HOME VIRAL UNIK

  • Sabtu, 6 Juni 2026

Qurban Idul Adha 2026: Wujud Kepedulian Dan Gotong Royong Masyarakat Koto Tuo Mungka

Suasana Qurban Idul Adha
Suasana Qurban Idul Adha

Qurban Idul Adha 2026: Wujud Kepedulian dan Gotong Royong Masyarakat Koto Tuo Mungka

Oleh: Yentilas Tika
(Prodi Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)


Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu momen yang paling dinantikan oleh umat Islam karena selain menjadi hari raya keagamaan, juga menjadi waktu untuk melaksanakan ibadah qurban yang sarat dengan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial. Pada hari Kamis, 28 Mei 2026, suasana penuh kebersamaan dan semangat berbagi tampak begitu terasa di sebuah masjid yang berada di dekat Masjid Sa’adiyah, Koto Tuo Mungka, Kabupaten Lima Puluh Kota. Sejak pagi hari, masyarakat telah berkumpul untuk melaksanakan rangkaian kegiatan qurban setelah menunaikan Salat Idul Adha.

Cuaca yang cerah dan udara yang sejuk khas daerah Mungka menambah khidmat suasana perayaan hari besar umat Islam tersebut. Warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, pemuda, hingga orang tua hadir untuk menyaksikan dan turut membantu pelaksanaan qurban yang telah dipersiapkan jauh hari sebelumnya. Kegiatan qurban tahun ini menjadi salah satu kegiatan yang cukup meriah karena melibatkan banyak masyarakat yang secara sukarela bergotong royong demi menyukseskan pelaksanaan ibadah tersebut. Setelah Salat Idul Adha selesai dilaksanakan, panitia qurban segera melakukan persiapan penyembelihan hewan qurban yang sebelumnya telah didaftarkan oleh para peserta qurban.

Beberapa ekor sapi dan kambing yang telah memenuhi syarat qurban disiapkan di lokasi penyembelihan yang telah ditentukan. Proses penyembelihan dilakukan sesuai dengan syariat Islam oleh petugas yang berpengalaman dan memahami tata cara penyembelihan yang benar. Sebelum penyembelihan dimulai, panitia memberikan arahan kepada seluruh masyarakat yang hadir mengenai tata tertib dan pentingnya menjaga kebersihan selama kegiatan berlangsung. Masyarakat tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, bahkan banyak pemuda yang secara sukarela membantu berbagai pekerjaan yang diperlukan.

Setelah hewan qurban disembelih, proses pengulitan, pemotongan, dan pencacahan daging dilakukan secara bersama-sama. Suasana gotong royong terlihat begitu kuat ketika warga saling membantu tanpa memandang usia maupun status sosial. Kaum bapak bertugas memotong dan membagi bagian-bagian daging, sementara ibu-ibu menyiapkan makanan dan minuman bagi panitia serta membantu mengemas daging qurban yang akan dibagikan. Para remaja juga terlihat aktif membantu mengangkat daging, membersihkan lokasi, serta mengatur pembagian paket qurban agar berjalan dengan tertib.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi ajang mempererat hubungan antarwarga yang sehari-hari disibukkan oleh berbagai aktivitas masing-masing. Melalui kegiatan qurban, masyarakat kembali berkumpul dan menjalin silaturahmi dalam suasana penuh kekeluargaan. Anak-anak yang hadir juga mendapatkan pengalaman berharga dengan menyaksikan langsung pelaksanaan qurban. Mereka belajar tentang makna pengorbanan yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, serta memahami pentingnya berbagi kepada sesama. Banyak orang tua memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memberikan penjelasan kepada anak-anak mengenai nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah qurban sehingga generasi muda dapat memahami makna sesungguhnya dari Hari Raya Idul Adha.

Setelah seluruh proses pemotongan selesai dilakukan, panitia mulai menimbang dan membagi daging qurban ke dalam paket-paket yang telah disiapkan sebelumnya. Pembagian dilakukan secara adil dan teratur berdasarkan data penerima yang telah didata oleh panitia. Daging qurban dibagikan kepada peserta qurban, masyarakat sekitar, kaum dhuafa, fakir miskin, janda lanjut usia, serta warga yang membutuhkan. Kehadiran daging qurban membawa kebahagiaan tersendiri bagi banyak keluarga, terutama mereka yang jarang menikmati hidangan daging dalam kehidupan sehari-hari. Wajah-wajah bahagia terlihat ketika masyarakat menerima bagian qurban yang dibagikan oleh panitia.

Tidak hanya menjadi bentuk bantuan materi, pembagian daging qurban juga menjadi simbol kepedulian dan kebersamaan yang tumbuh di tengah masyarakat. Semangat berbagi yang ditunjukkan oleh para peserta qurban mencerminkan nilai-nilai Islam yang mengajarkan pentingnya membantu sesama dan memperhatikan kondisi orang-orang yang kurang beruntung. Selain memberikan manfaat bagi penerima, qurban juga memberikan pelajaran berharga bagi mereka yang melaksanakannya karena mengajarkan keikhlasan dalam mengorbankan sebagian harta demi memperoleh ridha Allah SWT. Pelaksanaan qurban di masjid dekat Masjid Sa’adiyah ini juga menunjukkan bahwa tradisi gotong royong masih terjaga dengan baik di tengah masyarakat Koto Tuo Mungka.

Meskipun perkembangan zaman terus berlangsung dan berbagai perubahan terjadi dalam kehidupan sosial masyarakat, nilai kebersamaan dan rasa saling membantu tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Selama kegiatan berlangsung, tidak terlihat adanya perbedaan antara satu warga dengan warga lainnya. Semua bekerja bersama-sama demi menyukseskan pelaksanaan qurban dan memastikan seluruh proses berjalan lancar. Bahkan setelah pembagian daging selesai dilakukan, masyarakat masih tetap berada di lokasi untuk membersihkan area penyembelihan dan mengembalikan peralatan yang digunakan. Hal tersebut menunjukkan tingginya rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Kegiatan qurban tahun 2026 ini menjadi bukti bahwa masyarakat Koto Tuo Mungka masih menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan budaya yang diwariskan oleh para pendahulu. Selain menjadi ibadah yang bernilai pahala, qurban juga menjadi sarana memperkuat persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, dan menumbuhkan semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat merasakan secara langsung manfaat dari saling berbagi dan bekerja sama demi kebaikan bersama. Momentum Idul Adha yang penuh berkah tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan terlaksananya qurban di masjid yang berada dekat Masjid Sa’adiyah, Koto Tuo Mungka, Kabupaten Lima Puluh Kota, pada Kamis, 28 Mei 2026, masyarakat kembali membuktikan bahwa nilai-nilai keislaman, kebersamaan, dan kepedulian sosial masih hidup dan berkembang dengan baik, sehingga dapat menjadi contoh yang positif bagi generasi mendatang dalam membangun kehidupan yang harmonis, religius, dan penuh keberkahan.


Wartawan : Yentilas Tika
Editor : melatisan

Tag :Qurban Idul Adha 2026, Wujud Kepedulian, Gotong Royong, Masyarakat, Koto Tuo Mungka

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com