HOME SOSIAL BUDAYA KOTA SOLOK
- Selasa, 4 Oktober 2022
Wako Zul Elfian : Mari Persiapkan Diri Menghadapi Kematian
Solok (Minangsatu) - Subuh berjamaah kembali dilaksanakan di Mushalla Komplek Balai Kota Solok, Selasa (04/10/22). Kegiatan rutin tiap bulan itu dipimpin Wali Kota Solok H. Zul Elfian Umar, diikuti Wakil Wali Kota H. Ramadhani Kirana Putra, Sekretaris Daerah Drs. H. Syaiful Rustam, M.Si, para Staf Ahli Wako, Asisten Sekda dan Seluruh Kepala OPD, Direktur PDAM serta Kepala Bagian Lingkup Setda.
Seperti biasa seusai sholat subuh berjamaah dilanjutkan dengan tausyiah untuk meningkatkan keimanan. Kesempatan itu Buya Zul Elfian Umar mengatakan dalam menjalani kehidupan sebagai hamba Allah agar menghindari menceritakan keburukan orang serta menjaga hati harus bersih, jauh dari sifat sombong, iri, dengki, serta semua sifat yang akan merusak dan mengotori hati. Sombong merupakan penyakit iblis. makanya jangan sampai mencintai dunia yang berlebihan.
Sebuah kisah seseorang yang telah menyampaikan sebuah berita bohong dan meminta maaf atas kesalahannya, diminta menebarkan kapas isi sebuah bantal ditempat terbuka. Kemudian diminta mengumpulkan kembali seperti sediakala.
Untuk itu lanjut Wali Kota agar terlebih dahulu mempersiapkan diri menghadapi kematian. Orang yang cerdas adalah orang yang mempersiapkan bekal untuk menghadapi hal yang pasti yakni kematian, Mari perbanyak bekal untuk hari akhirat, sebab dunia ini hanya tempat persinggahan sementara.
Ia juga menyampaikan sebuah kisah yang mengingatkan untuk mempersiapkan bekal dalam menghadapi kematian, "Ada sebuah kisah seorang raja yang setiap habis masa kepemimpinannya akan dibuang ke sebuah pulau terpencil yang angker dan setiap yang masuk kepulau tersebut tidak ada yang selamat.
"Sehingga pada akhirnya kesulitan mencari penerus raja. Namun ada seorang pemuda yang cerdas mengajukan diri untuk menjadi raja" kisah Zul Elfian.
Singkat cerita, Wali Kota mengisahkan bahwa pemuda tersebut menjadi raja, karena diriny cerdas, dia ketika baru menjabat langsung menugaskan bawahanya untuk menjadikan pulau terpencil yang menjadi tempatnya diakhir masa jabatannya, untuk diperindah dan menjadi tempat ternyaman.
"Alhasil ketika ditahun keempat menjabat sang raja diingatkan bahwa sisa jabatannya tinggal 1 tahun dan akan dikirim ke pulau kepencil tersebut. Namun, sang raja malah menanggapi dengan senang, berbeda dengan pendahulunya yang ketakutan dan bermohon diperpanjang masa jabatnnya. Hikmah yang bisa kita petik dari kisah tersebut, mari persiapkan diri, perbanyak bekal untuk menghadapi tempat atau tujuan akhir kita. Jika kita telah persiapkan diri, Insyaa Allah kapanpun kematian itu datang kita akan hadapi dengan tenang," ucap Zul Elfian mengakiri.(*)
Editor : Benk123
Tag :#kota solok
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
KEMENHUB BANTU BUS SEKOLAH UNTUK KOTA SOLOK
-
DI HADAPAN JEMAAH MASJID AL QADRI, PEMKO SOLOK UMUMKAN UHC 100 PERSEN DAN PROYEK INFRASTRUKTUR BARU
-
KETUA DWP DISKOMINFO KOTA SOLOK DAMPINGI KEGIATAN POSYANDU ASSYFA TERATAI KELURAHAN TANAH GARAM
-
DIBUKA WAWAKO SURYADI NURDAL, KONTES TERNAK DI TAMAN PRAMUKA KOTA SOLOK MERIAH
-
SEBANYAK 202 WARGA KOTA SOLOK TERIMA BANTUAN ATENSI DARI KEMENSOS RI
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI
-
ROSITA MEDINA, BUNDO KANDUANG DI RANTAU PUNYA TANGGUNGJAWAB MORAL
-
MAKNA KETIDAKHADIRAN PRESIDEN DI HPN 2026 BANTEN