HOME BIROKRASI KABUPATEN SOLOK SELATAN
- Senin, 25 Mei 2026
Parbudpora Solok Selatan Perkuat Pelestarian Budaya Tak Benda
Parbudpora Solok Selatan Perkuat Pelestarian Budaya Tak Benda
Padang Aro (Minangsatu) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Parbudpora) terus memperkuat upaya pelestarian budaya daerah melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembinaan Lembaga Adat bertema “Khazanah Karya Adat Budaya Solok Selatan dengan Potensi WBTB Indonesia”, yang digelar di Aula Disparbudpora, Senin (25/05/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam mendorong berbagai kekayaan adat dan budaya Solok Selatan agar dapat diinventarisasi, didokumentasikan, serta diusulkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.
Dalam laporan panitia yang disampaikan Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Solok Selatan, Pamil Ruskamdani, disebutkan bahwa Solok Selatan memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, mulai dari bahasa adat, tradisi lisan, seni pertunjukan, adat istiadat, hingga keterampilan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat.
Namun di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus modernisasi, berbagai warisan budaya tersebut dinilai menghadapi tantangan serius karena belum terdokumentasi secara optimal.
“Warisan leluhur ini merupakan identitas dan jati diri masyarakat Solok Selatan. Jika tidak dijaga dan didokumentasikan dengan baik, maka dikhawatirkan akan tergerus bahkan hilang seiring perkembangan zaman,” ungkap Pamil dalam laporannya.
Ia menekankan bahwa inventarisasi kekayaan adat dan budaya menjadi hal penting untuk menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya bagi generasi masa depan. Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya diwariskan secara lisan, namun harus diperkuat dengan pendataan, dokumentasi, dan pengarsipan yang baik agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda.
“Melalui kegiatan ini kita berharap seluruh unsur adat dan masyarakat memiliki kesadaran bersama untuk menjaga serta mendokumentasikan khazanah budaya daerah. Ini penting agar anak cucu kita nantinya tetap mengenal identitas budayanya sendiri,” tegasnya.
Melalui bimtek ini, peserta tidak hanya diberikan pemahaman mengenai pentingnya Warisan Budaya Tak Benda, tetapi juga dibekali kemampuan teknis dalam proses inventarisasi, pendataan, dokumentasi hingga penyusunan usulan karya budaya untuk memperoleh pengakuan nasional.
Kegiatan menghadirkan dua narasumber kompeten di bidang kebudayaan, yakni Prof. Pramono, SS., M.Si., Ph.D dari Universitas Andalas Padang dan Nofri Duino Zora, M.Hum dari Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat.
Sebanyak 25 peserta mengikuti kegiatan tersebut yang berasal dari unsur wali nagari, Kerapatan Adat Nagari (KAN), Bundo Kanduang, maestro seni budaya, serta tokoh adat di Solok Selatan.
Tidak sekadar menjadi forum diskusi budaya, kegiatan ini juga diharapkan menjadi titik awal lahirnya gerakan bersama untuk menjaga khazanah budaya lokal agar tetap hidup di tengah masyarakat dan dikenal lebih luas di tingkat nasional maupun internasional.
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menilai, pelestarian budaya merupakan investasi jangka panjang dalam menjaga identitas daerah sekaligus memperkuat karakter generasi muda di tengah perubahan sosial yang terus berkembang.(vino/solsel)
Editor : melatisan
Tag :Parbudpora Solok Selatan, Perkuat Pelestarian, Budaya Tak Benda
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
KHAIRUNAS PERKUAT KOMITMEN PENDIDIKAN, SOLOK SELATAN SIAP SAMBUT SEKOLAH RAKYAT
-
KHAIRUNAS DORONG PERCEPATAN PEMBANGUNAN SEKOLAH RAKYAT, SOLOK SELATAN NYATAKAN SELURUH PERSYARATAN TELAH SIAP
-
PERINGATI HARGANAS, WABUP YULIAN EFI: KELUARGA KUNCI LAHIRKAN SDM UNGGUL MENUJU INDONESIA EMAS 2045
-
KHAIRUNAS CANANGKAN SENSUS EKONOMI 2026, SOLOK SELATAN PERKUAT TATA KELOLA DATA LEWAT SIMSALABIM
-
JALUR PENDAKIAN GUNUNG KERINCI DARI SOLOK SELATAN KIAN DEKAT, PEMKAB BAHAS KERJA SAMA DENGAN TNKS
-
PERKUAT LAYANAN DASAR BERBASIS DIGITAL, PEMPROV SUMBAR LUNCURKAN SAPA SPM DAN RUNDIANG SPM
-
MELAMPAUI NASIONALISME SIMBOLIK
-
KETIKA KAMPUS BELAJAR DARI MASYARAKAT: MAKNA FOME DALAM MEMBENTUK TENAGA KESEHATAN MASA DEPAN
-
BOARD OF PEACE DAN INDONESIA: UJIAN KONSISTENSI DIPLOMASI PERDAMAIAN DI TENGAH KRISIS KEPERCAYAAN PUBLIK
-
JENDERAL ABDUL HARIS NASUTION DAN PERANG KAMANG 1908