HOME BIROKRASI KABUPATEN SOLOK
- Jumat, 16 Januari 2026
Kementan RI Lakukan Groundbreaking Rehabilitasi Lahan Sawah Pascabencana Di Selayo Kabupaten Solok
Kementan RI Lakukan Groundbreaking Rehabilitasi Lahan Sawah Pascabencana di Selayo Kabupaten Solok
Selayo (Minangsatu) – Rehabilitasi lahan sawah pascabencana di Kabupaten Solok dan Sumatera Barat resmi dimulai. Program tersebut ditandai dengan groundbreaking rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana se- Sumatera yang dilakukan serentak oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melalui daring dari Lhokseumawe Aceh, Kamis (15/01/26).
Sementara untuk wilayah Sumatera Barat Groundbreaking dipusatkan di Jorong Munggu Tanah Nagari Selayo Kecamatan Kubung yang dibuka Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Prof.Dr.Ir.Sam Herodian didampingi Direktur Irigasi Pertanian Dhani Gartina, S.Kom,M.T, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Dr.Tedy Dirhamsyah, serta Direktur Polbangtan Malang Dr. Ir. Setua Budi Udrayana.
Groundbreaking ditandai dengan penanaman perdana di lahan sawah yang telah direhabilitasi
Turut hadir Gubernur Sumatera Barat diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi, Wakil Bupati Solok H. Candra, Wakil Wali Kota Solok Suryadi Nurdal, Pangdam I/Bukit Barisan, unsur Forkopimda, serta OPD terkait baik dari Provinsi Sumbar dan Kabupaten Solok
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemulihan sektor pertanian pascabencana merupakan tanggung jawab negara. Program ini menjadi langkah awal percepatan pemulihan sektor pertanian yang terdampak bencana alam.
“Ini tanggung jawab kami sebagai Menteri Pertanian dan sebagai Kepala Badan Pangan Nasional,” tegas Mentan Amran.
Ia menyebutkan, kerusakan lahan pertanian berpotensi menimbulkan gagal panen skala besar, yang dapat mengancam ketersediaan pangan lokal, bahkan berdampak pada stabilitas harga pangan secara lebih luas.
Sementara itu, Direktur Irigasi Pertanian Kementan Dhani Gartina memaparkan, luas lahan optimalisasi (OPLAH) di Provinsi Sumatera Barat mencapai 2.558 hektare yang tergolong rusak ringan. Khusus Kabupaten Solok, luas lahan sawah terdampak mencapai 1.247 hektare.
“Intervensi yang dilakukan meliputi optimalisasi lahan (OPLAH), pembangunan bangunan konservasi seperti dam parit, serta rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT),” ujar Dhani.
Ia menargetkan seluruh proses rehabilitasi hingga penanaman rampung paling lambat pada minggu kedua Februari 2026. Setiap lahan yang telah selesai direhabilitasi akan langsung ditanami.
.
Staf Ahli Menteri Pertanian Prof. Dr. Ir. Sam Herodian mengatakan, seluruh petani yang lahannya terdampak di Kabupaten Solok akan mendapatkan bantuan. “Bantuan yang diberikan meliputi biaya pengolahan lahan, benih, pupuk, alsintan, hingga sarana pendukung lainnya,” kata Sam Herodian.
.
Bantuan diserahkan oleh Staf Ahli Menteri Pertanian Prof. Dr. Ir. Sam Herodian bersama Sekda Provinsi Sumbar Arry Yuswandi dan Wakil Bupati Solok H. Candra.
Wakil Bupati Solok H.Candra menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian, atas respons cepat dalam penanganan lahan sawah terdampak bencana.
“Dengan bantuan ini, kami berharap lahan sawah yang terdampak bisa segera ditanami kembali. Kami mengimbau masyarakat memanfaatkan bantuan yang diberikan pemerintah dengan sebaik-baiknya,” ujar Wabup Candra..(zulnazar)
Editor : melatisan
Tag :Kementan RI, Groundbreaking, Rehabilitasi, Lahan Sawah, Pascabencana, Selayo, Kabupaten Solok
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
BUPATI SOLOK JON FIRMAN PANDU IKUTI RAKERNAS XVII APKASI TAHUN 2026 DI BATAM
-
GUBERNUR MAHYELDI: PEMPROV ALOKASIKAN ANGGARAN RP 2 MILYAR UNTUK PERBAIKAN SALURAN IRIGASI BANDA GADANG GUGUAK
-
GUBERNUR MAHYELDI TINJAU JALAN PROVINSI YANG AMBLAS DI KOTO GAEK GUGUAK
-
BUPATI SOLOK BERAUDIENSI KE DIREKTORAT PERENCANAAN KONSERVASI KEMENTERIAN KEHUTANAN
-
BUPATI SOLOK IKUTI RAKORPERCEPATAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI PASCABENCANA HIDROMETEOROLOGI MENDAGRI TITO KARNAVIAN DI PADANG
-
PASAN BURUANG DAN ALAM YANG LUKA: RENUNGAN EKOKRITIK DI TENGAH BENCANA SUMATERA
-
MAHASISWA KKN KEBENCANAAN UNIVERSITAS ANDALAS LAKUKAN PENDATAAN DAMPAK BANJIR DI KAPALO KOTO, PADANG
-
SEDIKIT KEGEMBIRAAN DI TENGAH KECEMASAN, CATATAN HENDRY CH BANGUN
-
MAHASISWA KKN UNIVERSITAS ANDALAS TOBOH GADANG DORONG PERTANIAN BERKELANJUTAN MELALUI PROGRAM RAMAH LINGKUNGAN
-
MAHASISWA KKN UNAND MENGAJAR DI DUA TK TOBOH GADANG, KENALKAN RAGAM HIAS MINANGKABAU DAN JEPANG