HOME BIROKRASI KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI
- Rabu, 14 Oktober 2026
Bank Nagari Digitalisasi Retribusi Selancar Mentawai: Penerimaan Daerah Tembus Rp 13,4 M Lebih
Bank Nagari Digitalisasi Retribusi Selancar Mentawai: Penerimaan Daerah Tembus Rp 13,4 M Lebih
Padang (Minangsatu) - Bank Nagari bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Mentawai untuk mendorong digitalisasi pembayaran retribusi selancar. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan transparansi penerimaan daerah sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata Mentawai.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pembayaran retribusi selancar secara host to host antara Bank Nagari dan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Mentawai di Selasar Kedatangan Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Rabu (14/10).
Kegiatan itu dihadiri Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana, Direktur Operasional Bank Nagari Zilfa Efrizon, Kepala Bank Nagari Cabang Mentawai David, beserta
jajaran.
Kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkab Kepulauan Mentawai dalam mempromosikan potensi pariwisata daerah melalui tema “Mentawai Surf and Soul”.
Promosi ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara, khususnya peselancar yang menjadikan Mentawai sebagai salah satu destinasi wisata selancar.
Melalui digitalisasi retribusi, pemerintah daerah berharap pengelolaan kunjungan wisatawan dan penerimaan dari sektor pariwisata dapat berlangsung lebih tertib, transparan, dan akuntabel.
Pada kesempatan itu, Direktur Operasional Bank Nagari, Zilfa Efrizon, mengatakan kerja sama tersebut tidak sekadar mengubah metode pembayaran retribusi dari manual menjadi digital. Lebih dari itu, langkah ini merupakan bagian dari transformasi pengelolaan destinasi wisata menuju ekosistem pariwisata yang modern dan terintegrasi.
Menurutnya, penerapan sistem elektronik atau e-retribusi selancar diharapkan dapat meningkatkan akurasi data pengunjung, mempermudah transaksi, serta mendukung transparansi pengelolaan penerimaan daerah.
Zilfa menyampaikan apresiasi kepada Bupati Kepulauan Mentawai beserta jajaran pemerintah daerah atas kepercayaan dan sinergi yang terus dibangun bersama Bank Nagari.
Ia menegaskan, Bank Nagari berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mempercepat digitalisasi transaksi serta memperluas penggunaan pembayaran nontunai di berbagai sektor ekonomi.
"Kami ingin kehadiran Bank Nagari tidak hanya terlihat pada kantor-kantor cabang dan layanan perbankan, tetapi benar-benar hadir di tengah aktivitas ekonomi masyarakat—di pasar, UMKM, pusat perdagangan, layanan pemerintah, hingga destinasi pariwisata," ujarnya.
Untuk mendukung pengembangan ekonomi di Kepulauan Mentawai, Bank Nagari memiliki jaringan layanan yang terdiri atas Kantor Cabang Mentawai di Tuapejat serta kantor cabang pembantu di Siberut, Sikakap, dan Sikabaluan.
Keberadaan jaringan tersebut diharapkan dapat memperkuat akses layanan perbankan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai wilayah Kepulauan Mentawai.
Dalam pelaksanaannya, pembayaran retribusi selancar dilakukan secara digital melalui QRIS dan virtual account. Dengan metode tersebut, peselancar tidak perlu lagi membawa uang tunai untuk membayar retribusi.
Sistem pembayaran elektronik ini juga diharapkan mempermudah pencatatan transaksi sehingga penerimaan dapat dipantau secara lebih terintegrasi.
Zilfa menilai digitalisasi retribusi selancar dapat menjadi pintu masuk untuk membangun ekosistem pariwisata digital yang lebih luas di Kepulauan Mentawai.
Ke depan, digitalisasi diharapkan tidak hanya diterapkan pada pembayaran retribusi, tetapi juga merambah berbagai transaksi wisata, seperti transportasi, kuliner, penginapan, penyewaan perlengkapan selancar, hingga pembelian produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dengan semakin luasnya penggunaan transaksi digital, pelaku usaha lokal diharapkan memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas wisatawan.
