- Selasa, 8 Desember 2020
Ingin Cetak Pemain Berambisi Main Di Luar Negeri, Jacksen F. Tiago Berencana Dirikan Akademi
Surabaya (Minangsatu)–Lama berkarier sebagai pemain dan pelatih di Indonesia, membuat seorang Jacksen F. Tiago sangat mencintai Indonesia. Tak tanggung-tanggung sebagai bukti kecintaannya terhadap sepakbola Indonesia, Pelatih Persipura ini berencana mendirikan sebuah akademi sepakbola dengan karakter sepakbola Indonesia yang bisa mencetak pemain siap bersaing di kompetisi luar negeri.
Secara eksklusif kepada Minangsatu, Coach Jacksen mengutarakan niat baiknya tersebut, Selasa (8/12/2020). "Mengekspor pemain keluar negeri adalah hal yang sangat mungkin untuk dilaksanakan di Indonesia. Sepakbola Indonésia punya animo yang sangat luar biasa. Apalagi animo dari anak-anak. Saya sendiri punya anak usia 15 tahun di rumah. Sehingga saya bisa merasakan begitu besar ambisinya untuk bermain sepakbola," ujarnya.
Guna merealisasikan rencana besar tersebut, Jacksen telah mengawalinya dengan menggelar berbagai kegiatan sejak Juni hingga Desember 2020. "Sejak bulan Juni kemarin sampai Desember ini kegiatan saya dipadatkan dengan kursus kepelatihan dan menggelar Football Camp. Saat ini, saya sedang menjalankan sebuah program Football Camp dengan anak-anak usia 10 hingga 15 tahun," jelasnya.
Ditegaskan mantan pelatih timnas Indonesia 2013 ini, fokus dari pendirian akademi nantinya tidak hanya berorientasi kepada mencetak pemain namun juga berusaha menciptakan manusia (atlet) yang lebih baik dalam segala aspek. "Saya meyakini sebuah prinsip bahwa “pemain pintar main bola, lebih cerdas saat di sekolah”. Karena dalam dunia olahraga, lebih banyak anak gagal, daripada sukses dalam mengejar mimpinya. Sehingga kami fokus terhadap yang akan menjadi atlet maupun yang akan gagal. Karena yang gagal akan lebih berdampak kepada perkembangan bangsa dan negara," katanya.
Menurut Jacksen prinsip-prinsip tersebut sudah mulai diasah dengan pelaksanaan Football Camp. "Di Football Camp, itu yang sedang kami berusaha lakukan. Kami menggelar beberapa kegiatan yang berhubungan dengan character building seperti belajar menanam pohon, menerapkan disiplin yang berdampak kepada keseharian anak-anak, belajar tentang recycling bin dan juga penguasaan bahasa Inggris," tuturnya.
Diakui Jacksen, pengalamannya sebagai pemain di Brasil maupun Indonésia serta pengalaman melatih di berbagai klub di Asia mendorongnya untuk semakin gencar mewujudkan mimpi mendirikan akademi. "Saya lama bermain di Indonesia. Saya sudah sangat memahami dan mencintai karakter sepakbola Indonesia. Lebih lagi pengalaman saya sebagai pelatih di benua Asia dan beberapa kali di event Danone. Semoga rencana baik ini bisa terwujud dan mendapat sokongan banyak pihak," ulasnya.
Bagi Jacksen, program yang diusung PSSI sejauh ini sudah semakin baik terutama dalam mencetak pemain-pemain muda. "Sepertinya PSSI telah menemukan solusi untuk permasalah konsistensi pemain usia muda. Saya sangat mendukung program-program seperti kompetisi EPA U16 dan U18. Apalagi dengan menambah program seperti Garuda Selection, tentunya akan ada harapan sepakbola Indonesia semakin lebih baik kedepannya," pungkasnya.
Editor : sindy
Tag :#Pemain #LuarNegeri #JacksenF.Tiago #Akademi
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
COACH DIAN OKTA ANTAR PESIK KUNINGAN RAIH RUNNER-UP LIGA 4 PIALA PRESIDEN 2026
-
DIAN OKTA DAN PESIK KUNINGAN SELANGKAH LAGI MENUJU TANGGA JUARA LIGA 4 2025/2026
-
PIALA DUNIA 2026 BIKIN EFOOTBALL MAKIN RAMAI, INI DERETAN GAME LEGENDARIS KONAMI YANG MASIH EKSIS
-
DIAN OKTA UKIR PRESTASI, PESIK KUNINGAN PROMOSI KE LIGA 3 NUSANTARA
-
CEGAH ATLET "SILUMAN", SIWO PWI LAMPUNG PERKUAT SISTEM VERIFIKASI JELANG PORWANAS XV
-
PERKUAT LAYANAN DASAR BERBASIS DIGITAL, PEMPROV SUMBAR LUNCURKAN SAPA SPM DAN RUNDIANG SPM
-
MELAMPAUI NASIONALISME SIMBOLIK
-
KETIKA KAMPUS BELAJAR DARI MASYARAKAT: MAKNA FOME DALAM MEMBENTUK TENAGA KESEHATAN MASA DEPAN
-
BOARD OF PEACE DAN INDONESIA: UJIAN KONSISTENSI DIPLOMASI PERDAMAIAN DI TENGAH KRISIS KEPERCAYAAN PUBLIK
-
JENDERAL ABDUL HARIS NASUTION DAN PERANG KAMANG 1908