HOME POLITIK PROVINSI SUMATERA BARAT
- Jumat, 30 Oktober 2020
Dorong Milenial Jadi Petani, Nasrul Abit Akan Beri Fasilitas
Padang (Minangsatu) - Calon Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Nasrul Abit ditanya oleh generasi milenial tentang persoalan pertanian. Tak sulit bagi Nasrul Abit menjawab pertanyaan itu karena ia punya program kerja tentang pertanian.
Dalam Deklarasi Relawan Memilih Nasrul Abit-Indra Catri, Kamis (29/10) malam, di Hotel Padang, Alvin, mahasiswa asal Dharmasraya, bertanya tentang bagaimana stimulus pemerintah Nasrul Abit-Indra Catri nanti di sektor pertanian. Ia mengaitkan hal itu dengan lahan pertanian di Dharmasraya yang berpotensi dikembangkan lebih baik untuk menyejahterakan petani.
Menurut Alvin, pemerintah harus memberikan stimulus kepada petani berupa bantuan pertanian. Saat itu ia juga mengatakan bahwa bibit padi dari petani lebih unggul daripada bibit petani dari pemerintah.
“Ketahanan pangan harus menjadi tanggung jawab pemerintah. Pemerintah juga harus memberikan dukungan kepada petani,” ucapnya kepada Nasrul Abit.
Untuk menjawab pertanyaan Alvin, Nasrul Abit merinci progam Sumbar Unggul untuk Semua di sektor pertanian. Ia menyatakan bahwa Prabowo Subianto memerintahkannya untuk menjaga ketahanan pangan di Sumbar.
“Saudara harus bertanggung jawab atas ketahanan pangan Sumbar ke depan. Kalau ada masyarakat Sumbar yang kelaparan, saudara yang bertanggung jawab. Begitu pesan beliau kepada saya,” tutur Nasrul Abit di hadapan milenial yang hadir.
Nasrul Abit menegaskan bahwa ia akan memakai bibit padi yang dihasilkan petani jika hasilnya memang lebih bagus daripada bibit pemerintah.
“Kita harus adil. Ada produk petani bagus kita pakai. Perbaikan irigasi dan ketersediaan pupuk juga akan menjadi prioritas kami,” ujarnya.
Khusus untuk milenial pada bidang pertanian, Nasrul Abit memiliki program unggulan, yakni memfasilitasi tumbuh kembangnya petani milenial. Pihaknya berencana melibatkan lulusan perguruan tinggi jurusan pertanian untuk mengembangkan sektor pertanian di Sumbar.
Generasi muda, kata Nasrul Abit, harus diberi peluang untuk membuka lapangan pekerjaan. Pernyataannya itu berangkat dari ketimpangan jumlah lulusan perguruan tinggi dengan lapangan kerja yang tersedia. Ada 38.000 lulusan sarjana tiap tahun, sementara hanya 3.000 orang yang bisa diterima menjadi pegawai negeri sipil.
“Kami akan cetak petani milenial. Banyak lulusan pertanian yang bisa diberdayakan di sektor ini. Kami akan berikan dukungan bagi mereka yang mau terlibat, mulai dari bibit hingga teknologi penunjang,” ujarnya.
Pada sektor pertanian, Nasrul Abit mengatakan bahwa pihaknya juga punya program mendirikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pertanian, dan memberikan perlindungan pasca produksi pertanian melalui program asuransi pertanian.
Ia menjelaskan bahwa BUMD Pertanian itu akan digunakan untuk membeli hasil pertanian dari petani. BUMD itu dibuat untuk menyelamatkan petani jika harga komoditas pertanian di pasar dunia sedang murah.
Pihaknya juga akan mengalokasikan anggaran 12 persen untuk sektor pertanian, baik untuk sektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, kehutanan, peternakan, maupun perikanan.
“Saya ini anak petani. Perjalanan hidup saya tidak lepas dari bertani. Ketika tinggal di kampung Air Haji, Pesisir Selatan, saya juga bertani. Jadi, saya tahu betul nasib petani,” katanya.
Editor : sc.astra
Tag :#PilkadaSumbar #NasrulAbit #Milenial
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
MAHYELDI PAPARKAN PERCEPATAN PERENCANAAN PASCABENCANA KE DPR RI ; SUMBAR BUTUH RP21,4 TRILIUN DARI PUSAT
-
DPRD DAN GUBERNUR SUMBAR SAHKAN RANPERDA KEMUDAHAN BERUSAHA DAN FASILITASI PESANTREN
-
H. ARISAL AZIZ AJAK KADER PAN SUMBAR UNTUK SELALU DEKAT DENGAN RAKYAT
-
KOMISI IV DPR RI APRESIASI POTENSI SUMBAR, SAATNYA SEKTOR UNGGULAN DIANGKAT KE PUSAT
-
GUBERNUR MAHYELDI TARGETKAN RPJMD PROVINSI SUMBAR TAHUN 2025–2029 TUNTAS AWAL JULI MENDATANG
-
IKATAN MAHASISWA TIGO LURAH (IKMTL) GELAR FESTIVAL SENI OLAHRAGA TIGO LURAH 2026, BERTEMA "RASO KA KAMPUANG, KARYA UNTUAK NAGARI"
-
FENOMENA BARU KAWASAN WISATA ALAHAN PANJANG YANG MERISAUKAN
-
LMJ BERBAGI: SEDERHANA, TETAPI PENUH MAKNA
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK