HOME EKONOMI NASIONAL

  • Selasa, 26 Mei 2026

Harga Emas Dunia Melonjak Tajam, Sentimen Iran Dan Dolar AS Jadi Pendorong Utama

Harga Emas Dunia
Harga Emas Dunia

Harga Emas Dunia Melonjak Tajam

Padang - Harga emas dunia kembali mencatat penguatan signifikan pada perdagangan awal pekan. Logam mulia yang selama ini dikenal sebagai aset pelindung nilai berhasil naik lebih dari 1 persen setelah mendapat dukungan dari melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) serta turunnya harga minyak dunia yang meredakan kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi global.

Data perdagangan menunjukkan harga emas spot naik 1,1 persen menjadi USD 4.559,07 per ounce hingga pukul 07.36 GMT pada Senin. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni juga bergerak positif dengan kenaikan 0,8 persen ke level USD 4.559,80 per ounce.

Harga emas dunia yang bergerak menguat kali ini tidak hanya dipengaruhi faktor teknikal, tetapi juga didorong perkembangan geopolitik yang menjadi perhatian investor global. Salah satu faktor utama yang memengaruhi pasar adalah meningkatnya optimisme terkait peluang tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.

Pelaku pasar menilai perkembangan negosiasi kedua negara berpotensi membawa dampak besar terhadap perdagangan energi dunia. Optimisme tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyampaikan bahwa Washington dan Teheran telah "sebagian besar menyelesaikan negosiasi" terkait nota kesepahaman perdamaian.

Meski Trump kemudian mengatakan dirinya tidak terburu-buru untuk menyelesaikan kesepakatan tersebut, pasar tampaknya lebih fokus pada sinyal positif yang muncul dari proses negosiasi. Harapan adanya kesepakatan baru dinilai mampu mengurangi ketegangan geopolitik yang selama ini membayangi kawasan Timur Tengah.

Harga emas dunia juga mendapat dukungan dari prospek dibukanya kembali Selat Hormuz. Jalur pelayaran ini memiliki peran strategis dalam perdagangan energi global karena menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dunia.

Jika Selat Hormuz dapat beroperasi dengan lebih stabil, pasokan energi global diperkirakan menjadi lebih lancar. Kondisi tersebut berpotensi menekan harga minyak dunia karena risiko gangguan distribusi energi menjadi lebih rendah.

Analis pasar keuangan Matt Simpson Waterer menjelaskan bahwa meningkatnya harapan terhadap kesepakatan AS dan Iran telah memberikan tekanan pada harga minyak. Penurunan harga minyak pada akhirnya membantu meredakan ekspektasi inflasi sehingga memberikan dukungan tambahan bagi pergerakan emas.

Penurunan harga minyak memang menjadi salah satu faktor penting yang diperhatikan investor. Pada perdagangan terbaru, harga minyak dunia turun hingga mencapai level terendah dalam dua pekan terakhir.

Harga minyak memiliki hubungan erat dengan inflasi global. Ketika harga minyak naik, biaya produksi dan distribusi barang biasanya ikut meningkat sehingga mendorong inflasi lebih tinggi. Sebaliknya, ketika harga minyak turun, tekanan inflasi cenderung berkurang.

Kondisi inilah yang saat ini sedang menjadi perhatian pasar. Berkurangnya kekhawatiran terhadap inflasi memberikan ruang bagi investor untuk kembali menambah kepemilikan emas sebagai instrumen lindung nilai jangka panjang.

Selain faktor minyak, pelemahan dolar AS juga menjadi katalis positif bagi logam mulia. Indeks dolar tercatat bergerak mendekati level terendah dalam sepekan.

Melemahnya mata uang AS membuat harga emas menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Dampaknya, permintaan emas berpotensi meningkat karena daya beli investor internasional menjadi lebih kuat.

Di sisi lain, pasar juga terus mencermati arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Perhatian investor kini tertuju pada kepemimpinan baru di bank sentral AS setelah Kevin Warsh resmi dilantik sebagai Ketua Federal Reserve pada Jumat lalu.

Pelantikan tersebut terjadi di tengah kondisi ekonomi AS yang masih menghadapi berbagai tantangan. Investor menunggu sinyal terkait arah suku bunga yang akan ditempuh Federal Reserve dalam beberapa bulan ke depan.

Suku bunga memiliki pengaruh besar terhadap harga emas. Ketika suku bunga tinggi, daya tarik emas biasanya berkurang karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen keuangan lainnya. Sebaliknya, ekspektasi suku bunga yang lebih rendah cenderung memberikan keuntungan bagi pasar emas.

Tidak hanya emas, sejumlah logam mulia lainnya juga menikmati sentimen positif pada perdagangan terbaru. Harga perak spot mencatat kenaikan paling tinggi dengan menguat 3,1 persen menjadi USD 77,79 per ounce.

Sementara itu, platinum naik 2,3 persen ke level USD 1.966,59 per ounce. Paladium juga bergerak positif dengan kenaikan 2,7 persen menjadi USD 1.384,70 per ounce.Kenaikan serentak pada berbagai logam mulia menunjukkan meningkatnya minat investor terhadap aset-aset yang dianggap aman di tengah dinamika ekonomi global. Kombinasi pelemahan dolar AS, turunnya harga minyak, serta optimisme terhadap hubungan AS dan Iran menjadi faktor utama yang mendorong reli logam mulia pada awal pekan ini.


Wartawan : ads
Editor : boing

Tag :Harga Emas Dunia, Emas Global, Harga Emas Hari Ini, Dolar AS, Donald Trump, Iran, Selat Hormuz, Federal Reserve, Kevin Warsh, Harga Minyak Dunia, Investasi Emas, Logam Mulia, Harga Perak, Platinum, Paladium, Inflasi Global, Ekonomi Dunia, Pasar Keuangan G

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com