HOME SOSIAL BUDAYA KOTA SAWAHLUNTO
- Minggu, 12 Juli 2026
Festival Seni Budaya Silungkang Oso Jadi Wadah Pelestarian Warisan Budaya, Wali Kota: Tradisi Harus Terus Hidup
Sawahlunto (Minangsatu)– Festival Seni Budaya yang digelar PKK Desa Silungkang Oso, Kecamatan Silungkang, pada Sabtu (11/7/2026), berlangsung meriah dan menjadi ajang pelestarian serta pengembangan kekayaan budaya lokal. Kegiatan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, pemerintah, dan pelaku seni itu menghadirkan beragam pertunjukan seni tradisional hingga karya kreatif berbasis budaya Minangkabau.
Festival dibuka secara resmi oleh Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra. Turut hadir Ketua DPRD Kota Sawahlunto Susi Haryati, perwakilan Dinas Kebudayaan, Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Dinas Komunikasi dan Informatika, jajaran Kecamatan Silungkang, serta tokoh masyarakat.
Rangkaian acara diawali dengan Tari Pasambahan sebagai simbol penghormatan kepada tamu, dilanjutkan penampilan Talempong Batuang, kesenian khas Silungkang yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia dan dimainkan oleh para pewaris Maestro almarhum Umar Malin Parmato. Festival juga menampilkan tari kreasi bertema Marunguih dan Makan Bajamba yang mengangkat nilai-nilai adat serta gotong royong masyarakat Minangkabau.
Penampilan Tari Indang oleh ibu-ibu PKK Silungkang Oso turut menghibur para pengunjung, sebelum ditutup dengan peragaan busana berbahan Songket Silungkang karya Mezhaf Etnic yang memadukan unsur tradisi dengan sentuhan modern.
Dalam sambutannya, Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra mengapresiasi penyelenggaraan festival sebagai bentuk nyata kepedulian masyarakat dalam menjaga warisan budaya daerah. Menurutnya, budaya merupakan identitas sekaligus aset yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.
"Festival Seni Budaya ini membuktikan bahwa tradisi dapat terus hidup dan berkembang melalui kreativitas masyarakat. Pemerintah Kota Sawahlunto akan terus mendukung berbagai kegiatan pelestarian budaya karena selain memperkuat identitas daerah, juga mampu mendorong pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif," ujar Riyanda.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto, Syukri, menilai festival tersebut merupakan implementasi nyata pemajuan kebudayaan melalui kolaborasi masyarakat dan pemerintah.
"Festival Seni Budaya ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan para pelaku seni. Kami mengapresiasi PKK Desa Silungkang Oso yang telah menghadirkan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan tradisi lokal, seperti Talempong Batuang, Marunguih, dan Makan Bajamba, dalam bentuk pertunjukan yang kreatif. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut sebagai bagian dari upaya pemajuan kebudayaan dan memperkuat identitas budaya Kota Sawahlunto," kata Syukri.
Festival Seni Budaya Silungkang Oso diharapkan menjadi agenda yang berkelanjutan sebagai ruang ekspresi seni, pelestarian tradisi, sekaligus memperkuat posisi Sawahlunto sebagai kota yang kaya akan warisan budaya dan destinasi wisata berbasis budaya di Sumatera Barat.
Editor : melatisan
Tag :Festival, Seni Budaya, Silungkang Oso, Jadi Wadah, Pelestarian, Warisan Budaya, Wali Kota. Tradisi, Harus Terus Hidup
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
TARI PIRIANG BALENGGEK SAWAHLUNTO RESMI MENJADI WARISAN BUDAYA TAKBENDA INDONESIA
-
DESTANA KUBANG TANGAH KEMBALI RAIH JUARA UMUM TINGKAT KOTA SAWAHLUNTO
-
KETUA PKS H. DEVID Y MUHAMMAD: SENTRA IKM SONGKET SILUNGKANG HARUS JADI MOTOR EKONOMI, PELESTARIAN BUDAYA DAN DESTINASI WISATA
-
750 HEWAN KURBAN DI SAWAHLUNTO DIPANTAU KETAT, DKP3 TURUNKAN 28 PETUGAS
-
NAGARI CREATIVE HUB DESA SIKALANG SEMARAK DENGAN FESTIVAL KULINER, MUSIK DAN ATRAKSI KUDA KEPANG
-
PERKUAT LAYANAN DASAR BERBASIS DIGITAL, PEMPROV SUMBAR LUNCURKAN SAPA SPM DAN RUNDIANG SPM
-
MELAMPAUI NASIONALISME SIMBOLIK
-
KETIKA KAMPUS BELAJAR DARI MASYARAKAT: MAKNA FOME DALAM MEMBENTUK TENAGA KESEHATAN MASA DEPAN
-
BOARD OF PEACE DAN INDONESIA: UJIAN KONSISTENSI DIPLOMASI PERDAMAIAN DI TENGAH KRISIS KEPERCAYAAN PUBLIK
-
JENDERAL ABDUL HARIS NASUTION DAN PERANG KAMANG 1908