HOME SOSIAL BUDAYA KABUPATEN SIJUNJUNG

  • Rabu, 18 September 2019

Samkel Muaro Sijunjung Beroperasi, Masyarakat Pada Enam Nagari Di Kecamatan Kamang Baru Lega

Wajib pajak didampingi Walingari Sungai Betung foto bersama dengan Kepala UPTD PPD (Samsat Sijunjung) di Samkel Sungai Betung
Wajib pajak didampingi Walingari Sungai Betung foto bersama dengan Kepala UPTD PPD (Samsat Sijunjung) di Samkel Sungai Betung

Sijunjung (Minangsatu) - Sejumlah masyarakat pemilik kendaraan bermotor di enam nagari dalam Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung merasa lega. Pasalnya, selama ini jika ingin membayar pajak kendaraan bermotor (PKB), mereka harus menghabis waktu satu hari lantaran jarak antara nagari mereka dengan kantor Samsat di Muaro Sijunjung cukup jauh.

Namun sejak dimulainya pelayanan Samsat Keliling (Samkel) Senin (16/9) di Nagari Sungai Betung, mereka hanya menunggu beberapa menit saja.

Seperti yang disebutkan Sekretaris Nagari Sungai Betung, Kecamatan Kamang Baru, Wahdanil Hajis. S.Sos, Rabu (18/9),  ketika masyarakat yang berada di sekitar nagarinya, Nagari Paru, Padang Tarok, Tanjung Keling, Aie Amo dan Maloro, pergi membayar pajak ke Samsat di Muaro Sijunjung, selain harus meninggalkan aktivitas sehari hari, biaya pulang pergi  membayar PKB juga cukup banyak bagi masyarakat setempat. 

Apa yang disebutkan Sekretaris nagari ini, juga diperkuat oleh Wali Nagari setempat, Samudin. Menurut wali Nagari termuda ini, warga di enam nagari yang ada di sekitar Sungai Betung, sangat menyambut baik dan merasa lega adanya pelayanan yang diberikan Kantor Samsat Sijunjung dengan program Samkel ini. " Ndak bisa jo talapak tangan jo niru kami tampuang pak," ujar Samudin berpepatah.

Untuk merespon program Samkel ini, sejak beberapa minggu belakangan, Walinagari bersama aparatur nagari selalu menginformasikan kepada masyarakat tentang adanya pelayanan Samkel, baik di Masjid, surau dan setiap ada pertemuan di kantor walingari. Begitu mendapat informasi itu masyarakat setempat merasa dapat perhatian yang sangat luar biasa. " Poi mambayie pajak ka Muaro tu, abi piti paliang kurang satui mopuluah pak, yo banyak dek kami ma paak," ujar beberapa warga dengan logat aslinya.

Kepala UPTD PPD Sijunjung, Masri, SH, didampingi Kasubag TU, Jon Efrizal, saat dikonfirmasikan membenarkan hal itu. Menurutnya, hasil pantauan, melihat kondisi enam nagari yang berada di sekitar Sungai Betung, untuk ke Samsat harus menempuh jarak 50 - 70 Kilometer dengan kondisi jalan cukup rawan. Berdasarkan survey ini setelah mendapat persetujuan pimpinan ia memberikan layanan Samkel yang dipusatkan di halaman Kantor Wali Nagari Sungai Betung.

Setelah melakukan koordinasi dengan pihak Bank Nagari (BPD) Cabang Sijunjung, tambah Masri, untuk pelayanan Samkel di Sungai Betung ini dilakukan setiap bulan, mulai 16 September 2019, 14 Oktober, 4 November dan 2 Desember 2019. 

Untuk tahun 2020, jadwal samkel melihat perkembangan sampai akhir 2019 ini, " Dari hasil data yang diperdapat, rata di setiap nagari ada 500 - 600 kendaraan bermotor, " terang Masri.

Dari gebrakan pelayanan prima, cepat dan menyenangkan yang dikemas Masri bersama jajarannya di Samsat Sijunjung, tak heran kalau target tahunan Untuk PKB  Rp 16.134.334.000 per 31 Agustus 2019, terealisasi Rp.11.067.899.000 (73,56%). 

Sedangkan untuk BBNKB target Rp453.448.000, sampai akhir Agustus 2019, teralisasi Rp329 .811. 950 (72.74%). Sementara target bulanan untuk PKB Rp1. 358. 511.000, teralisasi Rp1. 464. 255. 550 (107.77%) BBNKB dari target Rp37. 635. 000, teralisasi Rp32. 296.250 (85.81%).
 


Wartawan : Syaiful Husen
Editor : melatisan

Tag :#samsat sijunjung

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com