"Pariwisatanya tumbuh, UMKM-nya berkembang, transaksi digital meningkat, PAD semakin optimal, dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat," ungkapnya.
Ia menambahkan, Bank Nagari siap terus bersinergi dengan Pemkab Kepulauan Mentawai dalam pengembangan digitalisasi transaksi pemerintah daerah, elektronifikasi penerimaan daerah, penguatan UMKM, inklusi keuangan, serta pembangunan ekosistem pariwisata berbasis digital.
Bank Nagari juga berharap penerapan e-retribusi selancar dapat menjadi proyek percontohan atau pilot project yang nantinya dikembangkan pada destinasi wisata lainnya di Kepulauan Mentawai.
Digitalisasi Tingkatkan Penerimaan Retribusi
Sementara itu, Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana, mengatakan Bank Nagari selama ini turut hadir dan berkontribusi dalam berbagai kegiatan positif yang diselenggarakan pemerintah daerah, termasuk upaya memajukan sektor pariwisata.
Menurut Rinto, salah satu persoalan yang ingin dibenahi adalah mekanisme pemungutan retribusi selancar yang sebelumnya dilakukan secara manual.
Ia menjelaskan, sistem manual berpotensi menimbulkan keraguan di kalangan peselancar mengenai transparansi pembayaran, terutama terkait kepastian apakah uang retribusi yang disetorkan benar-benar masuk ke kas daerah.
Karena itu, Pemkab Kepulauan Mentawai menggandeng Bank Nagari untuk mengubah mekanisme pembayaran menjadi digital.
Melalui sistem tersebut, peselancar dapat membayar retribusi menggunakan QRIS maupun metode pembayaran digital lainnya. Pemerintah daerah berharap setiap transaksi tercatat dengan baik dan penerimaan dapat masuk ke kas daerah sesuai mekanisme yang berlaku.
"Kami coba mengubah pola pembayaran retribusi selancar secara digital dengan menggandeng Bank Nagari. Jadi, untuk memaksimalkan penerimaan retribusi, kami mengajak Bank Nagari," kata Rinto.
Ia menambahkan, peningkatan penerimaan retribusi diharapkan memberikan dampak positif terhadap pembangunan daerah. Dana yang terkumpul dapat mendukung pembiayaan berbagai kebutuhan masyarakat sesuai kebijakan dan alokasi anggaran pemerintah daerah, termasuk peningkatan fasilitas pariwisata, kesehatan, dan pendidikan.
Rinto mengungkapkan, penerimaan retribusi selancar pada 2024, ketika pemungutan masih dilakukan secara manual, tercatat sekitar Rp9 miliar. Sementara itu, pada 2026, penerimaan retribusi selancar dilaporkan mencapai Rp13,4 miliar setelah penerapan digitalisasi.
Rinto berharap penerapan sistem pembayaran digital dapat semakin mengoptimalkan penerimaan daerah sekaligus meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap pengelolaan retribusi.
Melalui kolaborasi dengan Bank Nagari, Pemkab Kepulauan Mentawai berupaya membangun tata kelola pariwisata yang lebih transparan dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Editor : melatisan
Tag :Bank Nagari, Digitalisasi Retribusi, Selancar Mentawai, Penerimaan Daerah, Tembus Rp 13,4 M Lebih
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
PERTANYAAN MASYARAKAT TERJAWAB: ALASAN BUPATI KEPULAUAN MENTAWAI SEMENTARA BERKANTOR DI BAPPEDA KM 4 SIPORA
-
MEMBANGGAKAN, POLWAN POLRES MENTAWAI GOES INTERNASIONAL
-
KABAR GEMBIRA! TPP PNS DAN PPPK KEPULAUAN MENTAWAI CAIR MINGGU INI
-
KABAR GEMBIRA! THR ASN PEMKAB KEPULAUAN MENTAWAI 2026 CAIR HARI INI
-
BUPATI RINTO WARDANA LANTIK 86 PEJABAT ESELON III & IV MENTAWAI