- Kamis, 22 Januari 2026
Hati-Hati Kena Prank! Kenali Istilah Bahasa Minang Bohong Dari Yang Sekadar Bual Lapau Sampai Tipu Muslihat
Hati-Hati Kena Prank! Kenali Istilah Bahasa Minang Bohong dari yang Sekadar Bual Lapau Sampai Tipu Muslihat
Oleh: Andika Putra Wardana
Bahasa Minangkabau itu sangat ekspresif. Satu kata dalam bahasa Indonesia bisa memiliki banyak cabang arti dalam bahasa Minang, tergantung pada konteks dan niat si pembicara. Termasuk untuk urusan ketidakjujuran.
Jika kamu mencari terjemahan untuk bahasa Minang bohong, kamu tidak bisa hanya memegang satu kata saja. Ada nuansa rasa yang berbeda-beda, mulai dari kebohongan yang jahat, kebohongan kecil, hingga kebohongan yang justru dianggap sebagai hiburan di warung kopi.
Agar kamu tidak salah tafsir saat mengobrol dengan Uda atau Uni di sana, berikut adalah beberapa tingkatan kata bohong yang wajib kamu tahu:
1. Duto (Bohong Standar)
Ini adalah kata yang paling umum dan paling mendekati arti "bohong" dalam bahasa Indonesia baku. Kata ini sifatnya netral hingga serius. Jika seseorang berkata, "Jan suko baduto" (Jangan suka berbohong), itu artinya dia sedang memberi nasihat serius.
Duto merujuk pada ketidaksesuaian antara ucapan dan fakta. Orang yang suka melakukan ini disebut Panduto (Pembohong).
2. Ota (Bual/Membual)
Nah, ini yang unik. Ota atau Maota sebenarnya berarti mengobrol, tapi sering kali berkonotasi melebih-lebihkan cerita. Di Minang, ada istilah Ota Lapau (Obrolan Warung). Di sini, "kebohongan" sering terjadi tapi dimaklumi karena tujuannya untuk hiburan atau ice breaking. Orang yang Gadang Ota (Besar bual) biasanya seru diajak ngobrol, meski ceritanya hanya 50% fakta dan 50% imajinasi. Jadi, kalau dibilang "Ah, ota ang mah" (Ah, bualan kamu itu), jangan marah, itu artinya temanmu tahu kamu sedang membual lucu.
3. Kicuah (Tipu/Curang)
Kalau kata ini sudah keluar, kamu harus waspada. Kicuah atau Mangicuah levelnya sudah di atas bohong biasa, ini sudah masuk ranah penipuan atau kecurangan yang merugikan orang lain, biasanya berkaitan dengan uang atau transaksi.
Ada lagu Minang legendaris berjudul "Ayam Den Lapeh" yang liriknya menyinggung soal ini (awak takicuah= aku tertipu). Jadi, Kicuh adalah bahasa Minang bohong yang bermotif jahat atau licik.
4. Sumbarang (Asal Bunyi)
Ini untuk orang yang bicaranya tidak bisa dipegang. Sumbarang (dalam konteks bicara) artinya berbicara asal-asalan tanpa data yang jelas. Mungkin dia tidak berniat jahat, tapi informasinya menyesatkan. Kalau ada yang bilang, "Jan didanga keceknyo, sumbarang se nyo tu," artinya jangan dengarkan omongannya, dia cuma asal bunyi saja.
Perbendaharaan kata seputar bahasa Minang bohong ini mengajarkan kita untuk peka. Kita harus pintar memilah mana teman yang cuma sedang Maota (lucu-lucuan) dan mana orang yang berniat Mangicuh (menipu). Dengan memahami istilah-istilah ini, kamu akan lebih survive dan nyambung saat bergaul di Ranah Minang.
Editor : melatisan
Tag :Hati-Hati, Kena Prank, Kenali Istilah, Bahasa Minang, Bohong, Bual Lapau, Tipu Muslihat
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
TERNYATA INI BEDANYA! MENJAWAB PERTANYAAN ABADI MINANG DAN PADANG APAKAH SAMA?
-
BIKIN MERINDING! MENGUAK MAGISNYA ALAT MUSIK TRADISIONAL MINANGKABAU YANG BISA BERBUNYI TANPA PUTUS NAPAS
-
BUKAN SEKADAR DONGENG! TERNYATA NEGERI TERTUA DI MINANGKABAU ADALAH DESA CANTIK DI KAKI GUNUNG MARAPI
-
SIAP-SIAP TEPAR! DERETAN MAKANAN KHAS MINANGKABAU" INI DIJAMIN BIKIN DIETMU GAGAL TOTAL
-
BAK RAJA DI RUMAH AYAH: MENGUPAS ISTIMEWANYA POSISI ANAK PISANG DALAM MINANG YANG SELALU DIMANJA
-
PASAN BURUANG DAN ALAM YANG LUKA: RENUNGAN EKOKRITIK DI TENGAH BENCANA SUMATERA
-
MAHASISWA KKN KEBENCANAAN UNIVERSITAS ANDALAS LAKUKAN PENDATAAN DAMPAK BANJIR DI KAPALO KOTO, PADANG
-
SEDIKIT KEGEMBIRAAN DI TENGAH KECEMASAN, CATATAN HENDRY CH BANGUN
-
MAHASISWA KKN UNIVERSITAS ANDALAS TOBOH GADANG DORONG PERTANIAN BERKELANJUTAN MELALUI PROGRAM RAMAH LINGKUNGAN
-
MAHASISWA KKN UNAND MENGAJAR DI DUA TK TOBOH GADANG, KENALKAN RAGAM HIAS MINANGKABAU DAN JEPANG