HOME SOSIAL BUDAYA RANTAU
- Rabu, 23 Oktober 2019
Peringati Hari Santri, Festival Sholawat Dan Hadroh 2019 Digelar Di Kualalumpur
Kualalumpur (Minangaatu) - Untuk mewujudkan kembali zaman kejayaan Islam, aspek kebudayaan mesti senantiasa digemakan ke seluruh persada, karena kebudayaan adalah salah satu kekuatan selain sains dan ekonomi untuk dapat mewujudkannya. Nasyid sebagai salah satu produk kebudayaan di bidang seni kian disemarakkan sebagai langkah nyata dalam upaya untuk meraih kejayaan itu, baik dalam bentuk sholawat, hadroh, dan lainnya.
Berkenaan dengan peringatan Hari Santri yang jatuh pada hari Selasa (22/10/2019), organisasi Islam Ansor dan Fatayat NU bekerjasama dengan IslamicTunes melangsungkan acara Festival Sholawat dan Hadroh 2019 pada hari Sabtu (19/10/2019) di Aula Gedung Adamson Hotel, Kualalumpur, Malaysia. Acara yang mengusung tema 'Santri untuk Perdamaian' ini berlangsung dengan khidmat dan sukses.
Beberapa kumpulan nasyid tampil pada ajang festival bergensi ini, seperti; Al Hijrah IPMI Penang, Al Hijrah Puchong Selangor, Al Hijrah Melaka, Jamiyatul Kiflaini, Al Huda, Iqoma Hubbul Musthofa, Aschol Malaysia. Semua peserta menyajikan penampilan terbaiknya untuk memukau para hadirin. Kumpulan nasyid Aschol Malaysia berhasil menjadi juaranya.
“Kepada para kumpulan nasyid peserta Festival Sholawat dan Hadroh 2019 Kualalumpur, kita tidak perlu menunggu jadi artis terkenal dahulu untuk dapat menyebarkan karya nasyid kita pada masyarakat luas di luar sana. Kerana kita punya platform IslamicTunes, suatu aplikasi yang berada di internet atau website, jadi tuan-tuan boleh download secara percuma atau gratis,” kata Razin, Presiden Munsyid Malaysia pada kata sambutannya.
Razin juga mengatakan, “IslamicTunes, tuan-tuan dan puan-puan boleh gunakan untuk berkongsi karya video, lagu, hadroh, selawat, tausiyah, tilawah, dan sebagainya. Kenapa IslamicTunes ini dicipta? Adalah karena kita ingin mengumpulkan konten-konten berunsur islami dalam satu media, agar mudah dicari dan dikongsi dengan masyarakat luas di luar sana.”
“Walaupun IslamicTunes ini diazaskan oleh teman-teman di Malaysia, namun saat ini sambutannya lebih banyak dari teman-teman kita di Indonesia. IslamicTunes ada wakil di Jakarta, Bandung, Semarang, Pekanbaru, semuanya ada. Mereka bergerak dalam bentuk komunitas. Selain di Indonesia, juga ada di Thailand, Singapura, dan Brunei. IslamicTunes ingin berkembang ke seluruh negara di dunia, karena konten-konten karya islami di IslamicTunes dapat diakses oleh seluruh dunia. Apa yang kami usahakan ini bersama teman-teman, tidak akan bermanfaat jika tidak kita gunakan bersama-sama. Dengan menguasai dunia digital, semoga kita dapat menyebarkan keindahan Islam melalui karya-karya kita,” kata Razin yang merupakan salah seorang personal kumpulan nasyid Mestica.
Editor : melatisan
Tag :#nasyid #kualumpur
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
KAPOLRES TAPIN PIMPIN LANGSUNG PENANGANAN KARHUTLA DI SUNGAI RUTAS HULU
-
REFLEKSI 81 TAHUN INDONESIA MERDEKA: FWK INGATKAN AGAR PEMERINTAH KIAN PEKA TERHADAP KERESAHAN MASYARAKAT
-
TUNDRA MELIALA MUNDUR DARI KETUA UMUM AMKI, DADANG RACHMAT JADI PLT
-
KESANTUNAN BERBAHASA DIPERLUKAN DALAM BERBANGSA DAN BERNEGARA
-
PT SEMEN PADANG BEKALI 90 JAGO BANGUNAN DI JAMBI DENGAN SERTIFIKASI KOMPETENSI
-
KALAU ALAM SUDAH MENEGUR, CATATAN HENDRY CH BANGUN
-
MEMAHAT MANUSIA, BUKAN MENUMPUK BETON: BERGURU KE SULAWESI TENGAH
-
MADING LEMBAGA MAHASISWA JURUSAN SASTRA MINANGKABAU RESMI DIAKTIFKAN KEMBALI
-
KAPAN TERAKHIR KE PASAR? CATATAN JURNALISTIK HENDRY CH BANGUN
-
MELAWAN ARUS ALGORITMA: KETIKA PERS SUMATERA BARAT MEMILIH MENGHARGAI "SUNYI" DI UJUNG NEGERI