HOME SOSIAL BUDAYA RANTAU
- Kamis, 13 Agustus 2026
Refleksi 81 Tahun Indonesia Merdeka: FWK Ingatkan Agar Pemerintah Kian Peka Terhadap Keresahan Masyarakat
Refleksi 81 Tahun Indonesia Merdeka: FWK Ingatkan Agar Pemerintah Kian Peka Terhadap Keresahan Masyarakat
Jakarta (Minangsatu) - Diskusi kebangsaan yang diselenggarakan oleh Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) menyoroti arah masa depan Indonesia di tengah berbagai persoalan krusial dan kegelisahan publik.
Dalam forum tersebut, para narasumber sepakat bahwa refleksi kritis terhadap perjalanan bangsa menjadi hal yang mendesak untuk segera dilakukan.
A.R Loebis dalam pandangannya menyatakan bahwa momentum saat ini harus dimanfaatkan secara optimal untuk kembali mendalami pemikiran para pendiri bangsa sekaligus menggelorakan semangat nasionalisme di kalangan generasi muda.
Ia menegaskan bahwa FWK hadir bukan untuk membahas figur atau individu tertentu, melainkan murni membicarakan arah serta masa depan bangsa Indonesia.
Kendati demikian, nada tajam dan kritis turut disampaikan oleh mantan Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry Ch Bangun. Ia menyoroti kinerja lingkaran terdekat Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya minim pengalaman dalam bernegara.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat para pembantu presiden cenderung bekerja hanya untuk menyenangkan atasan tanpa orientasi kenegaraan yang matang.
Situasi ini dinilai sangat berbahaya karena berpotensi memicu apatisme di tengah masyarakat akibat pengelola negara yang dianggap kurang kompeten.
Diskusi ini juga merefleksikan kegelisahan masyarakat luas yang merasa bahwa di usia kemerdekaan Indonesia yang ke-81, kemerdekaan yang dicita-citakan belum sepenuhnya dirasakan oleh rakyat.
Muncul pandangan kritis bahwa institusi negaranya memang sudah merdeka, namun kemerdekaan yang hakiki bagi kesejahteraan rakyat masih menyisakan pekerjaan rumah yang besar.
Diskusi ini merupakan Refleksi Kemerdekaan HUT RI ke 81, terkait masa depan Indonesia melihat kondisi kebangsaan yang ada saat ini.
Pada peserta diskusi menyoroti berbagai masalah terkait dengan program pemerintah, seperti MBG dan KDMP, situasi pelaksanaan hukum yang cenderung tumpul ke atas tajam ke bawah, dan hidup masyarakat yang semakin sulit karena banyak PHK, pengangguran besar, pendapatan turun, dan harga bahan pokok yang cenderung naik.
Hadir dalam diskusi Pemred VOI, Iqbal Irsyad, mantan Sekretaris Redaksi Kompas, M Nasir, wartawan senior Budi Nugraha, Tatang Suherman, Sigit Setiono, Herwan Pebriansyah, Rudi Sitompul, Elwan Charisma, Fajar Ridwan Rahmat, Junie Rakhmat, Mukhsin dan lainnya.
Editor : ranof
Tag :#Refleksi 81 kemerdekaan Indonesia #Fwk sorot kinerja pemerintah #Jakarta
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
KEDATANGAN KHAFILAH SUMBAR DISAMBUT IKM SEMARANG DENGAN TARIAN MINANG DAN SUGUHAN JAMU
-
KAPOLRES TAPIN PIMPIN LANGSUNG PENANGANAN KARHUTLA DI SUNGAI RUTAS HULU
-
TUNDRA MELIALA MUNDUR DARI KETUA UMUM AMKI, DADANG RACHMAT JADI PLT
-
KESANTUNAN BERBAHASA DIPERLUKAN DALAM BERBANGSA DAN BERNEGARA
-
PT SEMEN PADANG BEKALI 90 JAGO BANGUNAN DI JAMBI DENGAN SERTIFIKASI KOMPETENSI