HOME EKONOMI KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI
- Senin, 5 Juli 2021
Unit Pengumpulan Zakat,lakukan Pelatihan
Mentawai ( minangsatu ) - Salah satu bentuk mengurangi kemiskinan di Mentawai adalah dengan saling berbagi,hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (sekda ) Kabupaten Kepulauian Mentawai,Martinus Dahlan saat membuka pelatihan unit pengumpulan zakat ( UPZ ) diaula kantor Bupati,senen (05/07)
Setiap Organisasi Perangkat Daerah ( OPD ) rutin mengumpulkan zakat yang dipercayakan oleh pegawai di dinas masing-masing
" kepada petugas,kita berharap tidak hanya memungut dan mengumpulkan, namun juga menjelaskan kepada masyarakat kita, agar mereka tidak ragu, saya lihat sudah mulai macet, saya harap untuk diingatkan kembali ke OPD" katanya
apalagi kondisi saat ini,lanjut Sekda,saat pandemi Covid-19 ini banyak masyarakat serta pengusaha yang terdampak, termasuk pendidikan dan ekonomi sangat terkendala, tentunya dengan adanya kegiatan dan zakat tersebut sehingga masyarakat yang terdampak bisa terbantu
"Kepada peserta pelatihan UPZ agar mengikutinya dengan baik bagaimana cara penghitungannya dan sebagainya, termasuk bertanya jika ada yang merasa ragu, agar nantinya di lapangan tim pengumpul tahu apa-apa yang dilakukan, jika tidak mengerti maka akan macet karena ujung tombaknya adalah unit pengumpul zakat," jelasnya.
Editor : boing
Tag :#mentawai
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
GUBERNUR LEPAS EKSPEDISI RUPIAH BERDAULAT 2026 KE KEPULAUAN MENTAWAI
-
DI BERITAHUKAN KEPADA SELURUH NASABAH BNI
-
SEMARAK, BANK NAGARI CABANG MENTAWAI GELAR PROGRAM NAGARI MEKAH
-
DPRD MENTAWAI KUNJUNGI BPKD SOLOK SELATAN
-
MEMASUKI BULAN RAMADHAN,HARGA BAHAN MAKANAN DI TUAPEJAT STABIL
-
KALAU ALAM SUDAH MENEGUR, CATATAN HENDRY CH BANGUN
-
MEMAHAT MANUSIA, BUKAN MENUMPUK BETON: BERGURU KE SULAWESI TENGAH
-
MADING LEMBAGA MAHASISWA JURUSAN SASTRA MINANGKABAU RESMI DIAKTIFKAN KEMBALI
-
KAPAN TERAKHIR KE PASAR? CATATAN JURNALISTIK HENDRY CH BANGUN
-
MELAWAN ARUS ALGORITMA: KETIKA PERS SUMATERA BARAT MEMILIH MENGHARGAI "SUNYI" DI UJUNG NEGERI