- Sabtu, 13 Desember 2025
Cherry Child Foundation Bersama Berbagai Komunitas Salurkan Bantuan Ke Wilayah Terdampak Banjir Bandang Di Padang
Oleh: Sitiina Hidayah
(Mahasiswa Sastra Minangkabau, Universitas Andalas)
Hujan deras yang mengguyur Kota Padang beberapa waktu lalu meninggalkan luka mendalam bagi sebagian warganya. Banjir bandang datang tanpa banyak peringatan, merendam rumah-rumah dan memutus akses kebutuhan dasar.
Di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih, bantuan dan kehadiran para relawan menjadi secercah harapan bagi warga terdampak.
Pada 1 Desember 2025, Cherry Child Foundation (CCF) bersama HIMASEKTA UNAND turun langsung ke Lubuk Minturun, salah satu wilayah yang terdampak cukup parah. Sejak pagi, relawan melakukan persiapan untuk dapat menyalurkan bantuan ke pemukiman warga yang terdampak. Bantuan yang disalurkan berupa nasi bungkus, hygiene kit, serta selimut. Bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan darurat warga yang kehilangan akses terhadap fasilitas dasar akibat banjir.
Distribusi bantuan dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah, juga melalui titik-titik kumpul warga yang telah ditentukan. Tak sekadar membawa logistik, para relawan berusaha hadir dengan empati. Sapa sederhana dan obrolan singkat menjadi penguat moral bagi warga yang masih diliputi rasa cemas dan khawatir atas kondisi yang belum stabil.
Keesokan harinya, 2 Desember 2025, kegiatan kemanusiaan ini berlanjut ke wilayah Batu Busuk. Posko SMP Negeri 44 Padang menjadi pusat koordinasi penyaluran bantuan. Di tempat ini, relawan CCF kembali membagikan nasi bungkus, hygiene kit, selimut, serta pakaian layak pakai kepada warga terdampak.
Kesibukan relawan tak berhenti pada pembagian bantuan. Tumpukan pakaian donasi yang datang dari berbagai pihak turut disortir agar dapat didistribusikan secara tepat sasaran.
Di sela aktivitas tersebut, beberapa relawan menyempatkan diri berinteraksi dan bermain bersama anak-anak di sekitar posko. Kegiatan sederhana ini menjadi penting untuk membantu menenangkan kondisi psikologis anak-anak pascabencana.
Kolaborasi antara CCF dan berbagai komunitas kemanusiaan mencerminkan kuatnya solidaritas masyarakat Padang di masa krisis.
Kerja sama lintas organisasi juga membuat proses distribusi bantuan berjalan lebih cepat, terkoordinasi, tepat sasaran dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan.
“Beberapa hari menjadi relawan bukan hanya tentang memberi bantuan, tetapi juga belajar dari mereka yang kami temui, tentang sabar, syukur, dan kekuatan untuk bangkit meski keadaan belum sepenuhnya baik,” ujar Haya, salah satu relawan Cherry Child Foundation.
Menurutnya, bantuan sekecil apa pun bisa menjadi cahaya bagi orang lain, sekaligus memberi makna mendalam bagi mereka yang terlibat di dalamnya.
Cherry Child Foundation menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga untuk selalu hadir dalam situasi darurat. Melalui penyaluran bantuan ini, CCF berharap dapat meringankan beban masyarakat terdampak serta membantu mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Tag :Cherry Child Foundation, Bantuan, Bencana Banjir, Batu Busuk
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
TABUAH: INGATAN SILUNGKANG
-
PELANTIKAN PWI & IKWI SUMBAR: LANGKAH MAJU, HARAPAN BARU, SEJARAH BARU
-
KKN REGULER 1 UNAND EDUKASI SISWA MTSS NAGARI LABUH TENTANG LITERASI DIGITAL DAN KESELAMATAN
-
KKN REGULER 1 UNAND HADIRKAN EDUKASI TEMATIK DI SDN 02 DAN SDN 13 NAGARI LABUH
-
KKN REGULER 1 UNAND DORONG TERTIB DATA DAN PROFILISASI NAGARI LABUH TAHUN 2026
-
TABUAH: INGATAN SILUNGKANG
-
PELANTIKAN PWI & IKWI SUMBAR: LANGKAH MAJU, HARAPAN BARU, SEJARAH BARU
-
MAHASISWA KKN UNAND 2026 GELAR PENYULUHAN DAN PRAKTIK PEMBUATAN UMMB SEBAGAI SUPLEMENT TERNAK RUMINANSIA DI NAGARI LABUH, KECAMATAN LIMA KAUM, TANAH DATAR
-
PENGOLAHAN LIMBAH JAGUNG MENJADI BOKASHI RAMAH LINGKUNGAN DI NAGARI LABUH
-
PRESIDEN KENA OLAH, OLEH MIKO KAMAL