HOME PENDIDIKAN KOTA PADANG
- Senin, 27 Juli 2026
Belajar Tanpa Lelah, Siswi SMA Semen Padang Raih Tiket Ke Kampus Top Indonesia Hingga Australia Dan Hong Kong
Belajar tanpa lelah, Siswi SMA Semen Padang Raih Tiket ke Kampus Top Indonesia hingga Australia dan Hong Kong
Padang (Minangsatu) – Enam hari dalam sepekan, waktu Nayla Irza Ramadhani (18) nyaris tidak pernah lepas dari kegiatan belajar. Setelah menyelesaikan pelajaran di sekolah, ia kembali berpindah dari satu tempat bimbingan belajar ke tempat lainnya untuk memperdalam matematika, kimia, dan fisika. Setiap mata pelajaran bahkan dipelajarinya di tempat berbeda.
Hari Minggu menjadi satu-satunya waktu bagi Nayla untuk beristirahat dari rutinitas tersebut. Namun, bagi remaja kelahiran Padang, 22 September 2008 itu, jadwal padat bukanlah beban. Belajar telah menjadi bagian dari kesehariannya sekaligus jalan yang dipilih untuk mendekatkan diri pada cita-cita.
“Saya memang tidak bisa bermalas-malasan. Rasanya tidak nyaman kalau tidak ada kegiatan. Karena itu, saya selalu mencari aktivitas di luar rumah, salah satunya mengikuti les dari Senin sampai Sabtu,” kata Nayla saat ditemui di SMA Semen Padang, Jumat (24/7/2026).
Kebiasaan itulah yang secara perlahan membentuk kedisiplinan, ketekunan, dan daya juang Nayla. Di balik jadwal belajar yang panjang, tersimpan sebuah cita-cita besar: menjadi ilmuwan dan memperoleh pengalaman akademik di lingkungan pendidikan terbaik.
Kini, kerja keras anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Irwan Kartadi Putra dan Roza Wilda itu mulai membuahkan hasil. Setelah menamatkan pendidikan di SMA Semen Padang Tahun Pelajaran 2025/2026, Nayla berhasil membuka jalan menuju sejumlah perguruan tinggi bergengsi di dalam dan luar negeri.
Di Indonesia, ia diterima di Program Studi Farmasi Universitas Andalas (Unand) dan Program Studi Farmasi Universitas Padjadjaran (Unpad). Tidak hanya itu, kesempatan lain datang dari President University yang memberikan beasiswa kepadanya untuk menempuh pendidikan di Program Studi Kedokteran.
Kesempatan serupa terbuka dari luar negeri. Nayla telah mengikuti rangkaian seleksi untuk program studi bidang penelitian sains di Monash University, Australia. Ia juga menerima pemberitahuan dari The University of Hong Kong untuk bidang biomedis, meskipun status penerimaannya masih berada dalam daftar tunggu.
Namun, bagi Nayla, setiap surat penerimaan dari dua perguruan tinggi luar negeri itu bukanlah akhir dari perjalanan. Di baliknya masih terdapat pertimbangan biaya pendidikan, peluang beasiswa, kesiapan hidup jauh dari keluarga, serta pilihan yang harus dibicarakan secara matang bersama orang tua.
“Untuk melanjutkan pendidikan di Monash University, saya masih menantikan hasil seleksi Program Beasiswa Garuda yang dijadwalkan diumumkan pada Agustus 2026. Beasiswa penuh tersebut menjadi salah satu penentu apakah saya dapat mewujudkan keinginan menempuh pendidikan di Australia,” ujarnya.
Sementara itu, kepastian dari The University of Hong Kong juga bergantung pada dukungan pembiayaan pendidikan yang diperolehnya. “Di The University of Hong Kong, saya juga mengupayakan Beasiswa Garuda. Apabila saya mendapatkan beasiswa dan pihak pemberi beasiswa telah melaporkannya kepada The University of Hong Kong, maka pihak universitas akan memberikan keputusan akhir mengenai penerimaan saya,” sambung Nayla.
Memilih Jalan yang Tidak Membebani Keluarga
Di tengah banyaknya kesempatan yang terbuka, Nayla tidak tergesa-gesa mengambil keputusan. Setiap pilihan dibicarakannya secara matang bersama kedua orang tuanya. Nayla memahami bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan cita-cita, tetapi juga kesiapan ekonomi keluarga. Karena itu, sembari menunggu pengumuman beasiswa dari Monash University, ia memilih melakukan pendaftaran ulang di Program Studi Farmasi Unand.
