- Sabtu, 13 Juni 2026
Tari Salapan Adalah Tari Yang Berasal Dari Air Bangis Pasaman Barat
Tari Salapan adalah Tari yang Berasal dari Air Bangis Pasaman Barat
(Jurusan Sastra Minangkabau Universitas Andalas)
“Sesuai dengan perkembangan zaman dan budaya termasuk tari itu sendiri yang ada didalamnya juga mengalami perkembangan hingga menciptakan gerak dan kreasi baru dalam tari termasuk dalam Tari Salapan”
Tari adalah budaya dan budaya itu tari serta kesatuan tari seutuhnya tidaklah bisa dipisahkan dari anggota antropologis tentang kebudayaan yang menggambarkan ciri khas dari budayadi tempat mana tari itu tumbuh dan berkembang. Tari Salapan adalah tarian tradisional yang tumbuh dan berkembang di KenagarianAir bangis Kecamatan Sungai Beremas Kabupaten Pasaman Barat.
Tari Salapan merupakan tarian yang menceritakan tentang para pejuang yang memiliki semangat juang untuk melawan penjajah demi meraih kemerdekaan Indonesia. Tari Salapan dahulunya berfungsi sebagai tanda bahwasanya masyarakat Nagari Air Bangis memiliki kekompakan serta kebersamaan untuk melawan para penjajah Belanda pada saat sebelum kemerdekaan.
Menurut Rospan menyatakan bahwa tari Salapan ini adalah tari perjuangan yang diwariskan secara turun temurun. Tarian ini sudah ada sebelum zaman kemerdekaan kisaran tahun 40-an, tarian ini diberi nama tari salapan karena tarian ini ditarikan dengan jumlah penari delapan orang dan property untaian tali berumlah delapan buah, serta pola lantai dalam tarian ini ada yang membentuk angka delapan.
Tari Salapan pada tahun 1960 pernah diperlombakan di Lubuk Sikaping, Pasaman, tari Salapan di Air bangis mendapat juara pertama. Demikian tahun 1961 pernah diperlombakan di Padang Panjang, tari Salapan di Air bangis mendapat juara ke dua. Sesuai dengan perkembangan zaman, tari Salapan tidak hanya ditarikan oleh laki-laki saja, perempuanpun juga boleh menarikannya. Tari Salapan pada masa kini boleh ditarikan oleh laki-laki dan perempuan.
Menurut bapak Rospan yatim yang merupakan salah satu seniman dan penerus tari salapan beliau mengatakan bahwa tarian ini sudah ada sejak sebelum kemerdekaan kisaran tahun 1940, pada tahun 1940 sampai tahun 2012 tari salapan yang ditarikan dan dikenal oleh masyarakat masih tari salapan tradisional.
Pada tahun 2013 sampai sekarang mulai diciptakannya tari salapan kreasi oleh ibu Eliyanis dan Ibu Maiwalis yang merupakan penerus tari salapan, karena hadirnya tari salapan kreasi yang membuat keberadaan tari salapan tradisional tidak eksis lagi ditengah masyarakat setempat. Ada beberapa perbedaan antara Tari Salapan Tradisional dan Tari Salapan Kreasi yang telah mengalami perkembangan dan perubahan gerak hingga properti yang digunakan.
Gerakan tari salapan tradisional adalah Sambah Awal, lenggang berayun, ambiak tali, pukul kayu, pilin tali, bukak tali, kumpul tali kayu barantai, sambah akhir. Nama gerak tari salapan kreasi, Sambah awal, Silang depan belakang, Bentang selendang, Putar selendang, Lenggang selendang, Lambai selendang, Usap selendang, Transisi selendang, Ikat Selendang, Step samping, Tadong selendang, Pilin kain, Tadong selendang, Bukak tali, Kumpul kain,Selendang berantai, Sambah akhir.
Pola lantai tari salapan tradisional : dua garis horizontal, dua garis vertikal, lingkaran. Pola lantai tari salapan kreasi: dua garis vertikal, duagaris horizontal, garis jajar genjang, garis diagonal, lingkaran,dua garis vertikal dan satu garis vertikal. Musik pengiring yang mengiringi tari salapan tradisional adalah gendang dan biola yang diiringi dengan syair sedangkan alat musik pengiring tari salapan kreasi adalah gendang, biola dan talempong dan diiringi dengan syair.
Kostum penari tari salapan tradisonal adalah pakaian taluak balango putiah (Gunting Cina), celana dari kain panjang motifnya kacang goreng, pakai kain sarung samping, dan pakai peci, penari tari salapan ditarikan oleh empat laki-laki empat perempuan (berpasangan). Wanita memakai kebaya panjang, kain songket, selendang, sanggul yang atasnya diselipkan beberapa sunting dan boleh juga memakai jilbab.
Kostum yang dipakai dalam tari salapan kreasi adalah untuk wanita menggunakan songket dan baju kurang yang dikreasikan dengan hiasan kepala menggunakan jilbab kreasi beserta aksesoris yang diinginkan, sedangkan untuk kostum pria menggunakan celana panjang terbuat dari kain songket serta sesamping yang dikreasikan semenarik mungkin.
Properti yang digunakan pada tari salapan tradisional adalah sepasang kayu, tali yang dibalut dengan kain berwarna merah putih, dan properti yang digunakan dalam tari salapan kreasi adalah selendang dan kain berwarna warni. Sesuai dengan perkembangan zaman dan budaya termasuk tari itu sendiri yang ada didalamnya juga mengalami perkembangan hingga menciptakan gerak dan kreasi baru dalam tari termasuk dalam Tari Salapan.
