HOME SOSIAL BUDAYA KABUPATEN TANAH DATAR
- Sabtu, 15 April 2023
PWI Berikan Kado Perpisahan Untuk AKBP Rully
Tanah Datar (Minangsatu) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tanah Datar menyerahkan cendramata lukisan kanvas untuk AKBP Ruly Indra Wijayanto, S.I.K, M.Si, Kamis (13/04/2023).
Penyerahan cendramata bertempat di Gedung Indo Jalito Batusanggkar, disaksikan lansung Bupati Eka Putra besama Wakil Bupati Richi Aprian, Ketua DPRD, Kapolres Tanah Datar, Dandim 0307 Tanah Datar.
Terlihat juga Kajari, Pengaadilan Negeri, Ketua Pengadilan Agama Batusangkar, Pengadilan Agama Padang Panjang, Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Sekda beserta para PJU Polres dan OPD se Tanah Datar.
Bendahara PWI Tanah Datar, Destia Sastra didampingi, Meriyanto dan Joni Hermanto beserta pengurus dan anggota PWI Tanah Datar lainnya mewakili Ketua PWI Tanah Datar, Yuldaveri yang berhalangan hadir menyerahkan cendramata itu.
Lukisan Kanvas setinggi, 1,17 Cm X 7,1 Cm itu ketika diserahkan Pengurus PWI masih terbungkus lajaknya sebuah kado.
Bupati Eka Putra ketika meminta agar pengurus PWI dapat membuka cindramata yang terbungkus rapi itu dihadapan tamu yang hadir yang tentunya membuat semua orang penasaran, meski sudah menduga itu pasti fhoto.
Ruly dibantu ajudan dan TUP Leo Candra membuka bungkus cendramata itu. Lapis demi lapis bungkus cendramata itu dibuka, lalu terlihat satu lukisan kanvas dengan bias warna kuning keemasan.
Bupati Eka Putra bersama Wakil Bupati Richi Aprian dan Forkopimda yang hadir memberikan applause setelah Ruly berhasil membuka lukisan kanvas cendramata itu.
Ketua PWI Tanah Datar Yuldaveri di tempat terpisah mengatakan, sengaja memberikan cindramata lukisan Ruly Indra Wijayanto dengan latar belakang istano Basa Pagaruyung.
"Istano Basa Pagaruyung yang merupakan icon wisata Minangkabau memang sengaja dipilih untuk mengingatkan Pak Ruly pernah menjadi Kapolres di pusat Kerajaan Minangkabau," ujar Yuldaveri.
Dibawaah lukisan itu terdapat satu pepatah minang "Kamudiak saantak galah, kailia sarangkuah dayuang, sakato lahia jo bathin, sasuai muluik jo hati".
Pepatah Minangkabau selalu menyampaikan pesan-pesan moral menganut makna yang dalam.
Selama menjadi Kapolres Tanah Datar, Ruly berhasil membangun harmoni dengan stake holder yang ada, baik itu Forkopimda, Media, tokoh adat, tokoh masyarakat maupun Bundokanduang meski hanya bertugas 1 tahun tahun dua bulan.
Makna dari pepatah itu adalah untuk melaksanakan sesuatu pekerjaan dalam masyarakat, pemimpin-pemimpin harus satu kata dengan perbuatan, seiya dan sekata. (*)
Editor : Benk123
Tag :#tanahdatar
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
EMERSIA HOTEL & RESORT BATUSANGKAR GELAR "EMERSIA WEDDING BATUSANGKAR 2026", WEDDING EXPO TERBESAR DI SUMATERA BARAT
-
ALEK PANGHULU NAGARI GURUN 2026 SUKSES DAN MERIAH
-
WARTAWAN TANAH DATAR, M.SYUKUR RESMI MENYANDANG GELAR ADAT DT. GODANG RAJO
-
93 TAHUN, AKHIRNYA SOKO DT. BANGSO KAYO BALIAK KA NAN PUNYO
-
BPRN GURUN HANYA AKUI KAN PERIODE 2025-2030
-
MENJAGA NILAI ABS-SBK DI TENGAH FENOMENA LGBT DI SUMATERA BARAT: ANTARA TANTANGAN SOSIAL, MORAL, DAN TANGGUNG JAWAB BERSAMA
-
MENZIARAHI AKAR SEJARAH SEMEN PADANG FC DI LAWANG
-
JALAN PANJANG KEMANDIRIAN PERS KITA, CATATAN HENDRY CH BANGUN
-
TOLERANSI DAN KETEGUHAN NILAI: MENYIKAPI ISU LGBT DI TENGAH MASYARAKAT KITA
-
PERKUAT LAYANAN DASAR BERBASIS DIGITAL, PEMPROV SUMBAR LUNCURKAN SAPA SPM DAN RUNDIANG SPM