HOME EKONOMI KABUPATEN PESISIR SELATAN
- Jumat, 14 Juli 2023
Upayakan Percepatan, Gubernur Mahyeldi Dorong Kemandirian Nagari Melalui Pola Pemberdayaan Masyarakat
Upayakan Percepatan, Gubernur Mahyeldi Dorong Kemandirian Nagari Melalui Pola Pemberdayaan Masyarakat
Pesisir Selatan (Minangsatu) - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah didampingi Ketua TP-PKK Sumbar Harneli Mahyeldi melepas 10 ribu bibit ikan Gariang di Sungai Batang Bayang, Nagari Koto Baru, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Jumat (14/7/2023).
Ia berharap, bibit ikan ini dapat berkembang dengan baik, sehingga hasil panennya nanti bisa dimanfaatkan sebagai penopang kebutuhan masyarakat sekitar. "Pengelolaan bibit ikan ini, kita serahkan kepada Karang Taruna Nagari Koto Baru. Hasil panennya nanti, bisa dimanfaatkan masyarakat untuk pembiayaan kepentingannya bersama. Untuk itu, perlu adanya kerjasama masyarakat dalam menjaga ini," kata Mahyeldi saat penyerahan bibit.
Menurut Mahyeldi, bibit ikan yang diserahkannya adalah bentuk dorongan pemerintah untuk merangsang terwujudnya kemandirian nagari dalam memenuhi kebutuhannya, melalui pola pemberdayaan masyarakat setempat. "Paling tidak, jika ini terkelola dengan baik, untuk kebutuhan insidentil yang nilainya tidak terlalu besar. Masyarakat nagari sudah mandiri. Tidak mesti menunggu datang bantuan dari berbagai pihak lagi," ungkap Gubernur Mahyeldi.
Ia mengaku, saat ini sedang berupaya mewujudkan kemandirian pada setiap nagari di Sumbar, melalui pembinaan dan pemberian bantuan sesuai kearifan dan potensi lokal. Menurutnya itu efektif untuk melahirkan percepatan-percepatan diberbagai sektor di tingkat nagari. "Coba kita bayangkan, jika setiap nagari di Sumbar memiliki sumber ekonomi sendiri selain anggaran dari pemerintah, percepatan itu akan ada," ulas Mahyeldi.
Ia mencontohkan, jika budidaya ikan air tawar di Nagari Koto Baru ini terkelola baik dan berkelanjutan, untuk perbaikan dan pemeliharaan fasilitas umum kedepan mereka sudah bisa mandiri. Nagari sejahtera, masyarakat bahagia dan infrastrukturpun terpelihara.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, Mawardi Roska mengatakan pihaknya sangat berterima kasih kepada Pemprov Sumbar yang selalu hadir untuk masyarakat di Kab. Pesisir Selatan.
Ia menuturkan, akhir Juni lalu Gubernur juga bermalam di Nagari Gantiang Mudiak Utara Surantiah (Langgai), disana ia juga memberikan bantuan untuk pemeliharaan jalan. "Terima kasih Pak Gubernur, setelah ini saya juga akan mendampingi beliau untuk menyerahkan asuransi kesehatan bagi para nelayan di pantai Carocok Painan, semoga apa yang telah Bapak upayakan , dapat menjadi solusi bagi permasalahan masyarakat setempat," ungkap Mawardi Roska.
Selanjutnya, Sekda Kab. Pesisir Selatan berharap masyarakat dapat menjaga dan bahkan mengembangkan, apa yang telah ada saat ini, agar setiap program yang dibuat pemerintah bisa betul-betul tepat guna dan tepat sasaran pemanfaatannya.
Tampak hadir dalam kegiatan penyerahan bantuan bibit ikan gariang tersebut Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar Reti Wafda, Kepala Bappeda Sumbar Medi Iswandi, tokoh masyarakat, ketua LPM dan kelompok tani setempat.
Editor : ranof
Tag :#Bibit ikan gariang #Pesisir selatan #Sumbar
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
BANK NAGARI PAINAN IKUTI RAKERNAS I PKPS, TEKEN KERJA SAMA PENGELOLAAN KEUANGAN
-
HASIL TANGKAPAN NELAYAN PUKEK DI MUARO BANTIANG TARUSAN PESISIR SELATAN TERUS MENURUN
-
SEMEN PADANG SOSIALISASIKAN PRODUK UNGGULAN KE CAMAT DAN WALI NAGARI SE-KECAMATAN LENGAYANG
-
GUBERNUR MAHYELDI LEPAS EKSPOR 11 TON IKAN KERAPU SUMBAR MENUJU HONGKONG
-
KOPERASI DI PESISIR SELATAN, DITINGKATKAN MAMPU MENYUSUN LAPORAN KEUANGAN SESUAI STANDAR
-
PERKUAT LAYANAN DASAR BERBASIS DIGITAL, PEMPROV SUMBAR LUNCURKAN SAPA SPM DAN RUNDIANG SPM
-
MELAMPAUI NASIONALISME SIMBOLIK
-
KETIKA KAMPUS BELAJAR DARI MASYARAKAT: MAKNA FOME DALAM MEMBENTUK TENAGA KESEHATAN MASA DEPAN
-
BOARD OF PEACE DAN INDONESIA: UJIAN KONSISTENSI DIPLOMASI PERDAMAIAN DI TENGAH KRISIS KEPERCAYAAN PUBLIK
-
JENDERAL ABDUL HARIS NASUTION DAN PERANG KAMANG 1908