HOME EKONOMI KOTA SAWAHLUNTO

  • Sabtu, 24 Oktober 2026

Mojao.Art Bawa Songket Silungkang Ke Panggung Nasional, Arindha Sukma Bidik Generasi Muda

Mojao.Art Bawa Songket Silungkang ke Panggung Nasional, Arindha Sukma Bidik Generasi Muda

Sawahlunto (Minangsatu)  - Songket Silungkang bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi produk fesyen modern yang bernilai ekonomi. Semangat inilah yang dibawa Mojao.Art, jenama lokal asal Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, melalui koleksi Bara Niskala di ajang IN2MOTIONFEST x Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026.

Di tangan Arindha Sukma, pendiri Mojao.Art yang merintis usahanya sejak 2022, kain tradisional khas Silungkang diolah menjadi busana etnik kontemporer yang mengikuti perkembangan zaman. Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah untuk memperkenalkan Songket Silungkang kepada generasi muda agar tidak sekadar dikenal sebagai peninggalan budaya, tetapi tetap digunakan dan memiliki tempat di industri fesyen modern.

Koleksi Bara Niskala tampil dalam festival fesyen yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta. Kehadiran Mojao.Art dalam ajang tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas pengenalan Songket Silungkang di tingkat nasional.
Mojao.Art tampil mewakili Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Sumatera Barat. Partisipasi ini membuka ruang bagi produk kreatif daerah untuk memperkenalkan identitas budaya lokal sekaligus menjangkau pasar yang lebih luas.

Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra turut menyaksikan penampilan Mojao.Art pada Minggu, 18 Oktober 2026. Ia mengapresiasi kemampuan jenama lokal tersebut membawa nama daerah dan Songket Silungkang ke panggung fesyen nasional.

“Saya bangga dengan Mojao.Art sebagai brand lokal Sawahlunto yang telah mampu bersaing dan membuktikan diri tampil di acara yang luar biasa, IN2MOTIONFEST x JMFW 2026, sekaligus dapat mempromosikan Kota Sawahlunto dan Songket Silungkang di kancah nasional. Saya berharap Mojao.Art tidak hanya berkiprah di kancah nasional, tetapi juga di kancah internasional,” ujar Riyanda.

Bagi Arindha Sukma, mengembangkan Songket Silungkang bukan hanya persoalan menciptakan produk fesyen, tetapi juga menjaga keberlanjutan warisan budaya agar tetap dikenal dan diminati masyarakat.

Ia berupaya memadukan karakter kain tradisional dengan desain yang lebih modern sehingga songket dapat digunakan dalam beragam kesempatan. Pendekatan ini diharapkan mampu memperluas pasar sekaligus menumbuhkan kembali ketertarikan generasi muda terhadap wastra daerah.

Arindha mengakui, perjalanan Mojao.Art hingga dapat tampil di ajang nasional tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan komunitas masyarakat Sawahlunto di perantauan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Sawahlunto, Ikatan Keluarga Minang, dan Ikatan Keluarga Kubang Sedunia di Jakarta yang sudah mendukung dengan ikut hadir menyaksikan fashion show produk Mojao.Art. Saya bangga sebagai bagian anak Sawahlunto yang ikut memajukan wastra Songket Silungkang yang hampir ditinggalkan oleh generasi muda. Bangga semua pihak mendukung hingga Mojao.Art tampil di acara bergengsi hari ini,” ungkap Arindha.

Dukungan terhadap kiprah Mojao.Art juga datang dari Badan Koordinasi Ikatan Keluarga Sawahlunto Jakarta (BAKOR IKSJ). Ketua BAKOR IKSJ, Jasyanto Sahoer, menilai kesempatan tampil di festival fesyen bergengsi tersebut menjadi momentum bagi Mojao.Art untuk terus mengembangkan Songket Silungkang.

“Mojao.Art sudah dapat tampil di festival fesyen bergengsi ini untuk dapat terus berkarya dan memajukan Songket Silungkang menjadi wastra yang digemari oleh seluruh lapisan masyarakat,” kata Jasyanto di JICC, Senayan, Jakarta.

Keikutsertaan Mojao.Art dalam IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 memperlihatkan bahwa kekayaan budaya daerah dapat menjadi sumber kreativitas sekaligus peluang usaha apabila dikembangkan melalui inovasi.

Bagi Sawahlunto, pencapaian ini bukan semata keberhasilan sebuah jenama lokal menampilkan koleksi busana di tingkat nasional. Lebih dari itu, langkah Arindha Sukma menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Songket Silungkang kepada pasar yang lebih luas, tanpa kehilangan identitas budaya yang melekat padanya.

Melalui Mojao.Art, Songket Silungkang memiliki peluang untuk terus berkembang, menjangkau generasi baru, dan memperkuat posisinya sebagai salah satu kekayaan wastra Sumatera Barat yang layak diperhitungkan dalam industri fesyen Indonesia.


Wartawan : Hendra Idris
Editor : melatisan

Tag :Mojao.Art, Bawa Songket Silungkang, ke Panggung Nasional, Arindha Sukma, Bidik Generasi Muda

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com