Keputusan tersebut menjadi pilihan paling realistis agar Nayla tetap dapat melanjutkan pendidikan tinggi tanpa memberikan beban berlebihan kepada orang tuanya. “Saya bersyukur atas semua kesempatan yang diperoleh. Saya memilih Unand karena ingin tetap melanjutkan pendidikan tanpa membebani orang tua. Namun, saya tetap berharap memperoleh beasiswa penuh untuk melanjutkan studi di luar negeri, terutama di Monash University,” katanya.
Bagi Nayla, Unand merupakan pilihan yang aman sekaligus berkualitas. Kendati demikian, keinginannya untuk memperoleh pengalaman akademik internasional masih tersimpan kuat. Apabila belum berhasil mendapatkan beasiswa pada tahun ini, Nayla tidak menutup kemungkinan untuk kembali mencoba pada tahun berikutnya. Namun, ia juga telah mempersiapkan diri menerima setiap hasil dengan lapang dada.
“Kalau belum diterima, saya akan mencoba lagi tahun depan. Kalau ternyata belum juga, berarti rezeki saya memang berada pada pilihan yang sekarang,” tuturnya.
Sikap tersebut memperlihatkan kematangan Nayla dalam menghadapi berbagai kemungkinan. Ia menyimpan ambisi besar untuk menatap dunia, tetapi tetap berpijak pada kondisi keluarga. Di balik keberaniannya bermimpi, terdapat pertimbangan rasional dan kesadaran untuk selalu menyiapkan pilihan lain.
Australia dan Mimpi Menjadi Ilmuwan
Di antara sejumlah perguruan tinggi yang membuka kesempatan baginya, Monash University menjadi salah satu kampus yang paling menarik perhatian Nayla. Selain dikenal sebagai perguruan tinggi bereputasi internasional, letak Australia yang relatif dekat dengan Indonesia menjadi pertimbangan tersendiri. Kedekatan geografis serta lingkungan Australia membuat Nayla merasa lebih percaya diri untuk menjalani pendidikan jauh dari keluarga.
“Saya memilih Monash University karena merupakan universitas yang bagus di Australia. Australia juga dekat dengan Indonesia. Jadi, saya tidak terlalu takut untuk pergi sendiri dibandingkan harus kuliah ke kawasan yang lebih jauh seperti Eropa atau Amerika. Begitu juga dengan The University of Hong Kong yang masih berada di kawasan Asia, dan di samping itu saya juga sudah menguasai bahasa Mandarin,” katanya.
Nayla menyampaikan bahwa keinginan melanjutkan pendidikan di luar negeri tidak muncul secara tiba-tiba. Sejak awal, kedua orang tuanya telah mendorong Nayla untuk berani mencari pengalaman akademik internasional, terutama di kawasan Asia atau Australia. “Orang tua menyarankan saya kuliah di luar negeri. Kalau bisa sejauh mungkin untuk menambah pengalaman, tetapi masih di kawasan Asia atau Australia,” ujarnya.
Dukungan tersebut tidak berhenti pada nasihat. Kedua orang tua Nayla turut mencari informasi mengenai perguruan tinggi, program pendidikan, agen pendidikan, prosedur pendaftaran, hingga peluang beasiswa. Bahkan, mereka juga mendampingi Nayla menyiapkan berbagai persyaratan, mulai dari nilai rapor, sertifikat akademik, akun pendaftaran, hingga sertifikat kemampuan berbahasa Inggris atau IELTS.
Bagi Nayla, keterlibatan orang tua menjadi sumber kekuatan terbesar dalam mengejar cita-citanya sebagai ilmuwan. Ia menyadari bahwa setiap peluang yang datang tidak hanya lahir dari kemampuan pribadi, tetapi juga dari doa, pengorbanan, dan kepercayaan keluarga. “Orang tua menaruh harapan besar agar saya dapat kuliah di luar negeri. Selama ini, mereka ikut sibuk mencari informasi dan membantu menyiapkan akun pendaftaran serta berbagai dokumen yang diperlukan,” katanya.
