HOME LANGKAN KATO

  • Sabtu, 13 November 2021
AYAH TIDAK APA-APA: Sebuah Catatan Kecil Memperingati Hari Ayah
Carito

 AYAH TIDAK APA-APA:

Sebuah Catatan Kecil Memperingati Hari Ayah

Oleh : ANNISA*

Ketika kita mendengar nama Ayah apa yang terlintas di dalam benak kita semua ? Pria yang paling hebat yang pernah hadir dalam hidupmu? Pria pertama yang kamu cintai? Segala macam hal yang menggambarkan seorang ayah muncul silih berganti ketika kita dituntut untuk menggambarkan sosok pria yang berpengaruh besar dalam hidup kita. Seperti apapun sosok ayah, mereka akan selalu menjadi pria pertama yang menganggam tangan kita, pria pertama yang mencintai kita dengan sepenuh hati, pria pertama yang memluk kita ketika kita menangis.

Mengenang ayah, Dilansir dari Livescience, hari Ayah pertama kali dirayakan di Amerika Serikat ketika ratusan orang tewas dalam kecelakaan pertambangan pada tanggal 5 Juli 1908, di West Virginia, Amerika Serikat. Hari ini, 12 november  diperingati sebagai hari ayah sedunia.

Aku ingin menceritakan ayahku, ayahku adalah pria terbaik yang pernah aku miliki. Namanya Hari Suardi. dia anak ke 4 dari 4 bersaudara. Beliau lahir pada 1 Agustus tahun 1960. Ia dibesarkan oleh ayah dan ibu yang bekerja sebagai petani yang sangat hebat yang memiliki hati yang begitu baik dan selalu menjadi pahlawan baginya. ayahku seorang anak yang pendiam.

Ayah dan ibuku bertemu pada tahun 2000, pada akhir tahun mereka memutuskan untuk menikah, dan pada akhir tahun 2001 lahirlah aku, dari sini aku merasakan perjuangan ayah untukku, cinta pertama, itulah nama yang ku berikan untuk ayah, ketika aku di lahirkan ke dunia ini dialah yang pertama kali menggendongku, sesuatu yang tidak bisa kita dapatkan dari laki laki lain, yaitu ketika seorang ayah meng iqomahkan anak pertama perempuannya.

Setelah beberapa hari di rumah sakit, ketika pulang kerumah, karena kami tidak mempunyai pembantu rumah tangga dan juga nenek ku juga sudah sakit sakitan jadi tidak ada yang membantu, mengurus rumah, membersihkan rumah, mencuci, memasak, menyetrika, dan mengurus ibuku, tidak ada yang membantu, jadi ayah lah yang mengurus semuanya, siapa bilang pekerjaan seorang suami hanya mencari uang? Tidak dengan ayahku, ayah ku berhasil mengurus rumah mengurus keluarga dan mencari uang, bisa disebut saat itu ayahku the power of bapak bapak.

Hari demi hari berlalu, terasa indah dan bahagia,tidak terasa semua akan segera barakhir, sampai hari itu dimulai,, hari itu hari senin di tahun 2009, ayah mendadak merasakan sakit di bagian dadanya, lemas dan sakit kepala, ketika ibu ingin membawa yah ke ruumah sakit, ayah tidak mau, dia bilang “ayah hanya demam, mungkin karena kecapean, ayah tidur saja” sebenarnya ibu sangat khawatir, karena ayah sebelumnya jarang sakit, setelah dua hari ayah istirahat tubuhnya mulai enakan, dan dia kembali ingin pergi kesawah, dalam keadaan kurang sehat ayah pergi ke sawah, “ayah jangan kesawah dulu ayah kan belum sehat, kalau ayah sakit di sawah siapa yang akan tahu” ibu melarang ayah untuk jangan pergi kesawah,  “kalau tidak kesawah, nanti sawah kita siapa yang menjaga, ayah sudah sehat kok” kata ayah, “ya sudah kalau begitu” ibu kesal, karena ibu masih kawatir karena ayah masih sakit.

Dan benar saja, keesokan harinya ayah kembali sakit, dan sakitnya mulai parah, wajahnya begitu pucat, lemas, dan tidak mau makan, “kita kerumah sakit saja yah” ibu membujuk ayah. Untuk kedua kalinya ayah menolak ajakan ibu “ayah tidak apa apa” ujarnya.

Takdir siapa yang tahu, ayah yang selalu bilang “ayah tidak apa apa” tidak sadarkan diri, dan beberapa menit kemudian semuanya berubah, aku dan adikku menjadi yatim, dalam sekejap waktu, rasanya ingin ku ikut bersama ayah, hatiku begitu hancur saat cinta pertamaku meninggalkan aku. Selamat hari Ayah “Ayah selalu dalam hati kami

 

*Mahasiswa Sastra Minangkabau FIB Unand

  

 


Wartawan : ANNISA
Editor : bahren

Tag :#Langkan #Carito #Hari Ayah #Internasional