- Selasa, 6 Januari 2026
Nagari Cupak: Jejak Perjuangan, Adat Nagari, Dan Kehidupan Di Kaki Gunung Talang
Nagari Cupak: Jejak Perjuangan, Adat Nagari, dan Kehidupan di Kaki Gunung Talang
Oleh: Andika Putra Wardana
Nagari Cupak terletak di Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Nagari ini tumbuh dan berkembang di kaki Gunung Talang, gunung berapi yang menjadi penanda alam sekaligus penopang kehidupan masyarakatnya. Secara geografis, Cupak berada pada jalur strategis Solok–Padang, menjadikannya nagari yang sejak lama terbuka terhadap arus manusia, perdagangan, dan peristiwa sejarah besar.
Dalam struktur adat Minangkabau, nagari merupakan satuan politik dan sosial yang otonom. Hal ini juga tercermin di Nagari Cupak, di mana pemerintahan adat dijalankan oleh niniak mamak sebagai pemimpin kaum, dengan penghulu sebagai pemegang kedaulatan adat. Bahkan ketika pengaruh kolonial Belanda mulai masuk ke Alam Minangkabau, kehidupan adat di Cupak tetap bertahan dan tidak sepenuhnya tunduk pada kekuasaan luar.
Sejarah Nagari Cupak mencatat peran penting masyarakatnya dalam masa perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pada masa Agresi Militer Belanda I dan II, Cupak menjadi salah satu tempat penampungan pengungsi dari Padang dan daerah sekitarnya. Rumah-rumah penduduk dan dapur umum dibuka untuk membantu para pengungsi, sementara pos kesehatan dikelola oleh perawat perempuan nagari untuk merawat mereka yang sakit dan kelelahan.
Puncak peristiwa kelam dalam sejarah Cupak terjadi pada 4 Januari 1949, ketika Belanda melakukan penyerangan besar-besaran terhadap nagari ini sebagai balasan atas perlawanan para pejuang. Rumah-rumah dibakar, nagari diluluhlantakkan, dan sejumlah pejuang gugur dalam pertempuran. Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam dalam ingatan kolektif masyarakat Cupak, sekaligus menjadi simbol keberanian dan keteguhan dalam mempertahankan tanah air.
Meski pernah dilanda kehancuran, Nagari Cupak bangkit dan terus melanjutkan kehidupan. Jejak sejarah perjuangan tersebut kini menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas nagari, diwariskan dari generasi ke generasi sebagai pengingat akan harga sebuah kemerdekaan.
Editor : melatisan
Tag :Nagari Cupak, Jejak Perjuangan, Adat Nagari, Kehidupan, Gunung Talang
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
SIJOBANG LIMA PULUH KOTA MENGHIDUPKAN KISAH ANGGUN NAN TONGGA LEWAT SENI TUTUR
-
ALEK BAKAJANG GUNUANG MALINTANG, TRADISI PERAHU YANG MERAMAIKAN LEBARAN DI LIMA PULUH KOTA
-
TAMBUA TANSA PADANG PARIAMAN MENGIRINGI ARAK-ARAKAN DAN ALEK ANAK NAGARI
-
PUPUIK BATANG PADI DI AGAM TUMBUH DARI TRADISI MASYARAKAT SAWAH
-
RONGGENG PASAMAN DI PASAMAN BARAT PADUKAN PANTUN, MUSIK, DAN TARI