- Minggu, 15 Februari 2026
Semen Padang Tantang Arema FC Di Malang, Dejan Antonic: Kalau Tidak Bisa Menang, Jangan Kalah!
Semen Padang Tantang Arema FC di Malang, Dejan Antonic: Kalau Tidak Bisa Menang, Jangan Kalah!
Malang (Minangsatu) - Dimana pun tim bermain harus memburu kemenangan, dan jika tak mampu menang, hasil seri menjadi target berikutnya.
Demikian ditegaskan Pelatih Kepala Semen Padang FC Dejan Antonic pada sesi pre-match conference Arema vs SPFC, Sabtu (14/02/2026).
“Di mana-mana kita main kita mau menang. Kalau tidak bisa menang, jangan kalah. Kita harus curi poin dari siapa pun,” tambahnya.
Dejan Antonic, memastikan kondisi timnya dalam situasi cukup baik jelang pertandingan. Namun, ia mengakui masih ada satu pemain yang belum bisa diturunkan.
“Pertama kondisi pemain sudah oke, hanya Kazaki masih cedera. Kita datang ke Malang lawan satu tim tradisi yang cukup besar. Saya pernah kerja cukup lama di sini, banyak teman-teman di Malang,” ujar Dejan.
Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, memastikan kondisi timnya dalam situasi cukup baik jelang pertandingan. Namun, ia mengakui masih ada satu pemain yang belum bisa diturunkan.
“Pertama kondisi pemain sudah oke, hanya Kazaki masih cedera. Kita datang ke Malang lawan satu tim tradisi yang cukup besar. Saya pernah kerja cukup lama di sini, banyak teman-teman di Malang,” ujar Dejan.
Menurutnya, laga ini akan berjalan menarik. Arema datang dengan kepercayaan diri usai menundukkan Persija, sementara Semen Padang juga baru meraih kemenangan atas Persita.
“Besok pertandingan cukup menarik. Arema baru menang lawan Persija dan kita baru menang lawan Persita. Dua tim pasti mau menang. Tapi target kita di sini untuk curi poin dan bisa kembali ke Padang dengan senang, karena semua poin untuk kita di situasi saat ini sangat penting sekali,” tegasnya.
Perbaikan di Putaran Kedua
Dejan mengakui putaran pertama menjadi fase berat bagi timnya. Banyak persoalan yang harus segera dibenahi, termasuk perubahan komposisi skuad.
“Putaran pertama kita ada banyak masalah. Hampir 10 pemain baru datang, jadi semua pemikiran harus kita bagi ke anak-anak dan kita harus kompak. Puji Tuhan semua bisa jalan oke,” katanya.
Ia menegaskan motivasi Semen Padang harus lebih besar dibanding tim lain, mengingat posisi mereka yang masih berjuang keluar dari zona degradasi.
“Motivasi kita harus lebih besar dari tim lain karena kita berjuang keluar dari zona merah, beda jauh dengan Arema. Kita tidak ada waktu untuk relaks. Kita harus tetap disiplin, kerja keras dan fokus. Semua poin penting untuk kita,” ujarnya.
Waspadai Wajah Baru Arema
Dejan juga menilai Arema saat ini berbeda dibanding putaran pertama. Sejumlah pemain anyar dengan nama besar membuat Singo Edan semakin solid.
“Arema berbeda dari putaran pertama. Sekarang ada beberapa pemain yang cukup bagus dan punya nama besar di sepak bola Indonesia. Semua harus kita hormat,” katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa sepak bola selalu penuh dinamika.
“Sepak bola pekerjaan yang sulit. Kadang main bagus kalah, kadang main jelek tapi bisa menang. Dua tim datang dengan tren positif dan semoga kita bisa terus seperti itu,” tuturnya.
Sementara itu, pemain Semen Padang, Firman Juliansyah, memastikan kesiapan tim menjalankan instruksi pelatih.
“Kami sudah berlatih keras dan mengikuti instruksi pelatih. Harusnya kita bisa menang,” ucap Firman optimistis.
Editor : melatisan
Tag :Dejan Antonic, Firman Juliansyah, Konferensi Pers, Laga, Lawan Arema FC
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
USAI PASTI DEGRADASI, TREN BURUK BERLANJUT
-
SUMBAR MENGGILA DI KEJURNAS GIMNASTIK, SABET 11 MEDALI DAN TEMBUS 4 BESAR NASIONAL
-
SUMBAR RAIH 11 MEDALI DI KEJURNAS GIMNASTIK 2026 BANDUNG
-
SEMEN PADANG FC RESMI TERDEGRADASI USAI TUMBANG DARI DEWA UNITED
-
SEMEN PADANG FC HADAPI DEWA UNITED DENGAN SKUAT TERBATAS
-
DARI PASAR KE TANAH SUCI: KISAH PAK DAS, BURUH ANGKUT BATUSANGKAR YANG MENJEMPUT KEMULIAAN DI KURSI BISNIS GARUDA
-
KOPI MINANG, PERMATA GASTRONOMI YANG LAYAK JADI WAJAH WONDERFUL INDONESIA
-
PERTUMBUHAN EKONOMI SUMBAR MENGUAT DI AWAL 2026
-
HARAPAN DAN REALITAS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA: ANTARA NARASI KEMAJUAN DAN KRISIS STRUKTURAL
-
KARTINI DI RANTAU: KETIKA SEMANGAT EMANSIPASI BERTEMU FALSAFAH BUNDO KANDUANG