HOME SOSIAL BUDAYA PROVINSI SUMATERA BARAT
- Jumat, 1 Juli 2022
Sambangi Sumbar, Menteri KopUKM Hadiri Dialog Kopi Minang
Padang (Minangsatu) - Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki hadiri dialog kopi Minang bersama Komunitas Coffeshop, Asosiasi Kopi, Koperasi Produsen Susu dan Produsen Kopi yang ada di Sumatera Barat di Auditorium Gubernur, Kamis malam (30/6/2022). Dialog kopi ini merupakan salah satu rangkaian agenda kunjungan menteri KopUKM ke Sumbar.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Sumbar, Drs. Hansastri, MM mengatakan, pengembangan koperasi dan UKM merupakan salah satu program unggulan dari Sumbar yang dituangkan dalam RPJMD 2021-2026 dengan salah satu misinya meningkatkan usaha perdagangan dan industri kecil menengah serta ekonomi berbasis digital.
Lebih lanjut Hansastri menyebut Sumbar mempunyai potensi cukup besar untuk mengembangkan usaha kopi . Ia melanjutkan daerah penghasil kopi di Sumbar yaitu, Solok Selatan, Solok, Agam , Pasaman Barat, Kabupaten 50 kota, dan Kabupaten Tanah Datar dengan luas lahan kopi arabika seluas 5.865 hektar dengan produksi kopi sebanyak 2.775 ton dan kopi robusta dengan luas lahan 18.000 hektar dengan produksi 11.278 ton pada tahun 2021.
“akhir-akhir ini setelah covid melandai , bermunculan kafe-kafe yang menjual kopi berasal dari Sumatera Barat, kita gembira karena kopi ini sangat laris,” sebutnya.
Selain kebutuhan akan kopi, kata Hansastri coffeshop juga membutuhkan gula aren dan susu. Beberapa kabupaten kota di Sumbar memiliki potensi pengembangan tanaman aren seperti Kab. Solok, Kab. 50 Kota, Kab. Tanah Datar , Kab Solok Selatan, dan Pasaman Barat.
Sementara itu, Ia menambahkan untuk pengembangan susu di Sumbar dapat ditemui di daerah Solok Selatan, Tanah Datar dan Kota Padang Panjang.
“Ada beberapa hal yang kita lakukan yaitu mengusulkan koperasi-koperasi potensial yang akan dilakukan akselerasi menuju koperasi modern, kita melakukan pendekatan kemitraan melalui kerja sama dengan pihak lain sebagai opteker khususnya untuk produk ekspor, lalu melakukan pendekatan teknologi melalu transformasi digital dan masuk kedalam ekosistem digital guna meningkatkan koperasi,” pungkasnya.
Sementara itu, dalam dialog kopi tersebut, Menteri KopUKM Teten Masduki meminta pemerintah Provinsi Sumbar untuk menetapkan kopi sebagai komoditi utama Sumbar.
“ Dengan luas lahan dan jumlah hasilan kopi setiap tahunnya yang cukup besar, kita harapkan pemerintah Sumatera Barat untuk menetapkan kopi sebagai komoditi utama agar usaha kopi lebih meningkat lagi,” ucapnya.(*)
Editor : Benk123
Tag :#sumatera barat, #menkopukm
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
GUBERNUR SUMBAR MAHYELDI; TINDAK SETIAP PELANGGARAN YANG MEMBAHAYAKAN PENERIMA MANFAAT MBG
-
MAHYELDI JAJAKI PELUANG KERJA SAMA DENGAN BANK TANAH UNTUK OPTIMALKAN PEMANFAATAN TANAH DI SUMBAR
-
MONEV BNPT SUKSES, KETUA FKPT SUMBAR, ADIL MUBARAK : KAMI SIAP JALANKAN HASIL MONEV BNPT 2026
-
PERKUAT MUTU KESIAPSIAGAAN BENCANA LEWAT APLIKASI SAPILIN, SEKDA SUMBAR TEMUI DIRJEN LINJAMSOS
-
DUKUNG PEMBANGUNAN 1.000 LEBIH HUNTAP DI SUMBAR, PT SEMEN PADANG BEKALI 36 TUKANG DENGAN KEAHLIAN SEPABLOCK