HOME KESEHATAN NASIONAL

  • Selasa, 29 September 2026

Ribuan Kasus Diabetes Di Sumbar: Kisah Wartawan Di Padang Bertahan 21 Tahun Dengan Diabetes

Ilustrasi Penderita Diabetes
Ilustrasi Penderita Diabetes

Ribuan Kasus Diabetes di Sumbar: Kisah Wartawan di Padang Bertahan 21 Tahun dengan Diabetes

Diabetes sering kali dianggap sebagai penyakit orang tua atau akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan manis. Padahal, faktor genetik atau keturunan menjadi salah satu pemicu utama yang tidak bisa dicegah, namun sepenuhnya bisa dikendalikan. Kisah Udin, seorang wartawan berusia 58 tahun di Padang, menjadi bukti nyata dari hal tersebut.

Selama 21 tahun, tepatnya sejak usia 37 tahun, Udin hidup berdampingan dengan diabetes tipe 2 yang ia warisi dari orang tuanya. Sebagai seorang wartawan, tantangan yang dihadapinya berlipat ganda. Jadwal liputan yang tidak menentu, sering terlambat makan, hingga kopi dan rokok yang menemani begadang saat menyelesaikan berita, semuanya adalah musuh besar bagi penderita diabetes.

Namun, ia berhasil membuktikan bahwa diabetes turunan bukanlah akhir dari sebuah produktivitas.

Potret Ribuan Kasus Diabetes di Sumatera Barat

Kondisi yang dialami Udin menggambarkan potret besar kesehatan di Sumatera Barat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar yang disampaikan oleh Gubernur Mahyeldi Ansharullah pada peringatan World Diabetes Day 2025 di Padang, prevalensi diabetes di Sumbar mencapai 1,8 persen. Dengan total jumlah penduduk 5,8 juta jiwa, artinya memang banyak warga Sumbar saat ini hidup dengan diabetes.

Angka ini terus mengalami kenaikan setiap tahunnya. Laporan Dinkes Sumbar mencatat, pada tahun 2013 jumlah penderita tercatat sebanyak 24.432 jiwa, kemudian melonjak menjadi 44.280 jiwa pada tahun 2021 yang tercatat di fasilitas kesehatan. Itu pun belum termasuk penderita yang belum terdeteksi. Saat ini, diabetes telah masuk dalam tiga besar Penyakit Tidak Menular (PTM) tertinggi di Sumbar, bersanding dengan hipertensi dan penyakit jantung.

Gubernur juga mengingatkan bahwa perubahan gaya hidup modern menjadi pemicu utama. Konsumsi gula tambahan yang tinggi dari minuman kekinian, makanan olahan tinggi lemak, serta kurangnya aktivitas fisik membuat generasi muda kini juga sangat rentan.

Lalu, Bagaimana Cara Udin Bertahan?

1. Mengakali Makanan Adat Minang Tantangan terberat bagi penderita diabetes di Sumbar adalah kuliner. Gulai bersantan kental, rendang berlemak, dan nasi porsi besar adalah bagian dari budaya. Udin tidak anti dengan makanan Minang, tetapi ia pintar mengakalinya.

  • Porsi Nasi: Jika sebelumnya ia makan sepiring penuh, sekarang ia hanya mengonsumsi setengah piring atau sekitar 100 gram. Ia memperbanyak serat dari sayur gulai tanpa santan kental, seperti daun singkong rebus, pucuk ubi, atau sayur bening.
  • Protein: Ia memilih ikan kembung bakar, ikan tongkol panggang, atau ayam kampung tanpa kulit. Ia secara ketat menghindari jeroan dan daging berlemak tinggi yang sering ditemukan dalam masakan Padang.
  • Minuman: Ini adalah bagian yang paling ia disiplin. Teh talua, kopi susu kental manis, dan minuman sachet ia tinggalkan total. Ia hanya minum teh tawar hangat dan air putih minimal 2 liter sehari. Untuk camilan, ia mengganti kerupuk dan gorengan dengan potongan jambu biji, apel, atau pepaya.

Pola makan ini sejalan dengan anjuran Dinkes Sumbar untuk menerapkan diet gizi seimbang, serta rendah gula, garam, dan lemak.

2. Manajemen Stres dan Tidur Banyak penderita fokus pada obat, namun lupa bahwa stres dan kurang tidur bisa menaikkan gula darah secara drastis. Saat stres, tubuh melepaskan hormon kortisol yang membuat insulin tidak bekerja secara optimal.

Dulu Udin sering begadang mengejar deadline. Kini, di usia 58 tahun, ia justru sangat disiplin. Pukul 22.00 WIB ia sudah mematikan TV dan mencoba tidur. Ia bangun pukul 04.30 untuk Tahajud dan Subuh. Tidur berkualitas selama 6-7 jam membuat gula darah paginya lebih stabil.

Untuk aktivitas fisik, ia tidak memaksakan diri pergi ke gym. Sesuai imbauan Gubernur untuk bergerak minimal 30 menit sehari, Udin cukup jalan kaki keliling kompleks di pagi hari, menyapu halaman, dan sesekali melakukan liputan jalan kaki. Kuncinya adalah tidak duduk terlalu lama.

3. Rutin Cek dan Mencatat Kebiasaan lama sebagai wartawan sangat membantunya. Udin suka mencatat. Ia memiliki buku kecil khusus untuk mencatat hasil cek gula darah puasanya setiap minggu di Puskesmas terdekat. Jika angkanya berada di atas 126 mg/dL selama dua kali berturut-turut, ia akan langsung berkonsultasi dengan dokter.

Deteksi Dini bagi yang Memiliki Riwayat Keluarga

Bagi Anda yang memiliki orang tua dengan riwayat diabetes, risikonya 40 persen lebih tinggi. Lakukan deteksi dini dengan langkah berikut:

  1. Cek gula darah minimal 3 bulan sekali di 281 Puskesmas yang tersebar di Sumbar.
  2. Kenali gejala awal: sering haus berlebihan, sering buang air kecil (terutama malam hari), luka gores kecil yang lama sembuh (lebih dari seminggu), kesemutan, dan penglihatan kabur.
  3. Jangan takut divonis. Semakin cepat terdeteksi, semakin mudah dikendalikan tanpa menimbulkan komplikasi ke ginjal, mata, dan jantung.

Udin kini telah berdamai. Ia tidak lagi marah pada gen yang diwariskan orang tuanya. Ia justru menjadikan penyakit itu sebagai alarm untuk hidup lebih teratur. Di usia 58 tahun, ia masih bisa melipur, masih bisa menulis, dan masih bisa tertawa bersama teman-teman wartawan lainnya di Padang.

Di tengah ribuan kasus di Sumbar, kisah Udin adalah pengingat bahwa diabetes turunan bisa dikendalikan. Kuncinya bukanlah obat yang paling mahal, melainkan konsistensi pada hal-hal sederhana: atur piring, atur tidur, dan rutin cek.

Disclaimer: Artikel ini bertujuan untuk edukasi. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan dokter spesialis penyakit inang di RS atau Puskesmas terdekat.


Wartawan : ads
Editor : boing

Tag :diabetes turunan, kasus diabetes sumbar, cara mengatasi diabetes, diabetes tipe 2, tips diet diabetes, gejala diabetes, penyakit tidak menular, cek gula darah, manajemen diabetes, kesehatan padang

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com