HOME VIRAL UNIK

  • Kamis, 19 Maret 2026

Perkembangan Sistem Adat Salingka Nagari Di Sumatera Barat

Perkembangan Sistem Adat Salingka Nagari di Sumatera Barat

Oleh: Andika Putra Wardana

Di banyak nagari di Sumatera Barat hari ini, aturan hidup masyarakat tidak hanya ditentukan oleh pemerintah. Ada satu hal yang masih berjalan berdampingan, yaitu adat salingka nagari. Ia tidak tertulis seperti undang-undang negara, tapi tetap dipakai dan ditaati.

Perkembangan sistem adat salingka nagari di Sumatera Barat tidak berhenti di masa lalu. Ia terus bergerak mengikuti zaman, tapi tetap bertahan pada prinsip dasarnya. Di situlah kekuatan nagari terlihat.

Adat Salingka Nagari

Dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, setiap nagari punya aturan sendiri. Aturan ini dikenal sebagai adat salingka nagari.

Artinya sederhana. Adat yang berlaku di dalam satu nagari, sesuai dengan kebiasaan dan kesepakatan masyarakat setempat.

Aturan ini tidak berdiri sendiri. Ia diwariskan dari generasi ke generasi. Dikenal dalam ungkapan “warih nan bajawek, pusako nan ditolong”, sesuatu yang sudah turun-temurun dan tetap dijaga. 

Di dalamnya diatur banyak hal. Mulai dari hubungan sosial, penyelesaian konflik, sampai sanksi adat. Semua diselesaikan lewat musyawarah.

Peran Ninik Mamak dan Kerapatan Adat Nagari

Dalam praktiknya, adat salingka nagari dijalankan oleh para pemangku adat. Ninik mamak memegang peran utama.

Mereka tidak bekerja sendiri. Ada lembaga yang disebut Kerapatan Adat Nagari atau KAN.

KAN menjadi tempat berkumpulnya para penghulu. Di sinilah persoalan nagari dibicarakan. Keputusan diambil bersama, bukan oleh satu orang saja.

Dalam banyak kasus, sengketa atau masalah sosial diselesaikan melalui forum adat ini. Hasilnya biasanya diterima oleh masyarakat karena dianggap adil dan sesuai adat.

Ada prinsip yang dijaga. Tidak ada keputusan yang merugikan satu pihak secara sepihak.

Adat yang Bisa Berubah, Tapi Tidak Hilang

Menariknya, adat salingka nagari tidak kaku. Ia bisa berubah mengikuti keadaan.

Dalam pepatah adat disebutkan, “sakali aia gadang, sakali tapian barubah”. Artinya, ketika keadaan berubah, aturan bisa menyesuaikan. Tapi tidak semua berubah. Yang pokok tetap dipertahankan. 

Hal ini terlihat dalam kehidupan masyarakat nagari yang mulai terbuka dengan perkembangan zaman. Sistem sosial bisa menyesuaikan, tapi nilai dasar adat tetap dijaga.

Ini yang membuat adat salingka nagari tetap bertahan sampai sekarang.

Dari Masa Desa hingga Kembali ke Nagari

Perjalanan adat salingka nagari juga sempat mengalami perubahan besar.

Pada masa Orde Baru, sistem pemerintahan nagari diganti menjadi desa. Struktur adat tidak lagi menjadi pusat pemerintahan seperti sebelumnya. Banyak fungsi adat yang mulai berkurang.

Namun setelah reformasi, keadaan berubah. Dengan adanya otonomi daerah, Sumatera Barat kembali menggunakan sistem nagari sebagai pemerintahan terendah.

Kebijakan ini sekaligus menghidupkan kembali adat di tengah masyarakat. Nagari kembali menjadi ruang utama untuk menjalankan adat dan budaya. 

Sejak saat itu, adat salingka nagari kembali diperkuat.

Adat Salingka Nagari di Tengah Generasi Baru

Hari ini, tantangan datang dari generasi muda yang mulai jauh dari adat.

Karena itu, beberapa daerah mulai memasukkan adat salingka nagari ke dalam pendidikan lokal. Tujuannya sederhana. Supaya anak-anak nagari tetap mengenal adatnya sendiri. 

Upaya ini juga dilakukan lewat kegiatan adat, pelatihan, hingga program nagari.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga mendorong agar nilai adat tetap dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Adat tidak hanya jadi simbol.

Nagari, Adat, dan Kehidupan yang Masih Berjalan

Kalau dilihat hari ini, adat salingka nagari masih hidup. Tidak selalu terlihat, tapi tetap ada dalam kehidupan masyarakat.

Ia muncul dalam musyawarah. Dalam penyelesaian masalah. Bahkan dalam cara orang bergaul sehari-hari.

Perkembangannya memang mengikuti zaman. Tapi arahnya tetap sama. Menjaga keseimbangan hidup masyarakat nagari.

Dan selama nagari masih ada, adat salingka nagari juga akan tetap berjalan.


Wartawan : Andika Putra Wardana
Editor : melatisan

Tag :Perkembangan, Sistem Adat, Salingka Nagari, Sumatera Barat

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com