- Kamis, 19 Maret 2026
LMJ Berbagi: Sederhana, Tetapi Penuh Makna
LMJ Berbagi: Sederhana, tetapi Penuh Makna
Ramadan selalu memiliki cara tersendiri untuk menghadirkan kehangatan. Tidak hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang bagaimana kita saling peduli dan berbagi. Berangkat dari semangat tersebut, Divisi Sosial Masyarakat (Sosmas) LMJ mengadakan kegiatan “LMJ Berbagi” yang dilaksanakan pada Jumat, 13 Maret 2026.
Kegiatan ini dimulai pada pukul 16.30 WIB, bertempat di lampu merah Ambacang, dengan titik kumpul di Balai Ruang. Sejak sore hari, para anggota LMJ telah berkumpul untuk mempersiapkan takjil yang akan dibagikan.
Menjelang waktu berbuka puasa, seluruh peserta bergerak menuju lokasi pembagian. Lampu merah Ambacang dipilih karena merupakan salah satu titik yang cukup ramai, sehingga pembagian takjil dapat menjangkau masyarakat, khususnya para pengendara yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba. Setibanya di lokasi, para anggota langsung membagi tugas agar kegiatan dapat berjalan dengan tertib dan lancar.
Respons masyarakat terhadap kegiatan ini sangat positif. Banyak pengendara yang menyambut dengan senyuman saat menerima takjil, bahkan tidak sedikit yang mengucapkan terima kasih. Momen sederhana ini memberikan kesan yang mendalam, sekaligus menjadi pengingat bahwa berbagi tidak harus menunggu dalam kondisi berlebih. Dengan hal kecil seperti sebungkus takjil, kita sudah dapat memberikan kebahagiaan kepada orang lain.
Kegiatan “LMJ Berbagi” tidak hanya berfokus pada pembagian makanan, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan antaranggota. Di tengah kesibukan akademik dan organisasi, kegiatan ini menjadi ruang untuk saling mendekatkan diri dan membangun kekompakan. Rasa lelah yang dirasakan selama kegiatan seolah terbayarkan ketika melihat antusiasme anggota serta kebahagiaan masyarakat yang menerima.
Selain itu, kegiatan ini merupakan wujud nyata dari program kerja Divisi Sosmas yang berorientasi pada kepedulian sosial. LMJ tidak hanya bergerak di lingkungan internal, tetapi juga berupaya hadir dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan tujuan utama Divisi Sosmas, yaitu menumbuhkan sikap empati dan kepedulian sosial di kalangan mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, banyak hal yang dapat dipelajari, seperti pentingnya kerja sama tim, komunikasi yang efektif, serta kesiapan dalam menghadapi situasi di lapangan. Kondisi jalan yang ramai menuntut koordinasi yang baik agar kegiatan tetap berjalan dengan aman dan tertib.
Menjelang waktu azan Magrib, seluruh takjil yang telah disiapkan berhasil dibagikan. Para anggota kemudian kembali ke titik kumpul dengan perasaan lega dan bahagia. Meskipun kegiatan ini tergolong sederhana, makna yang dihasilkan sangatlah besar. Terdapat rasa kepuasan karena dapat berbagi, rasa haru melihat kebahagiaan orang lain, serta rasa bangga menjadi bagian dari LMJ.
Ke depannya, diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan, tidak hanya pada bulan Ramadan, tetapi juga dalam berbagai bentuk kegiatan sosial lainnya. Sebab, organisasi tidak hanya tentang perencanaan, tetapi juga tentang aksi nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“LMJ Berbagi” bukan sekadar sebuah kegiatan, melainkan wujud kepedulian yang sederhana namun bermakna. Dari kegiatan ini, kita belajar bahwa kebaikan, sekecil apa pun, tetap memiliki arti yang besar bagi sesama.
Tag :LMJ Berbagi, Sederhana, Penuh Makna
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
ROSITA MEDINA, BUNDO KANDUANG DI RANTAU PUNYA TANGGUNGJAWAB MORAL
-
TABUAH: INGATAN SILUNGKANG
-
PELANTIKAN PWI & IKWI SUMBAR: LANGKAH MAJU, HARAPAN BARU, SEJARAH BARU
-
LMJ BERBAGI: SEDERHANA, TETAPI PENUH MAKNA
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI