- Senin, 3 Agustus 2020
Payakumbuh Unik, Daging Kurban Dibagikan Dalam Bentuk Randang
Payakumbuh (Minangsatu) - Ada yang unik pada proses pembagian daging kurban di hari raya Idul Adha 1441 Hijriah atau tahun 2020 pada kalender masehi di Kota Payakumbuh. Pasalnya daging kurban akan dibagikan dalam bentuk randang.
"Ini merupakan program awal yang kita kelola, jadi jangan dilihat dari sisi berapa jumlah sapi dan anggota Qurban kita tahun ini. Tapi, lihatlah bagaimana spirit para peserta qurban dan inovasi Pemko Payakumbuh serta semangat orang-orang yang terlibat dalam proses ini termasuk para pengolah daging ini menjadi Randang," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Payakumbuh, Wal Asri melalui Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pusat Pelayanan dan Pengembangan Randang, Rendi Pratama, Senin (3/8) di Payakumbuh.
Dikatakan Rendi, kegiatan "Qurban Randang" ini merupakan program dari Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh dalam menyambut hari raya Idul Adha 1441 Hijriah.
"Untuk tahun pertama ini anggota qurban kita ada sebanyak 35 orang diantaranya merupakan Pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Payakumbuh dengan jumlah sapi sebanyak 5 ekor," ungkapnya.
Dikatakan, penyembelihan hewan qurban dilaksanakan Sabtu (1/8) di Rumah Potong Hewan (RPH) Modern. Selanjutnya dilakukan pembagian daging qurban kepada pekerja Tenaga Harian Lepas (THL) dan petugas kebersihan Kota Payakumbuh pada Minggu (2/8) dan Senin (3/8).
"Nah, sisa dari daging qurban setelah dibagikan itulah nantinya yang akan kita olah menjadi randang. Proses pengolahannya bertempat di sentra IKM randang Kota Payakumbuh pada Senin (3/8)," kata Rendi.
"Setelah proses pengolahan Randang dan pengemasan selesai, baru kita distribusikan. Rencanya akan didistribusikan kepada peserta qurban, BPBD Provinsi Sumbar, beberapa masjid, dan disimpan sebagai stok kebutuhan bencana dan bantuan sosial," tambahnya.
Kegiatan Qurban Randang atau ASN berqurban yang dikelola Pemko Payakumbuh ini tentu sangat banyak manfaatnya untuk kemajuan dan kepopulerkan Randang. Apalagi, kota Payakumbuh saat ini dikenal sebagai City Of Randang.
"Karena ini baru awal, maka kita berharap tahun-tahun berikutnya program ini tetap berlanjut dengan jumlah peserta dan hewan qurban yang lebih banyak. Selain itu, kita melihat kegiatan ini juga banyak manfaatnya. Dan kita akan mempersiapkan target untuk program ini di masa yang akan datang," tutup Rendi.
Sementara itu, Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi memberikan apresiasi kepada ASN yang ikut dalam kegiatan ASN berqurban ini. Walikota menyebut tidak semua daging di bagikan dalam bentuk Randang karena kondisi masih pandemi Covid-19.
"Karena kondisi masih pandemi Covid-19. Maka diusulkan sebagian daging qurban di randang," katanya.
Diharapkan Walikota Riza, nantinya para Perantau Minang juga turut berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan seperti ini. Karena program Qurban Randang ini bisa menjadi terobosan baru dalam setiap pelaksanaan ibadah qurban di Kota Payakumbuh.
“Ini baru Payakumbuh, kita berharap qurban Randang ini dapat dikembangkan. Bila seluruh Indonesia mau qurban Randangnya diolah di Payakumbuh, kita siap. Nanti, kita bagikan kepada masyarakat, dhuafa, dan yang tertimpa musibah,” tambahnya.
Sebelum pelaksanaan qurban randang ini, Pemko Payakumbuh melalui Bagian Kesra telah melakukan koordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Payakumbuh, untuk memastikan apakah pengolahan daging qurban menjadi randang sebelum diserahkan kepada masyarakat tersebut bertentangan dengan syariat agama Islam atau tidak.
“Karena ini baru, maka kita benar-benar meminta persetujuan dan pendapat dari MUI terlebih dahulu, karena kita khawatir nantinya ada polemik ditengah masyarakat karena memberikan saging qurban berupa makanan olahan. Alhamdulillah ternyata diperbolehkan,” kata Wali Kota Riza Falepi.
Editor : sc.astra
Tag :#RandangDagingKurban #Payakumbuh #Sumbar
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
JEMAAH CALON HAJI KLOTER 13 DAN KLOTER 14 DARI PAYAKUMBUH BERANGKAT KE TANAH SUCI MAKKAH
-
175 JEMAAH CALON HAJI ASAL KOTA PAYAKUMBUH DILEPAS KE TANAH SUCI MAKKAH
-
BERBEDA DENGAN PEMKO, KETUA DPRD PAYAKUMBUH SHALAT IDUL FITRI HARI SABTU
-
PEMKO PAYAKUMBUH GELAR SHALAT IDUL FITRI JUMAT PAGI DI HALAMAN BALAI KOTA
-
WALI KOTA PAYAKUMBUH AJAK MASYARAKAT BERLOMBA-LOMBA TEBAR KEBAIKAN
-
DARI PASAR KE TANAH SUCI: KISAH PAK DAS, BURUH ANGKUT BATUSANGKAR YANG MENJEMPUT KEMULIAAN DI KURSI BISNIS GARUDA
-
KOPI MINANG, PERMATA GASTRONOMI YANG LAYAK JADI WAJAH WONDERFUL INDONESIA
-
PERTUMBUHAN EKONOMI SUMBAR MENGUAT DI AWAL 2026
-
HARAPAN DAN REALITAS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA: ANTARA NARASI KEMAJUAN DAN KRISIS STRUKTURAL
-
KARTINI DI RANTAU: KETIKA SEMANGAT EMANSIPASI BERTEMU FALSAFAH BUNDO KANDUANG