itu, Solok tidak lagi hanya menjadi bagian dari Kabupaten Solok, tetapi berdiri sebagai daerah otonom sendiri dengan pemerintahan kota.
Perubahan Pusat Pemerintahan Kabupaten Solok
Ketika Kota Solok resmi berdiri sebagai kotamadya, wilayah ini masih tetap menjadi ibu kota Kabupaten Solok. Namun kondisi itu tidak berlangsung lama.
Pada tahun 1979, pusat pemerintahan Kabupaten Solok dipindahkan ke wilayah Koto Baru di Kecamatan Kubung.
Pemindahan ini membuat Kota Solok berkembang sebagai kota tersendiri yang terpisah dari administrasi kabupaten.
Sejak saat itu struktur pemerintahan di wilayah Solok terbagi dua. Kota Solok sebagai wilayah kota, sementara daerah sekitarnya tetap berada dalam administrasi Kabupaten Solok.
Perkembangan administratif ini menjadi salah satu tahap penting dalam sejarah wilayah tersebut.
Kota Kecil yang Terus Berkembang
Setelah berdiri sebagai kotamadya, Kota Solok terus berkembang sebagai pusat perdagangan dan layanan bagi daerah sekitar.
Letaknya yang berada di jalur transportasi utama membuat kota ini ramai oleh aktivitas perdagangan. Banyak hasil pertanian dari wilayah Kabupaten Solok dan daerah sekitarnya dipasarkan di kota ini.
Perkembangan kota juga terlihat dari pembangunan fasilitas pendidikan, perdagangan, dan pelayanan publik.
Walau wilayahnya tidak terlalu luas, Solok tetap menjadi salah satu kota penting di Sumatera Barat karena posisinya yang strategis di jalur perhubungan antarwilayah.
Dari sebuah nagari tua di kawasan Luhak Tanah Datar, Solok kemudian tumbuh menjadi kota kecil yang memiliki peran penting dalam jaringan ekonomi dan administrasi di Sumatera Barat.
Dan sampai hari ini, perjalanan sejarah Kota Solok masih terus berlanjut bersama perkembangan masyarakatnya.
Editor : melatisan
Tag :Sejarah Kota Solok, Perkembangan Administratifnya
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
SEJARAH KOTA SAWAHLUNTO DARI KOTA TAMBANG KE KOTA WARISAN DUNIA
-
SEJARAH KOTA PARIAMAN DAN TRADISI TABUIK
-
SEJARAH KOTA PAYAKUMBUH DAN STRUKTUR ADATNYA
-
SEJARAH KOTA BUKITTINGGI DAN PERANNYA DALAM SEJARAH NASIONAL INDONESIA
-
SEJARAH KOTA PADANG SEBAGAI KOTA PELABUHAN TUA MINANGKABAU
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI
-
ROSITA MEDINA, BUNDO KANDUANG DI RANTAU PUNYA TANGGUNGJAWAB MORAL