- Selasa, 10 Maret 2026
Indeks Harga Saham Gabungan Berpeluang Rebound Kuat Besok, Sentimen Global Mereda Picu Optimisme Investor
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi kembali menguat pada perdagangan Rabu (11/3/2026) setelah menunjukkan lonjakan signifikan pada sesi sebelumnya. Indeks Harga Saham Gabungan berhasil naik lebih dari 1,4 persen pada Selasa (10/3/2026) dan bergerak di kisaran level 7.440 hingga 7.470. Kenaikan ini terjadi setelah pasar merespons meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang sebelumnya sempat menekan pasar global.
Indeks Harga Saham Gabungan menguat didorong oleh technical rebound setelah sebelumnya mengalami koreksi cukup dalam. Sejumlah analis menilai penguatan ini juga dipicu oleh aksi beli investor yang memanfaatkan harga saham yang sudah turun tajam. Strategi buy on weakness mulai terlihat di sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama pada sektor komoditas dan perbankan.
Secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan berpotensi melanjutkan kenaikan dengan menguji area resistance di kisaran 7.500 hingga 7.550. Sementara itu, level support diperkirakan berada pada rentang 7.350 hingga 7.380. Jika indeks mampu bertahan di atas area support tersebut, peluang penguatan lanjutan masih terbuka pada perdagangan berikutnya.
Sentimen positif lain datang dari penguatan pasar saham Amerika Serikat di Wall Street yang memberikan dorongan psikologis bagi investor di kawasan Asia. Selain itu, aliran dana asing juga mulai kembali masuk ke pasar saham domestik, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar yang sebelumnya mengalami tekanan.
Beberapa saham yang kembali menjadi perhatian investor antara lain saham komoditas seperti BUMI, PTRO, MDKA, ITMG, serta DEWA. Saham-saham tersebut sebelumnya mengalami koreksi cukup dalam dan kini mulai diborong kembali oleh investor asing.
Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati sejumlah risiko eksternal. Nilai tukar rupiah masih berada dalam tekanan dan mendekati level Rp17.000 per dolar Amerika Serikat. Kondisi ini dapat memicu volatilitas di pasar keuangan domestik, terutama jika tekanan terhadap mata uang berlanjut.
Selain itu, pasar global masih dibayangi potensi gangguan pasokan energi dunia. Fluktuasi harga minyak mentah dapat memicu perubahan sentimen secara cepat di pasar saham, terutama pada saham yang berkaitan dengan sektor energi dan komoditas.
Para analis menyarankan investor untuk memanfaatkan peluang rebound IHSG secara selektif. Strategi pembelian bertahap atau swing trade dinilai lebih aman dilakukan pada saham yang memiliki fundamental kuat dan likuiditas tinggi. Dengan pendekatan yang hati-hati, investor masih memiliki peluang memanfaatkan momentum penguatan pasar dalam jangka pendek.
Editor : boing
Tag :Indeks Harga Saham Gabungan, IHSG Hari Ini, Prediksi IHSG, Bursa Saham Indonesia, Saham Komoditas, Saham Blue Chip, Analisis IHSG, Pasar Modal Indonesia, Saham BUMI, Saham MDKA, Saham ITMG, Saham PTRO, Saham DEWA
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
HARGA EMAS ANTAM NAIK TAJAM, TEMBUS RP2,82 JUTA PER GRAM
-
HARGA BUYBACK EMAS ANTAM STABIL, INI FAKTA PENTINGNYA
-
HARGA EMAS ANTAM DI PEGADAIAN ANJLOK TAJAM, TURUN RP52.000 HARI INI
-
HARGA EMAS ANTAM TURUN TAJAM, INVESTOR WAJIB PAHAMI SELISIH BUYBACK
-
HARGA EMAS HARI INI STABIL, ANTAM SENTUH RP3 JUTA PER GRAM
-
KARTINI DI RANTAU: KETIKA SEMANGAT EMANSIPASI BERTEMU FALSAFAH BUNDO KANDUANG
-
MEMPERCEPAT PEMULIAAN UNTUK MASA DEPAN KOPI SUMATERA BARAT YANG BERKELANJUTAN
-
IKATAN MAHASISWA TIGO LURAH (IKMTL) GELAR FESTIVAL SENI OLAHRAGA TIGO LURAH 2026, BERTEMA "RASO KA KAMPUANG, KARYA UNTUAK NAGARI"
-
FENOMENA BARU KAWASAN WISATA ALAHAN PANJANG YANG MERISAUKAN
-
LMJ BERBAGI: SEDERHANA, TETAPI PENUH MAKNA