Bahasa Asing sebagai Jendela Dunia
Persiapan Nayla tidak hanya berfokus pada pencapaian nilai akademik. Ia memahami bahwa kemampuan berbahasa asing merupakan bekal penting untuk memasuki lingkungan pendidikan internasional. Di sela-sela kesibukannya mengikuti bimbingan belajar matematika, kimia, dan fisika, Nayla juga mempelajari bahasa Inggris dan Mandarin.
Kedua bahasa tersebut diharapkan menjadi modal untuk memperluas akses informasi, membangun komunikasi, serta beradaptasi dengan lingkungan global. “Saat ini saya mempelajari dan menguasai dua bahasa asing, yaitu bahasa Inggris dan Mandarin,” ujarnya.
Dalam bidang akademik, Nayla mencatatkan nilai rapor dengan rata-rata 94. Selama menempuh pendidikan di SMA Semen Padang, ia konsisten berada dalam kelompok siswa berprestasi dan selalu masuk peringkat lima besar di kelas. Namun, bagi Nayla, keberhasilan tidak semata-mata ditentukan oleh peringkat. Keberanian mencari peluang, meningkatkan keterampilan, dan terus belajar di luar ruang kelas juga menjadi bagian penting dalam meraih masa depan.
Pengalaman itu pula yang ingin dibagikannya kepada adik-adik kelas. Nayla berpesan agar para pelajar tidak takut mencari informasi tentang pendidikan di luar negeri. Menurutnya, kesempatan untuk menempuh pendidikan di kampus internasional semakin terbuka melalui berbagai program beasiswa.
“Jangan takut mencari informasi dan jangan takut kuliah di luar negeri. Banyak program beasiswa yang dapat diikuti. Namun, kita juga harus memperbanyak keterampilan di luar sekolah, terutama kemampuan berbahasa asing,” katanya.
Sekolah yang Memberikan Ruang untuk Bertumbuh
Di balik perjalanan akademiknya, Nayla merasakan dukungan yang kuat dari lingkungan SMA Semen Padang. Menurutnya, para guru tidak hanya memberikan materi pelajaran, tetapi juga menciptakan suasana sekolah yang nyaman dan mendukung setiap siswa untuk berkembang. “Lingkungan SMA Semen Padang sangat suportif, termasuk para gurunya. Saya merasa sangat nyaman bersekolah di sini,” ujarnya.
Kepala SMA Semen Padang, Moethia Varina Oemar, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian Nayla. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kesungguhan belajar serta kolaborasi yang terbangun antara peserta didik, keluarga, guru, sekolah, dan yayasan.
“Prestasi Nayla merupakan kebanggaan bagi keluarga besar SMA Semen Padang. Keberhasilannya menunjukkan bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan semangat belajar yang tinggi, siswa mampu bersaing dan memperoleh kesempatan di berbagai perguruan tinggi unggulan,” kata Moethia.
Ia berharap Nayla mampu mempertahankan semangat belajar ketika memasuki jenjang pendidikan tinggi. Perjalanan Nayla juga diharapkan menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk berani memiliki cita-cita besar dan bersungguh-sungguh mewujudkannya. “Kami berharap Nayla terus berprestasi di jenjang pendidikan tinggi dan menjadi inspirasi bagi adik-adik kelasnya untuk terus bermimpi besar serta berjuang mewujudkan mimpi tersebut,” ujarnya.
Moethia menegaskan, SMA Semen Padang akan terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, pembentukan karakter, serta pengembangan potensi akademik dan nonakademik. Pembinaan tersebut diarahkan agar setiap peserta didik memiliki kesiapan menghadapi persaingan di tingkat nasional maupun internasional.
Inspirasi bagi Generasi Berikutnya
Apresiasi juga disampaikan Ketua Yayasan Semen Padang Schools, Hasfi Rafiq. Menurutnya, pencapaian Nayla menjadi salah satu indikator berjalannya kolaborasi antara yayasan, sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik dalam membangun ekosistem pendidikan yang unggul.
“Kami mengucapkan selamat kepada Nayla Irza Ramadhani atas prestasi yang sangat membanggakan ini. Yayasan akan terus mendukung peningkatan mutu pendidikan melalui penyediaan sarana pembelajaran, penguatan kualitas sumber daya manusia, serta pembinaan peserta didik agar mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Hasfi berharap pencapaian Nayla dapat menumbuhkan optimisme di kalangan siswa SMA Semen Padang. Setiap siswa, menurutnya, memiliki kesempatan untuk mengukir prestasi selama mempunyai kemauan belajar, keberanian mencoba, dan konsistensi dalam mengembangkan kemampuan.
