- Minggu, 12 Juli 2026
Ribuan Pelari Ramaikan Bhayangkara Run 2026, Sawahlunto Kian Kokoh Sebagai Kota Event Dan Sport Tourism
Ribuan Pelari Ramaikan Bhayangkara Run 2026, Sawahlunto Kian Kokoh sebagai Kota Event dan Sport Tourism
Sawahlunto (Minangsatu) – Ribuan pelari dari berbagai daerah memadati kawasan Kota Tua Sawahlunto dalam ajang Bhayangkara Run Road to Police Woman Run 2026 yang digelar Polres Sawahlunto, Minggu (12/7/2026). Event bertajuk "Jelajah Kota Tua Fun Run and Race 5K" tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus menjadi momentum memperkuat citra Sawahlunto sebagai destinasi sport tourism di Sumatera Barat.
Start dan finis dipusatkan di kawasan Kota Tua Sawahlunto. Ribuan peserta tampak antusias mengikuti lomba sambil menikmati panorama kota warisan dunia UNESCO yang kaya akan nilai sejarah dan budaya.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra didampingi Kapolres Sawahlunto AKBP Simon Yana Putra. Hadir pula Ketua KONI Kota Sawahlunto H. Jhon Reflita, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Wali Kota Riyanda Putra mengapresiasi Polres Sawahlunto yang telah menggagas event olahraga berskala besar tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti Bhayangkara Run tidak hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan, tetapi juga berdampak langsung terhadap peningkatan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
"Kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah memberikan manfaat besar bagi Kota Sawahlunto. Hotel, rumah makan, pelaku UMKM, hingga destinasi wisata turut merasakan dampak positif dari penyelenggaraan kegiatan ini. Ini sejalan dengan komitmen kami menjadikan Sawahlunto sebagai kota tujuan wisata berbasis event," ujar Riyanda.
Kapolres Sawahlunto AKBP Simon Yana Putra mengatakan Bhayangkara Run merupakan wujud kedekatan Polri dengan masyarakat sekaligus bentuk dukungan terhadap program pembangunan daerah melalui kegiatan olahraga.
"Polres Sawahlunto akan terus bersinergi dengan Pemerintah Kota dalam menghadirkan kegiatan yang memberi manfaat bagi masyarakat. Kami ingin event ini menjadi ruang kebersamaan sekaligus mendorong Sawahlunto semakin dikenal sebagai kota penyelenggara berbagai event nasional maupun regional," katanya.
Ketua KONI Kota Sawahlunto H. Jhon Reflita menilai Bhayangkara Run menjadi salah satu agenda olahraga yang mampu membangkitkan semangat masyarakat untuk hidup sehat sekaligus memperluas pembinaan olahraga rekreasi.
"Kolaborasi seperti ini sangat positif. Selain meningkatkan partisipasi masyarakat dalam olahraga, event ini juga membuktikan bahwa olahraga dapat menjadi penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," ujarnya.
Kesuksesan Bhayangkara Run 2026 semakin menegaskan kemampuan Sawahlunto sebagai tuan rumah berbagai event berskala besar. Dengan dukungan pemerintah daerah, Polri, komunitas olahraga, serta masyarakat, Kota Arang terus memperkuat posisinya sebagai kota event yang mampu menggabungkan olahraga, sejarah, budaya, dan pariwisata dalam satu kemasan yang menarik.
Editor : melatisan
Tag :Ribuan Pelari, Ramaikan, Bhayangkara Run 2026, Sawahlunto, Kian Kokoh, sebagai Kota Event, Sport Tourism
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
FINAL ROUND MOTOPRIX 2026 DI SIRKUIT KANDI SIAP DIGELAR, PANITIA PRIORITASKAN KESELAMATAN PENONTON
-
FINAL ROUND MOTOPRIX 2026 SIAP DIGELAR DI SIRKUIT KANDI, SAWAHLUNTO BIDIK 400 STARTER PEREBUTKAN PIALA WALI KOTA
-
PERKEMI TERAPKAN POLA INTEGRASI UNTUK MENAMBAH JUMLAH WASIT PERTANDINGAN KEMPO
-
SAWAHLUNTO JADI TUAN RUMAH KEJURNASWIL SHORINJI KEMPO 2026, DONGKRAK SPORT TOURISM DAN UMKM
-
KEJURNASWIL SHORINJI KEMPO SUMATERA 2026 JADI AJANG PEMBINAAN ATLET MENUJU PRESTASI NASIONAL DAN INTERNASIONAL
-
PERKUAT LAYANAN DASAR BERBASIS DIGITAL, PEMPROV SUMBAR LUNCURKAN SAPA SPM DAN RUNDIANG SPM
-
MELAMPAUI NASIONALISME SIMBOLIK
-
KETIKA KAMPUS BELAJAR DARI MASYARAKAT: MAKNA FOME DALAM MEMBENTUK TENAGA KESEHATAN MASA DEPAN
-
BOARD OF PEACE DAN INDONESIA: UJIAN KONSISTENSI DIPLOMASI PERDAMAIAN DI TENGAH KRISIS KEPERCAYAAN PUBLIK
-
JENDERAL ABDUL HARIS NASUTION DAN PERANG KAMANG 1908