- Minggu, 22 Februari 2026
Sejarah Kerajaan Dharmasraya Dan Hubungannya Dengan Minangkabau Dalam Catatan Sejarah
Sejarah Kerajaan Dharmasraya dan Hubungannya dengan Minangkabau dalam Catatan Sejarah
Oleh: Ari Yuliasril
Nama Dharmasraya kembali sering disebut ketika membicarakan jejak kerajaan tua di Sumatera Barat. Di Kabupaten Dharmasraya hari ini, sejumlah temuan arkeologis menjadi penanda bahwa kawasan tersebut pernah menjadi pusat kekuasaan penting pada masanya. Karena itu, Sejarah Kerajaan Dharmasraya dan hubungannya dengan Minangkabau kerap dibahas dalam literatur sejarah Sumatera.
Dharmasraya dikenal sebagai salah satu kerajaan yang muncul setelah kemunduran Sriwijaya di Sumatera bagian tengah. Informasi mengenai kerajaan ini tidak bersumber dari tambo saja, melainkan juga dari prasasti dan catatan luar negeri yang menyebut keberadaannya pada abad ke-13.
Jejak dalam Prasasti dan Catatan Sejarah
Salah satu sumber penting mengenai Dharmasraya adalah Prasasti Padang Roco yang ditemukan di tepi Sungai Batanghari. Prasasti ini mencatat pengiriman arca Amoghapasa dari Jawa ke Dharmasraya pada 1286 Masehi pada masa pemerintahan Kertanegara dari Singhasari. Dalam prasasti tersebut disebutkan nama Maharajadhiraja Srimat Tribhuwanaraja Mauliwarmadewa sebagai penguasa di Dharmasraya.
Catatan ini menunjukkan bahwa Dharmasraya memiliki posisi politik penting dan menjalin hubungan dengan kerajaan di Jawa. Selain Prasasti Padang Roco, sumber lain seperti Prasasti Amoghapasa turut memperkuat informasi mengenai eksistensi kerajaan tersebut.
Dalam perkembangan selanjutnya, wilayah Dharmasraya kerap dikaitkan dengan peralihan pusat kekuasaan Melayu di Sumatera bagian tengah, terutama setelah melemahnya pengaruh Sriwijaya.
Hubungannya dengan Alam Minangkabau
Sejarah Kerajaan Dharmasraya dan hubungannya dengan Minangkabau sering dikaitkan dengan proses pembentukan identitas politik di wilayah pedalaman Sumatera Barat. Sejumlah sejarawan menyebut bahwa setelah fase Dharmasraya, muncul entitas politik yang berkembang di kawasan yang kemudian dikenal sebagai Alam Minangkabau.
Dalam Tambo Minangkabau, kisah tentang asal-usul raja dan sistem pemerintahan adat memang disampaikan secara berbeda dengan sumber prasasti. Namun sejumlah kajian sejarah mencoba membaca keterkaitan antara tradisi lisan Minangkabau dengan data arkeologis yang ditemukan di Dharmasraya dan sekitarnya.
Wilayah aliran Sungai Batanghari dan daerah pedalaman Sumatera Barat menjadi jalur penting perdagangan dan interaksi budaya pada masa itu. Posisi geografis ini memungkinkan terjadinya pertemuan pengaruh Melayu, Jawa, dan lokal Minangkabau.
Warisan Sejarah yang Masih Ditelusuri
Hari ini, situs-situs arkeologis di Kabupaten Dharmasraya menjadi pengingat akan keberadaan kerajaan tersebut. Temuan arca dan struktur bata kuno menjadi bukti fisik yang terus diteliti untuk memahami struktur politik dan kehidupan masyarakat saat itu.
Sejarah Kerajaan Dharmasraya dan hubungannya dengan Minangkabau masih menjadi ruang kajian yang berkembang. Sumber prasasti memberi gambaran faktual tentang nama raja dan hubungan politik, sementara tradisi lisan Minangkabau menghadirkan narasi identitas yang hidup di tengah masyarakat.
Keduanya memperlihatkan bahwa sejarah Sumatera Barat tidak berdiri dalam satu jalur tunggal. Ada jejak kerajaan, ada pula ingatan adat yang diwariskan turun-temurun. Di antara temuan arkeologis dan cerita tambo itulah, Dharmasraya tetap menjadi bagian penting dalam memahami akar sejarah Minangkabau.
Editor : melatisan
Tag :Sejarah, Kerajaan Dharmasraya, Hubungannya, Minangkabau, Catatan Sejarah
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
SEJARAH LUAK KUBUANG TIGO BALEH SEBAGAI LUAK KEEMPAT DALAM STRUKTUR ADAT MINANGKABAU
-
PERBEDAAN LUHAK DAN RANTAU DALAM STRUKTUR ADAT MINANG YANG PERLU DIPAHAMI
-
JEJAK MINANGKABAU DALAM NAGARAKRETAGAMA: BUKTI SEJARAH YANG TEREKAM DALAM KAKAWIN MAJAPAHIT
-
PRASASTI KEDUKAN BUKIT DAN KAITANNYA DENGAN MINANGA TAMWAN DALAM SEJARAH AWAL SUMATERA
-
PERAN ADITYAWARMAN DALAM SEJARAH MINANGKABAU DAN JEJAK KEKUASAAN DI SUMATERA BARAT
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI
-
ROSITA MEDINA, BUNDO KANDUANG DI RANTAU PUNYA TANGGUNGJAWAB MORAL
-
MAKNA KETIDAKHADIRAN PRESIDEN DI HPN 2026 BANTEN