HOME EKONOMI KOTA SAWAHLUNTO

  • Sabtu, 24 Oktober 2026

Penyertaan Modal Dana Bergulir Sawahlunto Belum Bertambah, Operasional BLUD Butuh Rp80 Juta

Penyertaan Modal Dana Bergulir Sawahlunto Belum Bertambah, Operasional BLUD Butuh Rp80 Juta

Sawahlunto (Minangsatu) -
Kunjungan kerja Komisi II DPRD Kota Sawahlunto ke Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dana Bergulir mengungkap sejumlah persoalan terkait pengembangan layanan pembiayaan bagi masyarakat, mulai dari realisasi penambahan penyertaan modal hingga kebutuhan anggaran operasional untuk mendukung penerapan pola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) secara penuh.

Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Sawahlunto, Helmi Surya, menjelaskan bahwa kunjungan lapangan tersebut merupakan bagian dari kegiatan silaturahmi sekaligus peninjauan terhadap pelaksanaan kegiatan di UPTD Dana Bergulir.

Dalam kunjungan itu, pihak UPTD juga memaparkan mekanisme pengajuan pinjaman serta perkembangan kondisi keuangan Dana Bergulir sejak awal beroperasi hingga triwulan III tahun 2026.
Helmi mengungkapkan, pembahasan mengenai penambahan penyertaan modal Dana Bergulir sebenarnya telah dilakukan bersama DPRD pada tahun sebelumnya.

Saat itu, terdapat persetujuan untuk meningkatkan penyertaan modal dari Rp1,9 miliar menjadi Rp3 miliar.
Namun, hingga Oktober 2026, penambahan penyertaan modal tersebut belum terealisasi.

Menurut Helmi, kondisi keuangan daerah kemungkinan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pelaksanaan penambahan modal tersebut. Meski demikian, lanjut Helmi pihak yang dapat memberikan penjelasan lebih tepat mengenai alasan belum terealisasinya kebijakan itu adalah Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

"Selain persoalan penyertaan modal, UPTD Dana Bergulir juga membutuhkan dukungan anggaran operasional agar dapat menjalankan pola BLUD secara penuh," ungkapnya

Helmi menyebutkan, pihaknya berharap DPRD dapat mendukung pengalokasian anggaran operasional sekitar Rp70 juta hingga Rp80 juta dalam APBD Kota Sawahlunto tahun anggaran 2027.
Pasalnya, hingga saat ini kebutuhan operasional UPTD Dana Bergulir masih difasilitasi melalui anggaran dinas induk yang dinilai masih terbatas.

Dukungan anggaran tersebut diharapkan dapat menunjang kelancaran operasional sekaligus memperkuat pelaksanaan layanan Dana Bergulir di Kota Sawahlunto.
Kunjungan Komisi II DPRD ini menjadi kesempatan untuk melihat langsung kondisi pelaksanaan program, perkembangan keuangan, serta kebutuhan dukungan anggaran bagi keberlanjutan layanan pembiayaan melalui UPTD Dana Bergulir.


Wartawan : Hendra Idris
Editor : melatisan

Tag :Penyertaan Modal, Dana Bergulir, Sawahlunto, Belum Bertambah, Operasional, BLUD Butuh Rp80 Juta

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com