HOME EKONOMI KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI

  • Jumat, 25 Januari 2019

Dispangtan Mentawai Berikan Alat Pengolah Pisang Kepada Kelompok Tani

Kegiatan pelatihan yang dilakukan oleh Dispangtan Mentawai
Kegiatan pelatihan yang dilakukan oleh Dispangtan Mentawai

Tuapeijat (Minangsatu) — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kabupaten Kepulauan Mentawai memberikan bantuan sejumlah peralatan untuk pengolahan pisang kepada Kelompok Tani Obak Simerue, Desa Motabek, Kecamatan Sipora Selatan, Kamis (24/1).

Alat-alat itu antara lain adalah alat pengolah pisang berupa alat pengiris pisang, penggoreng, pengering dan oven. Di samping bantuan alat, juga dilakukan pelatihan cara penggunaan alat pengolahan pangan berbasis pisang tersebut bagi petani, bertempat di Balai Benih Pertanian (BBU) Desa Sido Makmur, Kecamatan Sipora Utara. 

"Ada dua bentuk kegiatan utama yaitu Pemberian Materi dan Pengenalan alat pengolahan pisang seperti Alat Pengiris pisang, Penggoreng, Pengering dan Oven," kata Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Mentawai Novriadi usai membuka acara pelatihan tersebut. 

Ia menyebutkan pelatihan tersebut diikuti oleh 20 orang peserta yang terdiri dari tiga kelompok tani yaitu Obak Simaerue yang merupakan kelompok penerima alat pengolah makanan, sedangkan dua kelompok tani lainnya dari Desa Sido Makmur hanya mengikuti pelatihan cara pengolahan pisang saja, “Pelatihan ini sebenarnya hanya untuk satu kelompok, tetapi kita tetap ikutkan 2 kelompok agar pelatihan ini juga dapat dirasakan kelompok tani lain”. ungkapnya setelah memperkenalkan satu persatu Alat pengolahan pangan.

Ia menyebutkan selama ini kelompok Tani Obak simaerue sudah memulai usaha pengolahan makanan dari pisang, seperti keripik pisang, selai pisang dan lainnya, namun dilakukan secara manual, sehingga tidak bisa memproduksi dengan jumlah yang banyak, untuk itu dengan adanya alat pengolahan pisang tersebut, diharapkan akan mampu meningkatkan jumlah produksi dan tentunya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Masyarakat. 

“Kelompok Obak Simaeru itu, sudah mulai mengolah dan memasarkan hasil produksinya di beberapa tempat, seperti warung dan bahkan juga ada di craft center dan makanya kita tinjau dan ternyata kendalanya ada di bidang pengolahan yang masih pakai cara manual, maka dari itu kita saluran alat pengolah pisang, agar proses pengolah lebih cepat dan mudah dilakukan,“  timbalnya Kepala Dispangtan dan juga Ka. Prodi di Akademi Komunitas Mentawai.

Novriadi berharap dengan bantuan alat ini jumlah produksi kelompok usaha obak Simaerue dapat meningkatkan hasil produksi, serta kualitasnya lebih baik. Lebih lanjut, dengan alat itu pihka kelompok tani tersebut dapat meningkatkan hasil pendapatan yang nantinya menimbulkan dampak baik di daerah sekitar.

Pelatihan pengelolaan makan dari pisang tersebut Dispangtan Mentawai meminta Dosen Teknologi Pangan Akademi Komunitas Mentawai (AKOM) diantaranya Lili Marlina, Tiwi Sartika, Nia Boru Ritonga dan Elza Desriki.

Lili Marlina yang ikut serta memberikan pelatihan pada kegiatan tersebut mengatakan, jumlah pisang di Kepulauan Mentawai begitu melimpah, yang di jual masarakat tani dalam bentuk mentah, tentunya dengan harga jual yang murah. Maka ia katakan sudah saatnya masyarakat mengolah pisang dan potensi lainya sehingga menambah nilai jual. 

“Mentawai yang memiliki pisang yang melimpah, sudah saatnya belajar dan mencoba mengolah pisang dan hasil panen lainnya, menjadi makanan siap saji. Tentunya dengan hasil pendapatan yang lebih besar,“ katanya. (rd)


Wartawan : te
Editor :

Tag :Pemkab Mentawai

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News