HOME BIROKRASI KOTA PADANG PANJANG
- Sabtu, 16 Mei 2026
Satu Abad Gempa 1926, Padang Panjang Perkuat Kesiapsiagaan Dan Budaya Sadar Bencana
Satu Abad Gempa 1926, Padang Panjang Perkuat Kesiapsiagaan dan Budaya Sadar Bencana
Pd.Panjang ( Minangsatu) - Momentum satu abad Gempa Padang Panjang 28 Juni 1926 silam, menjadi refleksi bersama memperkuat kesiapsiagaan dan budaya sadar bencana di tengah masyarakat.
Hal tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) digelar Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP), Rabu (13/5/2026) kemaren.
Kegiatan tersebut menghadirkan Plt. Kepala BPBD Kesbangpol Dian Eka Purnama, sebagai narasumber dan diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari KNPI, Karang Taruna, Kelompok Siaga Bencana (KSB) dari 16 kelurahan, PMI, SAR, relawan kebencanaan hingga insan pers.
Dian Eka menyampaikan, potensi bencana di Kota Padang Panjang dapat terjadi kapan saja sehingga membutuhkan kesadaran dan kesiapsiagaan bersama. Menurutnya, mitigasi bencana tidak boleh dianggap sepele karena keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.
“Bencana tidak mengenal waktu. Karena itu kita harus terus membangun kesiapsiagaan agar masyarakat mampu meminimalkan risiko dan selamat saat bencana terjadi,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, Pemerintah Kota telah menyelesaikan Kajian Risiko Bencana (KRB) dan saat ini tengah menuntaskan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) serta Rencana Kontijensi sebagai bagian dari penguatan sistem penanggulangan bencana daerah.
Disebutkannya, terdapat enam potensi bencana yang mengancam Padang Panjang, yakni gempabumi, banjir, banjir bandang, tanah longsor, bencana gunung api dan cuaca ekstrem. Karena itu, penanganan bencana tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
Sementara itu, Ketua PJKIP Padang Panjang Rifnaldi mengatakan, tragedi gempa 1926 bukan untuk diperingati secara seremonial, melainkan sebagai pengingat bahwa Padang Panjang merupakan wilayah rawan bencana karena dilintasi Patahan Semangko Segmen Sianok dan Singkarak.
Menurutnya, momentum satu abad gempa harus menjadi refleksi besar untuk melihat sejauh mana kesiapan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
“Bencana tidak pernah memberi tahu kapan datangnya. Karena itu, kewaspadaan, edukasi mitigasi dan kesiapsiagaan menjadi kunci utama untuk menyelamatkan diri,” tegasnya. ( Asril Dt Pangulu Batuah) .
Editor : melatisan
Tag :Satu Abad, Gempa 1926, Padang Panjang, Perkuat Kesiapsiagaan, Budaya Sadar Bencana
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
MANTAN WAKO SUIR SYAM, DAMPINGI KUNJUNGAN WAMENKES RI KE RSUD PADANG PANJANG
-
PEMKO PADANG PANJANG REHAB 93 RTLH UNTUK WARGA BERPENGHASILAN RENDAH
-
WAKO HENDRI ARNIS SILATURAHMI DENGAN PLH KAJARI PADANG PANJANG
-
WAKO HENDRI ARNIS TURUN TANGAN, SEJUMLAH OPD DIDATANGI MENDADAK
-
KOTA PADANG PANJANG RAIH PREDIKAT KOTA PANGAN AMAN DARI BPOM RI
-
DARI PASAR KE TANAH SUCI: KISAH PAK DAS, BURUH ANGKUT BATUSANGKAR YANG MENJEMPUT KEMULIAAN DI KURSI BISNIS GARUDA
-
KOPI MINANG, PERMATA GASTRONOMI YANG LAYAK JADI WAJAH WONDERFUL INDONESIA
-
PERTUMBUHAN EKONOMI SUMBAR MENGUAT DI AWAL 2026
-
HARAPAN DAN REALITAS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA: ANTARA NARASI KEMAJUAN DAN KRISIS STRUKTURAL
-
KARTINI DI RANTAU: KETIKA SEMANGAT EMANSIPASI BERTEMU FALSAFAH BUNDO KANDUANG