HOME OPINI OPINI

  • Sabtu, 24 Oktober 2026

Semen Padang FC Dan Ban Kapten: Ketika Pengalaman Saja Tak Cukup, Kabau Sirah Butuh Jiwa Yang Mengikat

Foto Istimewa
Foto Istimewa

Semen Padang FC dan Ban Kapten: Ketika Pengalaman Saja Tak Cukup, Kabau Sirah Butuh Jiwa yang Mengikat

Oleh: Arif Munandar

Perjalanan Semen Padang FC di Pegadaian Championship 2026/2027 sedang berada di fase krusial. Tiga laga beruntun tanpa kemenangan dengan torehan minor tujuh poin dari enam pertandingan bukan lagi sekadar dinamika adaptasi, melainkan alarm bahaya bagi klub dengan target mutlak kembali ke kasta tertinggi. 


Di titik ini, evaluasi tidak boleh berhenti pada papan taktik Stefano Cugurra, melainkan harus menyentuh aspek krusial yang sering luput: krisis kepemimpinan di lapangan.

Secara teoretis, komposisi skuad Kabau Sirah sangat mumpuni. Kombinasi pemain sarat pengalaman Liga 1 dan juru taktik sekaliber Teco yang mengoleksi tiga trofi juara nasional semestinya menjadi jaminan mutu. Namun, sepak bola kerap menegasikan kalkulasi di atas kertas. Kumpulan talenta hebat tidak akan otomatis menjadi unit tempur yang solid tanpa adanya collective consciousness sebuah ikatan emosional yang membuat pemain merasa sedang memperjuangkan kehormatan, bukan sekadar menuntaskan kontrak profesional.


Di sinilah diskursus mengenai ban kapten menemukan relevansinya. Musim ini, ban kapten diamanahkan kepada Ilija Spasojevi? dan Syafrudin Tahar. Kapasitas dan profesionalisme keduanya tidak diragukan. Namun, pertanyaan mendasarnya bukan lagi soal siapa yang paling senior, melainkan siapa yang mampu menjadi jangkar ruang ganti dan mentransformasikan target manajemen menjadi determinasi bersama?

Dalam industri sepak bola modern, glorifikasi putra daerah yang buta memang naif. Namun, mengabaikan faktor psikologis sense of belonging (rasa memiliki) adalah kekeliruan fatal. Sejarah mencatat, era kejayaan Semen Padang FC saat menembus papan atas atau bangkit dari degradasi selalu dikawal oleh figur lokal yang karismatik seperti Hengky Ardiles, Irsyad Maulana, hingga Rosad Setiawan. Mereka bukan sekadar memimpin taktik, tetapi mentransfer marwah Ranah Minang ke dalam lapangan.


Saat tim sedang mencari kompas identitasnya, nama Novri Setiawan hadir sebagai antitesis dari kebuntuan ini.
Novri bukan sekadar pulang kampung. Ia kembali dengan portofolio mentereng: menjelajahi klub-klub elite Indonesia dan meraih kejayaan bersama Persija Jakarta serta Bali United. Gaya mainnya yang spartan, agresif, dan 'uncompromising' adalah personifikasi dari karakter sepak bola Sumatera Barat yang lugas. Meski ia baru pulih dari cedera yang artinya kesiapan fisik tetap menjadi pertimbangan utama tim medis kehadiran psikologis Novri di ruang ganti memiliki nilai tawar yang tinggi.


Bagi pemain lokal, mengenakan seragam Kabau Sirah mendatangkan determinasi yang berbeda. Ada beban sejarah, ekspektasi publik, dan nama baik keluarga yang dipertaruhkan di setiap jengkal lapangan. Ketika aspek emosional ini bersenyawa dengan jam terbang tinggi di level tertinggi, Novri memiliki modalitas lengkap untuk menjadi dirigen permainan sekaligus jembatan komunikasi antara legiun asing, pemain nasional, dan talenta muda.

Tentu saja, pergantian ban kapten bukan obat penawar instan (silver bullet). Sektor taktikal, efektivitas transisi, dan penyelesaian akhir yang mandek tetap menjadi pekerjaan rumah utama Stefano Cugurra. Namun, perbaikan teknis hanya akan berujung sia-sia jika mentalitas bertanding tim rapuh saat menerima tekanan.

Semen Padang FC hari ini tidak kekurangan pemain yang tahu cara menendang bola. Mereka kekurangan sosok yang mampu membuat rekan-rekannya percaya bahwa kemenangan layak diperjuangkan sampai peluit akhir. Mengembalikan ban kapten kepada representasi identitas klub seperti Novri Setiawan bukan sebuah kemunduran romantis, melainkan langkah strategis untuk mengembalikan jiwa Kabau Sirah yang sempat hilang.


Tag :Semen Padang FC, dan Ban Kapten, Ketika Pengalaman Saja, Tak Cukup, Kabau Sirah, Butuh Jiwa, yang Mengikat

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com