HOME EKONOMI KABUPATEN PESISIR SELATAN
- Minggu, 22 Maret 2026
Hasil Tangkapan Nelayan Pukek Di Muaro Bantiang Tarusan Pesisir Selatan Terus Menurun
Tarusan (Minangsatu) - Hasil tangkapan nelayan tradisional dengan metode pukek di Pantai Muaro Bantiang, Kenagarian Ampang Pulai, Kecamatan XI Tarusan, terus menurun dalam beberapa tahun terakhir, seiring pengaruh cuaca yang tidak menentu dan kondisi lingkungan laut yang kian memburuk.
Aktivitas nelayan dengan metode pukek masih terlihat berlangsung di kawasan tersebut, Minggu (22/3/2026) di Tarusan.
Sejumlah nelayan secara bersama-sama menarik jaring dari laut ke daratan, sebuah tradisi yang telah dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat pesisir.
Pukek atau pukat pantai merupakan metode penangkapan ikan dengan cara membentangkan jaring ke laut menggunakan perahu kecil, kemudian ditarik kembali ke pantai secara gotong royong. Cara ini masih dipertahankan karena sederhana dan menjadi sumber utama penghidupan masyarakat setempat.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, nelayan mengeluhkan hasil tangkapan yang tidak lagi seperti sebelumnya.
“Sekarang hasilnya tidak menentu. Kadang dapat sedikit, kadang tidak ada sama sekali. Dulu sekali tarik bisa banyak,” ujar salah seorang nelayan di lokasi.
Nelayan lainnya juga mengungkapkan kondisi serupa. Menurutnya, hasil yang didapat saat ini sering kali hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kalau lagi bagus, paling cukup untuk makan saja. Untuk lebih dari itu sudah jarang,” katanya.
Menurut nelayan, kondisi cuaca yang semakin sulit diprediksi menjadi salah satu faktor utama. Perubahan arah angin dan gelombang laut membuat waktu melaut menjadi terbatas, bahkan kerap memaksa nelayan untuk tidak turun ke laut.
Selain faktor cuaca, permasalahan sampah laut juga menjadi kendala tersendiri. Dalam aktivitas pukek, jaring yang ditarik ke darat tidak jarang berisi sampah plastik dan limbah lainnya, sehingga mengurangi hasil tangkapan ikan.
Bagi masyarakat Muaro Bantiang, aktivitas melaut merupakan sumber utama mata pencaharian. Ketergantungan ini membuat nelayan tetap bertahan meski hasil tangkapan tidak menentu.
Nelayan berharap kondisi laut dapat kembali membaik, sehingga hasil tangkapan meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Editor : melatisan
Tag :Hasil Tangkapan, Nelayan Pukek, Muaro Bantiang, Tarusan, Pesisir Selatan Terus Menurun
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
SEMEN PADANG SOSIALISASIKAN PRODUK UNGGULAN KE CAMAT DAN WALI NAGARI SE-KECAMATAN LENGAYANG
-
GUBERNUR MAHYELDI LEPAS EKSPOR 11 TON IKAN KERAPU SUMBAR MENUJU HONGKONG
-
KOPERASI DI PESISIR SELATAN, DITINGKATKAN MAMPU MENYUSUN LAPORAN KEUANGAN SESUAI STANDAR
-
PANEN IKAN KERAPU 20 TON DI PESSEL, GUBERNUR MAHYELDI BERHARAP MAKIN BANYAK KELOMPOK PEMBUDIDAYA UNTUK PENUHI PASAR DUNIA
-
UPAYAKAN PERCEPATAN, GUBERNUR MAHYELDI DORONG KEMANDIRIAN NAGARI MELALUI POLA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
-
LMJ BERBAGI: SEDERHANA, TETAPI PENUH MAKNA
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI