HOME SOSIAL BUDAYA KABUPATEN DHARMASRAYA
- Sabtu, 18 September 2021
Ponpes Pembangunan Pulau Punjung Butuh Uluran Tangan Dan Perhatian Pemerintah
Dharmasraya (Minangsatu) - Pondok pesantren (Ponpes) merupakan wadah pendidikan memiliki kurikulum dan sistem terbaik. Tidak hanya sebatas mempelajari ilmu ukhrawi, Ponpes juga mengajarkan ilmu duniawi. Bahkan sudah banyak mencetak ulama kondang dan pemimpin hebat.
Begitu adanya dilakukan Ponpes Pembangunan Pulau Punjung, terletak di Jorong Jambu Lipo, Kenagarian Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat.
Atas kepiawaian pengurus dalam membesarkan Ponpes tersebut, sudah banyak melahirkan para da'i kondang, serta pemimpin ternama. Sehingga nama besar Ponpes Pembangunan Pulau Punjung sudah tidak asing lagi di telinga para ulama, baik dalam daerah maupun berada di luar daerah, baik warga Jambi maupun Riau.
Ketua Yayasan Ponpes Pembangunan Pulau Punjung Indra Kuma Negara, M.R, diruang kerjanya Jumat (17/9/21) kepada media ini menjelaskan, Ponpes Pembangunan Pulau Punjuang berdiri sejak tahun 1952. Setiap tahun selalu menelorkan da'i berprestasi dibidang keagamaan. Sehingga tidak asing bagi warga Dharmasraya, dan warga daerah tetangga, termasuk Mentawai, Pesisir Selatan, Solok, Riau, dan Jambi.
"Sebagai Ponpes tertua diwilayah Kabupaten Dharmasraya, masih memiliki banyak kekurangan. Sehingga masih membutuhkan bantuan dan uluran tangan dan perhatian pemerintah setempat. Baik dalam pembinaan, maupun dorongan untuk pembangunan fisik, maupun mental," sebut Indra.
Ia juga menambahkan, untuk saat ini paling dibutuhkan, pembangunan akses jalan yang memadai. Agar wali santri datang dari luar daerah, merasa nyaman melintasi jalan penghubung Ponpes ke jalan lintas Sumatera (Jalinsum) berada di depan kantor Bupati Dharmasraya.
"Ponpes berada di pusat ibu kota kabupaten, tepatnya didepan kantor bupati Dharmasraya, tidak elok kelihatannya apabila jalan menuju lokasi, rusak dan berlobang," terangnya lagi.
Begitu juga dengan lampu penerang jalan yang sangat minim. Apalagi, kondisi sekarang, selain anak santri, juga banyak kaum ibu dan para orang tua pergi ibadah Shalat Maghrib, Isya dan Subuh ke Mesjid berada lingkungan Ponpes. Dengan kurangnya penerang jalan, tentu akan rawan atas keselamatan mereka.
Mirisnya lagi, situasi memprihatinkan itu, akan menjadi gunjingan dan preseden buruk bagi pemerintah kabupaten Dharmasraya. Karena banyak keluarga santri luar daerah datang mengunjungi Ponpes. Dengan melihat kondisi tersebut, tentu akan menjadi bahan gunjingan tidak baik bagi mereka ketika sudah sampai di kampung halamannya.
"Sebagai warga Dharmasraya, kami sangat berharap kepada pemerintah Kabupaten Dharmasraya agar dapat memperbaiki jalan menuju Ponpes, dan penerangan lampu jalan dari arah Nagari Sungai Kambut menuju Nagari IV Koto Pulau Punjung. Sehingga warga yang melintas jalan tersebut merasa aman dan nyaman," pungkas Indra Kuma Negara.*
Editor : Benk123
Tag :#dharmasraya
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
SEPULUH TAHUN MENUMPANG, SITI AKHIRNYA DAPAT BANTUAN BEDAH RUMAH DARI GUBERNUR MAHYELDI
-
KAPOLRES DHARMASRAYA SAMBUT HANGAT KEDATANGAN PERDANA BUS GRATIS PULANG BASAMO 2026
-
WAKILI KAPOLDA SUMBAR, KAPOLRES DHARMASRAYA SAMBUT KLOTER PERTAMA PERANTAU PULANG BASAMO TAHUN 2026
-
DISAAT PERSONIL POLRES DHARMASRAYA TURUN KE JALAN, 200 PAKET TAKJIL DIBAGIKAN KEPADA WARGA
-
ANGGOTA DPRRI ANDRE ROSIADE SERAHKAN SATU UNIT AMBULANCE DAN 5.000 PAKET SEMBAKO UNTUK WARGA DHARMASRAYA
-
IKATAN MAHASISWA TIGO LURAH (IKMTL) GELAR FESTIVAL SENI OLAHRAGA TIGO LURAH 2026, BERTEMA "RASO KA KAMPUANG, KARYA UNTUAK NAGARI"
-
FENOMENA BARU KAWASAN WISATA ALAHAN PANJANG YANG MERISAUKAN
-
LMJ BERBAGI: SEDERHANA, TETAPI PENUH MAKNA
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK