HOME RANCAK KABUPATEN AGAM

  • Sabtu, 26 September 2026

Pemprov Sumbar Dorong NCH Menjadi Ruang Tumbuh Kreativitas, Pelestarian Budaya Dan Ekonomi Masyarakat

Gubernur Sumbar diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sumbar, Ahmad Zakri (tengah) membuka Nagari Creative Hub, Nagari Koto Tangah, Tilatang Kamang Agam. Foto Adpsb.
Gubernur Sumbar diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sumbar, Ahmad Zakri (tengah) membuka Nagari Creative Hub, Nagari Koto Tangah, Tilatang Kamang Agam. Foto Adpsb.

Pemprov Sumbar Dorong NCH Menjadi Ruang Tumbuh Kreativitas, Pelestarian Budaya dan Ekonomi Masyarakat

 

Agam (Minangsatu) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus mendorong Nagari Creative Hub (NCH) menjadi ruang tumbuh kreativitas masyarakat sekaligus wadah pelestarian seni dan budaya yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi nagari. Upaya tersebut diwujudkan salah satunya melalui kegiatan pelestarian seni budaya yang melibatkan generasi muda dan tokoh masyarakat di Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan yang digelar di Medan Nan Bapaneh Kantor Wali Nagari Koto Tangah tersebut dibuka Gubernur Sumbar yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sumbar, Ahmad Zakri.

Dikatakan, setiap nagari memiliki kekayaan kearifan lokal yang menjadi identitas dan kekuatan masyarakat. Potensi tersebut, menurutnya, perlu terus dilestarikan sekaligus dikenalkan secara lebih luas, terutama kepada generasi muda.

“Setiap nagari memiliki potensi kearifan lokal yang mesti dilestarikan dan dikenalkan secara lebih luas. Kita berharap potensi tersebut menjadi karakter sekaligus membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif,” kata Ahmad Zakri.

Menurutnya, kekayaan yang dimiliki nagari tidak hanya berupa seni dan budaya tradisional, tetapi juga mencakup kuliner, kerajinan, pengetahuan tradisional, permainan anak nagari hingga berbagai bentuk ekonomi kreatif. Jika dikelola secara baik dan berkelanjutan, seluruh potensi tersebut dapat menjadi kekuatan baru sekaligus motor penggerak ekonomi masyarakat.

Karena itu, keberadaan NCH menjadi salah satu bentuk komitmen Pemprov Sumbar dalam mendorong potensi lokal agar tidak berhenti pada upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya, tetapi juga berkembang menjadi ruang kreativitas dan produktivitas masyarakat.

“Kita ingin NCH menjadi ruang tumbuh bagi kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda. Tidak hanya dari segi budaya dan seni tradisi, tetapi juga ekonomi,” ujarnya.

Ahmad Zakri menekankan, keberhasilan NCH membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, pelaku budaya, pelaku ekonomi kreatif, generasi muda, dunia pendidikan hingga pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut diperlukan agar potensi yang dimiliki setiap nagari dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

NCH sendiri merupakan salah satu program unggulan Pemprov Sumbar di bawah kepemimpinan Gubernur Mahyeldi dan Wakil Gubernur Vasko Ruseimy. Sejak 2025 hingga 2026, sebanyak tiga belas daerah telah ditetapkan sebagai lokus pelaksanaan program NCH di Sumbar, salah satunya adalah Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam.

Dukungan terhadap pelaksanaan NCH juga diberikan Pemerintah Kabupaten Agam. Asisten Pemerintahan Setdakab Agam, Yunelson, yang hadir mewakili Bupati Agam dalam kegiatan tersebut mengatakan Pemkab Agam telah menetapkan 32 masjid untuk dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan anak nagari dalam mendukung program tersebut.

Selain menyediakan lokasi kegiatan, Pemkab Agam juga memberikan dukungan melalui anggaran pembinaan dan program yang dilaksanakan organisasi perangkat daerah terkait. Setiap masjid yang telah ditetapkan mendapatkan alokasi anggaran pembinaan sebesar Rp15 juta dari APBD Kabupaten Agam, yang telah berjalan sejak 2025.

“Ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Agam dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam menyukseskan program NCH,” ujar Yunelson.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Fadli Junaidi selaku ketua panitia menyampaikan kegiatan pelestarian seni budaya di Nagari Koto Tangah berlangsung selama dua hari, 26 hingga 27 September 2026.

Rangkaian kegiatan meliputi pameran koleksi Museum Adityawarman, workshop warisan budaya, pameran kuliner tradisional serta pertunjukan seni dan budaya. Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pasambahan kato sekaligus makan bajamba.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut, dikatakannya melibatkan generasi muda dan tokoh masyarakat setempat. Melalui kegiatan tersebut, Dinas Kebudayaan Sumbar berharap pengetahuan, praktik dan nilai-nilai seni budaya tradisi Minangkabau dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya, sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas berbasis budaya lokal.

 

 


Wartawan : Adpsb
Editor : ranof

Tag :#NCH Agam #Pemprov Sumbar #Gelaran kreativitas #Sumbar

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com