HOME SOSIAL BUDAYA PROVINSI SUMATERA BARAT
- Kamis, 15 Januari 2026
Pemerintah Mulai Melakukan Rehabilitasi Lahan Pertanian Terdampak Bencana Di Sumbar
Pemerintah Mulai Melakukan Rehabilitasi Lahan Pertanian Terdampak Bencana di Sumbar
Solok (Minangsatu) - Kementerian Pertanian resmi memulai kegiatan rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar). Khusus di Sumbar, kegiatan perdana rehabilitasi lahan dilaksanakan di Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Kamis (15/1/2026).
Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian, Sam Herodian mengatakan rehabilitasi lahan terdampak bencana ini bertujuan untuk menjaga sumber pendapatan petani dan sekaligus menjaga produktivitas pangan nasional.
"Kegiatan ini, kita laksanakan secara serentak di 3 wilayah terdampak bencana dan dilaunching langsung oleh Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bapak Andi Amran Sulaiman untuk menjaga produktivitas pangan nasional dan ekonomi petani," ungkap Sam Herodian.
Lebih lanjut, ia menjelaskan prioritas awal Kementerian Pertanian adalah menangani lahan sawah dengan kategori kerusakan ringan hingga sedang. Sementara untuk kategori rusak berat, akan ditangani selanjutnya secara bertahap.
Ia menuturkan, langkah rehabilitasi mencakup pembentukan kembali struktur lahan, hingga pendampingan penanaman dan bantuan alat mesin pertanian agar sawah segera kembali produktif dan bisa ditanami petani.
"Bentuk intervensi yang kita berikan adalah kita akan membentuk kembali lahannya, pendampingan penanaman, itu kita tangani, termasuk bantuan peralatan mesin pertanian," jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi menyampaikan terimakasih atas gerak cepat Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian dalam melakukan pemulihan terhadap lahan masyarakat yang terdampak bencana di Sumbar.
Ia menegaskan, kegiatan rehabilitasi lahan ini tidak hanya di Kabupaten Solok, tapi juga akan dilaksanakan di kabupaten/kota lainnya yang terdampak bencana di Sumbar. Skema penanganannya pun di mulai dari yang rusak ringan setelah itu baru ke yang rusak sedang dan berat.
"Tahap awal ini, kita mulai penanganan untuk lahan yang rusak ringan dulu setelah itu baru yang rusak sedang. Tidak hanya di Solok tapi juga di kabupaten/kota lain yang terdampak, semua dapat giliran," tegas Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi.
Ia berharap dengan adanya program rehabilitasi ini, para Petani di Sumbar dapat kembali bersemangat. Dengan tujuan, agar Sumbar bisa segera bangkit dan pulih, baik secara mental maupun ekonomi.
Arry mengungkap berdasarkan catatan Pemprov Sumbar, luas lahan yang terdampak bencana di Sumbar mencapai 6.451 hektar. Dengan rincian, seluas 2.802 hektar rusak ringan, 822 hektar rusak sedang dan 2.827 hektar rusak berat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Solok, H. Chandra; Wakil Walikota Solok, Suryadi Nurdal; Forkopimda Kabupaten dan Kota Solok; Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumbar, Afniwirman; Kepala Dinas Peternakan dan Keswan Provinsi Sumbar, Sukarli; serta Kepala Biro Adpim Setdaprov Sumbar, Nolly Eka Mardianto.
Editor : ranof
Tag :#rehabilitasi lahan pertanian #korban bencana #Solok #Sumbar
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
KADIS KEBUDAYAAN SUMBAR "PUNG" WAFAT, GUBERNUR MAHYELDI SAMPAIKAN DUKA MENDALAM
-
GUBERNUR MAHYELDI LAPORKAN KELANGKAAN SOLAR DI SUMBAR KEPADA COO DANANTARA
-
GUBERNUR MAHYELDI: PKK HARUS HADIR MENJAWAB PERSOALAN KELUARGA DAN MASYARAKAT
-
GUBERNUR MAHYELDI: HINGGA 2026, SEBANYAK 164 WARISAN BUDAYA TAKBENDA ASAL SUMBAR TELAH DITETAPKAN SEBAGAI WBTBI
-
PEMPROV SUMBAR SALURKAN 2,1 TON RENDANG UNTUK KORBAN BENCANA DI NTT
-
KALAU ALAM SUDAH MENEGUR, CATATAN HENDRY CH BANGUN
-
MEMAHAT MANUSIA, BUKAN MENUMPUK BETON: BERGURU KE SULAWESI TENGAH
-
MADING LEMBAGA MAHASISWA JURUSAN SASTRA MINANGKABAU RESMI DIAKTIFKAN KEMBALI
-
KAPAN TERAKHIR KE PASAR? CATATAN JURNALISTIK HENDRY CH BANGUN
-
MELAWAN ARUS ALGORITMA: KETIKA PERS SUMATERA BARAT MEMILIH MENGHARGAI "SUNYI" DI UJUNG NEGERI