HOME SOSIAL BUDAYA NASIONAL
- Jumat, 16 Agustus 2024
Ternyata Ini Agama WR Soepratman, Keluarga Luruskan Biografi Pencipta Lagu Indonesia Raya
Ternyata Ini Agama WR Soepratman, Keluarga Luruskan Biografi Pencipta Lagu Indonesia Raya
Jakarta (Minangsatu) - Banyak simpang siur terkait sejarah biografi pencipta lagu Kebangsaan Indonesa Raya, Wage Rudolf (WR) Soepratman. Atas dasar itu, perwakilan pihak keluarga melalui Yayasan Wage Rudolf Soepratman menggelar konferensi pers, Rabu (14/08/2024).
Dilansir dari detik.com, perwakilan keluarga WR Soepratman, Indra Hutabarat mengatakan banyak kekeliruan mengenai sejarah dan biografi dari WR Soepratman.
Indra merupakan keluarga WR Soepratman dari garis keturunan Ngadini Soepratini. Ngadini adalah kakak kelima WR Soepratman. Indra mengatakan tanggal lahir WR Soepratman yang benar adalah 9 Maret 1903, bukan 19 Maret 1903.
"Mengenai tanggal lahir, tempat lahir, status agama dan tempat meninggal dan lain-lainnya yang ingin kami sampaikan pada hari ini. Karena selama ini, sampai saat ini, kan banyak berita simpang siur mengenai tempat lahir, tanggal lahir. Tanggal lahir itu banyak yang masih menuliskan tanggal 19 Maret 1903, bahwa yang sebenarnya itu bahwa 9 Maret 1903," kata Indra saat jumpa pers di Jakarta Barat.
Indra menuturkan WR Soepratman lahir di Jatinegara, Jakarta, bukan di Purworejo, Jawa Tengah. Dia menuturkan kakak pertama WR Soepratman bernama Roekiyem Soepratijah, yang menjadi saksi dan melihat langsung saat adiknya lahir.
"Dan tempat lahirnya itu ada di Jakarta, banyak masih yang menuliskan bahwa tempat lahirnya itu bukan di Jakarta, tapi ada yang disebut di Purworejo. Kami bisa menyampaikan bahwa tanggal lahirnya adalah 9 Maret 1903 di Jatinegara pada saat itu. Berdasarkan pengakuan langsung dari Ibu Roekiyem itu adalah kakak kandung pertama dari WR Soepratman yang menyaksikan kelahiran WR Soepratman di Jatinegara," ujarnya.
![]() |
Status Pernikahan WR Soepratman
WR Soepratman merupakan anak ke-7 dari sembilan bersaudara. Indra menuturkan WR Soepratman juga tidak memiliki keturunan kadung karena tidak menikah.
"Status menikah dinyatakan kalau Ibu Roekiyem menyampaikan kepada kami melalui amanahnya bahwa WR Soepratman itu tidak menikah. Buat kami, itu sudah tidak memiliki keturunan, tidak memiliki cicit (kandung) atau tidak memiliki apa pun," jelasnya.
Agama WR Soepratman
Indra mengungkapkan WR Soepratman merupakan seorang muslim. WR Soepratman meninggal pada 17 Agustus 1938 dan dimakamkan secara Islam.
"Status agama beliau WR Soepratman itu muslim hingga meninggalnya dan dikuburkan secara muslim, karena Ibu Roekiyem pada saat itu turut hadir dan memakamkan adiknya. Kami dari pihak keluarga menyampaikan kalau sudah final, tanggal lahir, tempat lahir, dan tanggal meninggal, bahkan statusnya. Mungkin ke depan tidak ada lagi yang menuliskan selain dari apa yang diberikan kesaksian oleh kakak tertuanya," jelasnya.
Roekiyem memiliki peran penting dalam perjalanan hidup dan karier dari WR Soepratman. Setelah orang tua mereka meninggal pada 1914, WR Soepratman tinggal bersama Roekiyem dan suaminya di Makassar, Sulawesi Selatan. Saat itu WR Soepratman masih berusia 11 tahun dan duduk di bangku sekolah dasar (SD).
Ayah Indra bernama Anthony C Hutabarat juga membuat karya literasi dalam bentuk buku yang berisi mengenai sejarah dan biografi dari WR Soepratman berjudul 'Meluruskan Sejarah dan Riwayat Hidup Pencipta Lagu Kebangsaan Republik Indonesia'.