“Semoga keberhasilan Nayla menjadi inspirasi bagi seluruh siswa SMA Semen Padang untuk terus belajar, berinovasi, dan mengukir prestasi terbaik,” ujarnya.
Sementara itu, sang ayah, Irwan Kartadi Putra, bersyukur dan bangga atas pencapaian Nayla. Karena sesuatu yang diraih anak pertamanya itu bukanlah suatu hal yang instan, melainkan buah dari doa, kerja keras, disiplin, dan kesungguhan dalam belajar selama bertahun-tahun.
Sebagai orang tua, sebutnya, ia hanya berusaha mendampingi, memberikan motivasi, serta membantu mencari informasi mengenai berbagai peluang pendidikan dan beasiswa yang dapat mendukung cita-citanya.
“Bagi kami sebagai orang tua, keberhasilan Nayla bukan hanya diterima di berbagai perguruan tinggi bergengsi, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang rendah hati, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap kondisi keluarga,” ujar Irwan.
Terkait keputusan Nayla untuk tetap memprioritaskan pilihan yang tidak membebani orang tua, menurut Irwan, keputusan tersebut merupakan bentuk kedewasaan berpikir yang membuat ia sebagai orang tua semakin bangga. Meski begitu, ia berharap apa pun jalan yang akhirnya dipilih, Nayla dapat terus belajar, menjaga integritas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui ilmu pengetahuan.
“Semoga Allah SWT memudahkan langkahnya, membuka pintu beasiswa terbaik, dan menjadikannya ilmuwan yang tidak hanya berprestasi di tingkat internasional, tetapi juga mampu mengharumkan nama keluarga, almamater, daerah, dan Indonesia,” kata karyawan PT Semen Padang ini.
Perjalanan Nayla memperlihatkan bahwa prestasi besar tidak diraih dalam waktu singkat. Di balik berbagai kesempatan yang datang, terdapat rutinitas belajar yang panjang, keberanian mencoba, kemampuan berbahasa asing, dukungan keluarga, serta lingkungan sekolah yang memberikan ruang untuk bertumbuh.
Kini, sembari mempersiapkan pendidikan di Unand, Nayla masih menantikan pengumuman beasiswa yang berpotensi membawanya melanjutkan studi ke Australia ataupun ke Hong Kong. Apa pun hasil akhirnya, ia telah membuktikan bahwa pelajar dari Padang mampu berdiri percaya diri di depan pintu kampus-kampus bergengsi di dalam dan luar negeri. (*)
Editor : melatisan
Tag :Belajar tanpa lelah, Siswi SMA Semen Padang, Raih Tiket, ke Kampus Top Indonesia, hingga Australia, dan Hong Kong
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
UPZ BAZNAS SEMEN PADANG SALURKAN RP305,5 JUTA BANTUAN PENDIDIKAN UNTUK 362 PELAJAR DAN MAHASISWA
-
MAHASISWA UIN IMAM BONJOL RAIH EMAS DI SELBA INTERNASIONAL FESTIVAL 2026
-
BANYAK AYAH ANTAR ANAK PADA HARI PERTAMA SEKOLAH DI PADANG, MERESPONS IMBAUAN GUBERNUR MAHYELDI
-
450 MAHASISWA DAN PELAJAR IKUTI PROGRAM MAGANG DI PT SEMEN PADANG
-
FK UNIVERSITAS ANDALAS TUTUP KEGIATAN FOME LAPANGAN, HADIRKAN EDUKASI KESEHATAN BAGI WARGA GATES NAN XX, LUBUK BEGALUNG, PADANG
-
MENJAGA NILAI ABS-SBK DI TENGAH FENOMENA LGBT DI SUMATERA BARAT: ANTARA TANTANGAN SOSIAL, MORAL, DAN TANGGUNG JAWAB BERSAMA
-
MENZIARAHI AKAR SEJARAH SEMEN PADANG FC DI LAWANG
-
JALAN PANJANG KEMANDIRIAN PERS KITA, CATATAN HENDRY CH BANGUN
-
TOLERANSI DAN KETEGUHAN NILAI: MENYIKAPI ISU LGBT DI TENGAH MASYARAKAT KITA
-
PERKUAT LAYANAN DASAR BERBASIS DIGITAL, PEMPROV SUMBAR LUNCURKAN SAPA SPM DAN RUNDIANG SPM