Bergesernya Tari Salapan Tradisional ke Tari Salapan Kreasi yang mengembangkan pola, gerak, instrumen dan properti yang digunakan bukanlah merupakan suatu kesalahan dalam kesenian. Hal itu justru menjadi tanggung jawab Seniman penerus Tari Salapan di Air Bangis untuk terus mengembangkan, melestarikan dan menghidupkan kesenian terutama Tari Salapan itu sendiri. Salah satu cara untuk memelihara Tari Salapan adalah dengan mengembangkannya dan selalu menampilkannya dalam event ditengah masyarakat. Namun, Tari Salapan Tradisional juga tidak boleh dilupakan dan harus diajarkan dan diperkenalkan sebagai Tari Salapan yang asli yang menjadi dasar dari Tari Salapan Kreasi.
Karena segala sesuatu bentuk tari tradisional dapat merupakan sumber dan bahan untuk dipikirkan, diolah, digarap sehingga melahirkan bentuk – bentuk karya tari baru hasil ciptaan para seiman kretifitas bermutu. Selain sebagai bentuk kesenian tradisional, Tari Salapan juga memiliki nilai-nilai budaya yang menggambarkan kehidupan masyarakat Air Bangis. Nilai kebersamaan, kekompakan, dan semangat gotong royong terlihat dari gerakan yang dilakukan secara berkelompok oleh para penari. Setiap gerakan yang dilakukan secara bersama-sama menggambarkan bahwa masyarakat pada masa dahulu memiliki rasa persatuan yang kuat dalam menghadapi berbagai keadaan.
Tari Salapan juga memiliki fungsi sebagai media penyampaian pesan kepada masyarakat. Melalui gerakan, pola lantai, musik pengiring, dan properti yang digunakan, tarian ini menyampaikan cerita tentang perjuangan, keberanian, serta semangat masyarakat dalam mempertahankan daerahnya. Oleh karena itu, Tari Salapan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Air Bangis.
Perubahan yang terjadi pada Tari Salapan tradisional menjadi Tari Salapan kreasi menunjukkan adanya proses perkembangan dalam seni tari. Perubahan tersebut terjadi karena adanya kreativitas dari seniman dalam menyesuaikan kesenian dengan perkembangan zaman. Walaupun mengalami perubahan dalam bentuk gerak, pola lantai, musik, dan kostum, Tari Salapan tetap mempertahankan unsur utama yang menjadi ciri khas dari tarian tersebut.
Keberadaan Tari Salapan di tengah masyarakat perlu terus dijaga agar tidak mengalami kepunahan. Pelestarian dapat dilakukan melalui pembelajaran kepada generasi muda, pertunjukan dalam berbagai kegiatan budaya, serta memperkenalkan sejarah dan makna yang terkandung dalam tarian tersebut. Dengan adanya perhatian dari masyarakat dan pemerintah, Tari Salapan dapat tetap berkembang dan menjadi warisan budaya yang dikenal oleh generasi berikutnya.
Sebagai salah satu kesenian tradisional Minangkabau, Tari Salapan menjadi bukti bahwa seni tari memiliki hubungan yang erat dengan kehidupan sosial masyarakat. Tari ini menggambarkan perjalanan sejarah, nilai perjuangan, serta kreativitas masyarakat Air Bangis dalam menjaga kebudayaan daerahnya.
Sumber :
Ranti Lestari & Fuji Astuti Jurusan Sendratasik FBS Universitas Negeri Padang
e-Jurnal Sendratasik Vol. 8 No. 1 Seri B, September 2019
Editor : melatisan
Tag :Tari Salapan adalah Tari yang Berasal dari Air Bangis Pasaman Barat
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
MEMBACA SEPINYA BANGKU SURAU DAN ANCAMAN KRISIS IDENTITAS BUDAYA MINANGKABAU
-
MEMBEDAH RIUHNYA TRADISI NAGARI DAN BERBAGAI CONTOH BUDAYA MINANGKABAU
-
MEMBEDAH SEJARAH PEMERINTAHAN ADAT DAN PENGERTIAN NAGARI DI SUMATERA BARAT
-
MEMBONGKAR BERATNYA GELAR DATUK DAN JAWABAN TENTANG ARTI PENGHULU DALAM ADAT MINANG
-
MENELUSURI BERATNYA UJIAN DAPUR DAN MENJAWAB APA ITU BARALEK MINANG
-
JENDERAL ABDUL HARIS NASUTION DAN PERANG KAMANG 1908
-
MEMELIHARA HARAPAN, CATATAN HENDRY CH BANGUN
-
DARI SUNGAI BATANGHARI KE RANTAI LOGISTIK NASIONAL, PTP NONPETIKEMAS JAMBI MENJAGA ARUS DISTRIBUSI DAN MENGGERAKKAN EKONOMI
-
MERATAPI SEMEN PADANG FC, MERAYAKAN ANAK-ANAK MINANG DI PANGGUNG NASIONAL
-
DARI PASAR KE TANAH SUCI: KISAH PAK DAS, BURUH ANGKUT BATUSANGKAR YANG MENJEMPUT KEMULIAAN DI KURSI BISNIS GARUDA