HOME SOSIAL BUDAYA NASIONAL
- Kamis, 5 November 2026
Pemerintah Agar Tetap Memikirkan Nasib Rakyat
Pemerintah Agar Tetap Memikirkan Nasib Rakyat
Jakarta (Minangsatu) - Adanya pertengkaran di kalangan elit yang ditandai dengannya dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto, pimpinan partai, anggota parlemen, aktivis, dan pelaku media, jangan mendistorsi masalah yang dihadapi rakyat saat ini yaitu masalah ekonomi. Proses hukum penyadapan telepon presiden tetap jalan, kebutuhan masyarakat juga dipenuhi.
Diskusi FWK mencatat sejumlah masalah terjadi seperti ; pemutusan hubungan kerja, merosotnya daya beli, tingginya harga kebutuhan pokok, dan kesejahteraan yang merosot secara merata di seluruh negeri.
Diskusi mingguan Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) yang dipimpin langsung pendiri FWK Hendry Ch Bangun pada Rabu (4/11) di Jakarta, melihat dua hal itu sama pentingnya.
“Tentu saja akuntabilitas pemerintahan harus dijaga agar tidak ada penyalahgunaan yang membahayakan penyelenggaraan negara yang terlihat dari kasus penyadapan yang kini sedang menjadi tren berita. Kekuasaan harus check dan balancing. Tetapi yang jauh lebih penting, jangan pernah lupa melihat penderitaan di kalangan masyarakat yang kini semakin nyata,” ujar Mohamad Nasir, senior wartawan Kompas, dengan lantang dalam diskusi yang juga dihadiri Hendry Ch Bangun Ketua Umum PWI Pusat 2023-2025, M Iqbal Irsyad Pemred VOI, Doktor Budi Nugraha wartawan Suara Merdeka yang juga dosen komunikasi di sejumlah perguruan tinggi, wartawan ahli hukum HMU Kurniadi, Pemred Mitrapol Dadang Rahmad, wartawan senior Berman Nainggolan, Rudy Sitompul, dan Sigit Setiono, wartawan senior Warta Kota yang juga dosen perguruan tinggi.
Ditangkapnya sejumlah perwira tinggi kepolisian RI termasuk eks Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, karena adanya penyadapan illegal selama dua tahun bahkan lebih, mengguncang negara karena peristiwa dianggap luar biasa. Bobolnya jalur komunikasi presiden juga dianggap sebagai kelalaian internal, karena sebenarnya ada sejumlah lembaga negara yang ikut menjaga agar komunikasi pimpinan tertinggi negara tetap aman.
“Ada BIN, ada Badan Sandi Negara, ada Sekmil Presiden, dan sejumlah pihak, yang seharusnya menjadikan komunikasi presiden aman. Saya heran ini bisa terjadi,” ujar Hendry Ch Bangun, mengutip pendapat pensiunan jenderal TNI.
“Ini sangat membayahakan dan harus ada evaluasi total agar tidak berulang,” katanya lagi.
Sigit menilai peristiwa ini menggambarkan adanya tindakan yang melebihi kepatutan yang dilakukan petinggi Polri, yang bisa jadi demi kepentingan pribadi, kelompok, ataupun kepentingan lain yang masih harus diselidiki tujuan akhirnya. Pemeriksaan lebih lanjut diharapkan dapat membuka jelas tabir yang ada dan dikomunikasikan kepada public.
“Ini harus dijelaskan kepada rakyat. Jangan ditutupi agar rakyat tahu apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Berman Nainggolan.
Tantangan Rakyat
Di sisi lain, meskipun banyak anggota masyarakat yang tertarik dengan adanya peristiwa penyadapan yang sudah menjadi rumor sejak Senin pagi, tidak sedikit pula informasi di medsos meragukan kesungguhan kejadian ini sebagai upaya makar dan penggulingan pemerintahan.
“Bisa saja ini menjadi pengalihan isu atas berbagai persoalan yang ada. Seperti kelangkaan BBM, naiknya harga, menghilangnya sejumlah bahan pokok seperti gula, hidup yang semakin sulit dan pemerintahan yang seperti cuek dengan penderitaan rakyat,” tertulis di akun sebuah Instagram.
“Saya suka ke lapangan, kehidupan masyarakat makin susah. Pembeli di warung makin ngirit, belanja sedikit, secukupnya, asal dapur bisa ngebul,” kata Hendry.
“Kalau kita perhatikan, konsumen KRL dan Angkutan Umum lainnya makin membeludak, padat, soalnya murah dan cepat. Masyarakat berhemat agar dapat bertahan, ” tambah Budi Nugraha.
Editor : ranof
Tag :#Kasus penyadapan telpon presiden #Kebutuhan rakyat #Fwk #Jakarta
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
RAKERNAS FWK, GUBERNUR LEMHANAS INGATKAN PENTINGNYA PERS KRITIS DAN INDEPENDEN DALAM MENYEBARKAN NILAI-NILAI KEBANGSAAN
-
PT SEMEN PADANG RAIH TOP CSR OF THE YEAR 2026, JADI MOTIVASI TINGKATKAN DAMPAK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
-
HUT 81 SUMATERA BARAT, GAMAWAN FAUZI USULKAN PEMBERIAN NAMA JALAN DI SUMATERA BARAT
-
KADIV HUMAS POLRI : POLISI YANG TIDAK BAIK HANYA SEGELINTIR OKNUM DAN PIMPINAN BERKOMITMEN MENINDAKNYA
-
BERSAMA APKASI, BUPATI SOLOK SALURKAN BANTUAN KEPADA MASYARAKAT TERDAMPAK BENCANA DI KABUPATEN SIKKA, NTT
-
KEADILAN INSTAN: DIBALIK SERUAN “NO VIRAL NO JUSTICE”
-
DUA KEMENANGAN KABAU SIRAH, SAATNYA MERAJUT KEMBALI KEPERCAYAAN YANG SEMPAT RETAK
-
UJIAN HAKIM: ANTARA KASAR, KASIR, DAN KASUR
-
JEJAK PENGABDIAN HAN LAKSANAKAN KEGIATAN DISKUSI TERBUKA TERKAIT HUNIAN TETAP DI NAGARI SUNGAI BATANG
-
LILIPALY MENJADI PEMBEDA, TETAPI KONSISTENSI HARUS MENYUSUL