HOME PENDIDIKAN KOTA PADANG
- Minggu, 18 Juli 2021
Rektor Unand Tegaskan 167 Mahasiswa, Bukan DO Tapi Putus Komunikasi Dua Semester
Padang (Minangsatu) - Rektor Universitas Andalas Prof. Dr. Yuliandri, SH. MH menegaskan, 167 mahasiswa yang diberitakan keluar, bukanlah berstatus DO (Drop Out) tetapi tepatnya mereka mengundurkan diri dengan catatan tidak mendaftar ulang pada tahapan semester berikutnya dua semester berturut-turut. Intinya institusi Unand tidak pernah mengeluarkan mahasiswa sejumlah 167 tersebut.
"Sejumlah 167 bukanlah berstatus DO. Kalau bahasanya mahasiswa itu mengundurkan diri karena prinsipnya Unand tidak ada mengeluarkan mahasiswa. Tepatnya mereka tidak mendaftar ulang pada tahapan semeseter berikutnya selama dua semester berturut-turut." kata Yuliandri pada Humas Unand, Sabtu (17/7/2021), sebagaiamana diterima minangsatu.com, Minggu (18/7).
Dirinci Rektor Yuliandri, dari 167 mahasiswa yang mundur itu berasal dari dua fakultas, 80 orang dari Fakultas Pertanian dan 87 lainnya dari Fakultas Ilmu Budaya. Ditenggarai, ada diantara mereka yang kembali ikut seleksi pada perguruan tinggi lain tetapi tidak memberikan informasi pada jurusan di fakultas mereka kuliah sebelumnya. Ini murni persoalan informasi yang terputus dari pihak mahasiswa ke kampus. Sejatinya mereka menyampaikan informasi terkait pengunduran diri disertai alasan yang jelas sehingga tidak menimbulkan persoalan bagi Unand.
“Mahasiswa 167 orang tersebut terkait dengan aturan yang dibuat ; Peraturan Rektor Unand Nomor 14 tahun 2020 tentang Peraturan Akademik Program Sarjana Universitas Andalas pada Pasal 14 ayat 2. Pasal itu menyatakan mahasiswa yang tidak melakukan pendaftaran ulang dua semester berturut-turut dinyatakan mengundurkan diri sebagai mahasiswa,“ tegas Yuliandri
Sekira ada diantara mahasiswa tersebut terkait dengan persoalan pembiayaan uang kuliah, maka kampus akan mencarikan solusi agar yang bersangkutan dapat melanjutkan kuliahnya. "Keterbukaan informasi untuk berkomunikasi bagi mahasiswa pada institusi kampus itu penting guna keberlanjutan perkuliahan mereka," jelas Yuliandri, sembari mengigatkan dan mengajak mahasiswa terbuka untuk berkoordinasi.
“Terkait pembayaran UKT, dan proses studi, maka berdasarkan Permendikbud 25 tahun 2020, dan SE Dirjen Dikti, yang kemudian ditindaklanjuti dengan Peraturan Rektor Nomor 7 tahun 2020 dan Nomor 1 tahun 2021, ketika ada pengajuan permohonan dari mahasiswa yang terdampak Covid-19, akan dibantu, “ pungkas Yuliandri
Rektor Unand Yuliandri lebih lanjut menjelaskan sehubungan pembiayaan kuliah mahasiswa pada masa pandemi Covid-19 hingga belum berahir, bahwa kampus Unand telah membuat kebijakan untuk meringankan beban mahasiswa. Kemudahan itu diantaranya adalah pembayaran uang kuliah bisa dicicil, turun biaya atau bahkan dibebaskan.
Editor : ranof
Tag :#167 mahasiswa undur diri#Rektor Unand#Yuliandri#Dua semester putus komunikasi#
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
TEMBUS 10 BESAR ASAS 2026, TIGA SISWA SMP SEMEN PADANG RAIH NILAI 100 PADA BAHASA INGGRIS DAN MATEMATIKA
-
BUKTI KOMITMEN CIPTAKAN SEKOLAH SEHAT, SMP SEMEN PADANG RAIH PENGHARGAAN STRATIFIKASI UKS PADANG 2025
-
PT SEMEN PADANG, UNAND, DAN DLH SUMBAR LATIH PONDOK PESANTREN UBAH SAMPAH JADI BERNILAI EKONOMI
-
BUKU 'KINANTAN MELINTAS ZAMAN' KARANGAN IRWAN SETIAWAN DIBEDAH DI FIB UNAND
-
INISIASI PEMKO DAN DPRD PADANG, PLN UID SUMBAR DUKUNG PROGRAM FASILITAS TOILET SEHAT DI 6 SEKOLAH
-
BOARD OF PEACE DAN INDONESIA: UJIAN KONSISTENSI DIPLOMASI PERDAMAIAN DI TENGAH KRISIS KEPERCAYAAN PUBLIK
-
JENDERAL ABDUL HARIS NASUTION DAN PERANG KAMANG 1908
-
MEMELIHARA HARAPAN, CATATAN HENDRY CH BANGUN
-
DARI SUNGAI BATANGHARI KE RANTAI LOGISTIK NASIONAL, PTP NONPETIKEMAS JAMBI MENJAGA ARUS DISTRIBUSI DAN MENGGERAKKAN EKONOMI
-
MERATAPI SEMEN PADANG FC, MERAYAKAN ANAK-ANAK MINANG DI PANGGUNG NASIONAL