HOME OPINI DIDAKTIKA

  • Senin, 28 November 2022
SANAT SEBUAH NAGARI ULAKAN DALAM PANDANGAN PUTRA BUGIS
Opini Veri

SANAT SEBUAH NAGARI ULAKAN DALAM PANDANGAN PUTRA BUGIS

Oleh: A. VIERIAWAN*
Nagari Ulakan adalah salah satu Nagari yang berada di Kecamatan Ulakan Tapakis Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat. Nagari yang penuh perbedaan, tetapi tetap satu. Di situlah letaknya keindahan dan kedamaian di Ulakan.

Pada hari Minggu, 20 November 2022. Penulis berkunjung kemakam Syekh Burhanuddin yang merupakan tempat wisata religi yang ada di Nagari Ulakan. Dimana dalam makan tersebut terdapat tiga makam yang jadi icon yaitu makam Syekh Burhanuddin (tengah), makam Syekh Abdul Rahman (kiri) dan makam Idris Katib Majalelo (kanan).

“Sampai sekarang peninggalan Kerajaan Ulakan masih ada yaitu Rumah Gadang  dengan kondisi yang roboh akibat gempa di daerah Bungo Pasang dan Mesjid Tua di Kampung Koto, sampai sekarang masih terdapat keturunan Kerajaan Ulakan yaitu Rangkayo Datuk Bandaro, yang mempunyai wilayah mulai dari Tiram, Mangopo Ujung sampai Pohon Kembar di Tebing Runtuh”. Ujar penjaga makam Syekh Burhanuddin

Pada tahun 1666 Puatta La Tenritatta To Unru To-ri SompaE Petta MalampeE Gemmenna Daeng Serang To Appatunru Paduka Sultan Sa'adduddin Arung Palakka sebelum menjadi raja Bone dan memerdekakan Kerajaan Bone dari Kerajaan Gowa. Arung Palakka dengan laskarnya melakukan peperangan di Pariaman Sumatera Barat, peperanganpun dimulai sejak pagi hingga sore hari barulah Arung Palakka berhasil menduduki Pariaman dari Kerajaan Aceh dan Portugis atas bantuan kompeni Belanda. Sesudah itu barulah Arung Palakka bersama pasukan Kompeni Belanda meneruskan perjuangannya dalam peperangan ke Kota Tengah dan ke Kota Pauh, kedua kota ini pun berhasil dikuasai oleh Raja Bone Arung Palakka tanpa perlawanan.

Dari peristiwa Itu sultan Pariaman menghadiahkan Nagari Ulakan kepada Arung Palakka  sebagai bentuk terimakasih karena telah membebaskan Kerajaan Pariaman dan pada saat itu pula Arung palakka dipertuan di Nagari Ulakan, selain Arung Palakka melakukan misi untuk membebaskan Pariaman ia juga menarik simpati Kompeni Belanda untuk membebaskan Kerajaan Bone dari Kerajaan Gowa.

Gubernur Jendral Maetsucycker merasa gembira setelah mendengar apa yang dicapai atas Arung Palakka mengalahkan Pariaman, sehingga Gubernur Jendral Maetsucycker memberikan bintang jasa yang terbuat dari emas yang disampaikan oleh Admiral Kompeni Belanda kepada Arung Palakka yang melukiskan dengan kata-kata sebagai berikut "een gedencteken, vereert aen Raja Palacca voor getronve oor loghsdienst ap de Westrcust van Sumatera oon de Camp. Gedaen anno 1666". Artinya Suatu tanda peringatan, penghormatan kepada Raja Palakka untuk tindakannya yang setia dalam peperangan di Pesisir Barat Sumatera dibuat di medan peperangan tahun 1666.

*Program Studi S1 Sastra Daerah Bugis Makassar Universitas Hasanuddin

Mahasisiww Program Mahasiswa Merdeka pada Jurusan Sastra Minangkabau Universitas Andalas

 


Tag :#Opini #Didaktika #A. VIERIAWAN

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News