HOME SOSIAL BUDAYA KOTA PADANG PANJANG
- Selasa, 6 Februari 2024
Petani Kembali Was-was, Marapi Kembali Semburkan Debu Vulkanik
Pd. Panjang (Minangsatu) - Sempat beberapa hari tidak melihatkan aktifitas yang begitu menonjol, pada, Selasa (6/2/2024) pagi, Gunung Marapi kembali semburkan debu vulkanik lumayan besar ke udara. Kondisi tersebut, membuat petani kembali merasa was-was akan sebaran debu Marapi ke lahan pertanian mereka.
Menurut, Nasir, 57, salah seorang petani di Kecamatan Padang Panjang Timur, sebelumnya ia sudah berniat untuk kembali menanam bibit sayuran di lahan pertaniannya.
Melihat kondisi Marapi yang kembali semburkan debu vulkanik ke udara dengan gelombang cukup besar, dirinya terpaksa kembali mempertimbangkan.
"Kini, kita hanya bisa berdoa semoga Marapi cepat berhenti keluarkan abu vulkanik," ujarnya dengan mimik pasrah.
Sementara komentar senada turut dilontarkan, Bukhari, 63, petani X Koto. Menurutnya, jika kondisi Marapi masih terus tampakkan aktifitas, kita masih mempertimbangkan untuk bertanam bibit sayur mayur. Pasalnya, sebaran abu vulkanik sangat berdampak besar terhadap lahan pertanian.
"Sudah lebih dua bulan Marapi meletus, otomatis kebutuhan ekonomi keluarga kami sangat terganggu keluhnya, terutama untuk makan se hari hari," keluhnya. (*)
Editor : Benk123
Tag :#padangpanjang
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
WAKO HENDRI ARNIS DAN IRMAN GUSMAN LUNCURKAN PROGRAM TITAH WALI KOTA
-
MAJESTIC KOI FARM BATAM BORONG GELAR GRAND CHAMPION KOI SHOW SUMBAR 2026
-
RIBUAN ALUMNI SMP N.2 IKUTI JALAN SEHAT. SOSOK IMRAL MULAI DI GADANG GADANG
-
PEMKO PADANG PANJANG SALURKAN BANTUAN UNTUK KORBAN GALODO AROSUKA
-
USAI RAIH JUARA 1 FOTOGRAFI SISSCA 2026, MUHAMMAD ARIS HENDRA RESMI SANDANG GELAR SARJANA
-
BAREH RANDANG PAYAKUMBUH PUNYA RASA MANIS DAN BERBEDA DARI RENDANG DAGING
-
KATUPEK GULAI PAKU, SAJIAN KHAS PESISIR MINANGKABAU DENGAN KUAH SANTAN DAN PAKIS
-
HUTAN DILEGALKAN UNTUK DITEBANG: PARADOKS DEFORESTASI DAN KLAIM PENYERAP EMISI
-
DENGAN OLAHRAGA KITA BERSATU, CATATAN HENDRY CH BANGUN (FWK)
-
PEMBERIAN NAMA JALAN