Ibu Indra, yang juga istri dari Anthony bernama Agustiani, menjadi salah satu keluarga yang paling dekat dengan kakak WR Soepratman. Sejak 1970, Agustiani dan suaminya Anthony kerap berkunjung ke kediaman Roekiyem di Jalan Veteran, Jakarta.
Ibu Agustiani merupakan cucu Ngadini Soepratini. Ngadini adalah kakak ke-5 dari WR Soepratman
Kedekatan keluarga Agustiani dan Anthony membuat Roekiyem memberi amanah kepada keduanya untuk meluruskan sejarah dan riwayat hidup WR Soepratman. Roekiyem meninggal dunia pada 1978.
Penjelasan soal Adanya Nama 'Rudolf'
Kakak Indra bernama Imelda menjelaskan soal adanya 'Rudolf' dalam nama pencipta lagu Kebangsaan Indonesia Raya itu. Dia mengatakan nama tersebut diberikan atas kesepakatan Roekiyem Soepratijah dan Van Eldik agar Wage Rudolf (WR) Soepratman dapat bersekolah di sekolah nonpribumi saat itu.
"Karena pada masa itu hanya sekolah tersebut yang mutu pendidikannya dianggap bagus," kata Imelda.
Sementara itu, penasihat hukum keluarga ahli waris Yayasan Wage Rudolf Soepartman, Ali Yusuf, mengatakan pelurusan sejarah dan biografi WR Soepratman oleh keluarga Anthony dan Agustiani sebagai bentuk penghormatan kepada Pahlawan Nasional.
"Apa yang dilakukan Bapak Antony C Hutabarat dan Ibu Augistiani merupakan penghormatan nyata kepada Pahlawan Nasional. Apa yang dilakukan keduanya patut diapresiasi, karena telah menyelamatkan generasi mudah dari informasi yang menyesatkan tentang pribadi Pahlawan Nasional," kata Ali.
"Jika tidak ada tekat kuat dari beliau, maka sejarah dan riwayat hidup Pahlawan Nasional Wage Rudolf Soepartaman sampai sekarang menjadi tidak jelas. Dengan kegigihan menjalankan amanah, beliau berhasil memperbaiki informasi yang salah dan melengkapi informasi yang kurang tentang sejarah hidup Wage Rudolf Soepartman," imbuhnya.
Editor : melatisan
Tag :#WR Soepratman #Sejarah Tokoh
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
RAKERNAS FWK, GUBERNUR LEMHANAS INGATKAN PENTINGNYA PERS KRITIS DAN INDEPENDEN DALAM MENYEBARKAN NILAI-NILAI KEBANGSAAN
-
PT SEMEN PADANG RAIH TOP CSR OF THE YEAR 2026, JADI MOTIVASI TINGKATKAN DAMPAK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
-
HUT 81 SUMATERA BARAT, GAMAWAN FAUZI USULKAN PEMBERIAN NAMA JALAN DI SUMATERA BARAT
-
KADIV HUMAS POLRI : POLISI YANG TIDAK BAIK HANYA SEGELINTIR OKNUM DAN PIMPINAN BERKOMITMEN MENINDAKNYA
-
BERSAMA APKASI, BUPATI SOLOK SALURKAN BANTUAN KEPADA MASYARAKAT TERDAMPAK BENCANA DI KABUPATEN SIKKA, NTT
-
SEMEN PADANG FC DAN BAN KAPTEN: KETIKA PENGALAMAN SAJA TAK CUKUP, KABAU SIRAH BUTUH JIWA YANG MENGIKAT
-
MEMBACA DATA DENGAN BENAR, LANGKAH AWAL MELINDUNGI STATUS GIZI ANAK
-
BAJANJANG NAIAK, BATANGGO TURUN: PENYELESAIAN SENGKETA TANAH ULAYAT DI MINANGKABAU
-
WAYANG SAWAHLUNTO MENGANGKAT KISAH TAMBANG OMBILIN DENGAN BAHASA TANGSI
-
ALU KATENTONG PADANG LAWEH, KESENIAN PEREMPUAN MINANGKABAU YANG LAHIR DARI AKTIVITAS MENUMBUK PADI
